Penguasa Langit

Penguasa Langit
30. Menghancurkan gedung Wali Kota.


__ADS_3

Yihua meminta Putri dari Pak Tua Ming agar tidak terlalu banyak mengeluarkan suara.


Yihua takut, jika para penjaga gedung Wali Kota, akan mengetahui tempat keberadaan mereka.


"Di mana mereka?"


"Tadi aku dengar suara mereka di sini, Ketua!"


"Dasar bodoh! Jika memang di sini ada orang, lalu di mana? Di mana mereka sekarang?"


Kekhawatiran Yihua ternyata tak beralasan. Para penjaga yang mendekat ke arah mereka, nyatanya tak mampu melihat mereka bertiga.


Entah apa yang di lakukan oleh Liiu Yaoshan, sehingga mereka semua tidak bisa di temukan oleh para penjaga. Padahal, jarang mereka sekarang sangatlah dekat. Hanya terpisah beberapa langkah saja, jaraknya.


"Ayah, ada apa dengan mereka semua? Apa mereka buta? Bukankah sudah jelas, jika tadi mereka semua melihat ke arah sini?" tanya Putri Pak Tua Ming yang merasa heran dengan para penjaga gedung Wali Kota yang seakan tidak bisa melihatnya.


"Ayah juga tidak tahu, Nak." jawab Pak Tua Ming yang merasa kebingungan.


"Semua berkat Penguasa, dia sudah melindungi kita semua dari marabahaya." ucap Yihua dengan perasaan lega.


BOOMMM!


BOOMMM!


Terdengar suara ledakan yang sangat besar dari dalam ruangan utama gedung Wali Kota.


Yihua menduga, jika ledakan tersebut di sebabkan oleh Liiu Yaoshan.


Entah apa yang telah di lakukan Liiu Yaoshan di dalam ruangan, hingga membuat ledakan sebesar itu di sana.


"Ayo, kita cepat pergi dari sini!" ajak Liiu Yaoshan yang tiba-tiba muncul di depan mereka bertiga.


"Ada apa? Apa yang terjadi?" tanya Pak Tua Ming dengan panik.


Liiu Yaoshan tidak segera menjawab, dia terlebih dahulu meraih tubuh Putri Pak Tua Ming, lalu meletakkannya di atas bahu.


"Kita tidak punya banyak waktu, gedung ini akan segera meledak. Jika kita tidak cepat pergi, kita semua akan mati." jawab Liiu Yaoshan yang membuat Pak Tua Ming dan Yihua terperangah.


''Itu mereka! Ayo, tangkap!"

__ADS_1


Belum sempat mereka mulai bergerak, terdengar teriakan dari arah belakang, depan, dan dari arah samping mereka.


Rupanya, para penjaga gedung Wali Kota sudah bergerak semua karena mendengar suara ledakan yang di sebabkan oleh tabung-tabung raksasa yang di hancurkan Liiu Yaoshan.


"Anak muda, kita tidak bisa lari lagi. Kita sudah di kepung!" ucap Pak Tua Ming dengan panik.


Liiu Yaoshan memperhatikan sekeliling mereka yang memang benar-benar sudah tidak ada celah untuk melarikan diri.


Tidak ada cara lain, Liiu Yaoshan harus menggunakan kekuatannya untuk membawa Yihua, dan Pak Tua Ming pergi dari sana.


"Kalian berdua, masing-masing peganglah tanganku!" perintah Liiu Yaoshan kepada dua orang yang masih tersisa jarak dua langkah lagi darinya.


_Wuusshhh!_


Tubuh Liiu Yaoshan, Yihua, Pak Tua Ming dan juga Putrinya, langsung menghilang dari kepungan para penjaga gedung Wali Kota.


"Mereka menghilang, Ketua!" teriak salah satu penjaga yang jaraknya sudah mulai dekat dengan bekas tempat Liiu Yaoshan berada barusan.


BOOMMM!


BOOMMM!


BOOMMM!


Bukan untuk memadamkan kobaran api, namun mereka panik, untuk berusaha melarikan diri keluar dari dalam gedung yang kini sudah terbakar hebat.


Letak gedung yang lumayan jauh dari tempat keramaian, membuat Liiu Yaoshan memutuskan untuk menghancurkannya malam itu juga.


Semua penjaga yang ada di dalamnya juga, ada yang ikut terbakar. Dan ada yang beruntung bisa meloloskan diri dari amukan kobaran api.


Bukan tanpa alasan Liiu Yaoshan menghancurkan gedung Wali Kota. Liiu Yaoshan merasa geram, setelah memeriksa setiap ruangan yang ada.


Hampir semua ruangan di pakai untuk menyimpan tabung kaca, dan lebih parahnya lagi, semua tabung yang ada, di isi oleh manusia-manusia yang sengaja di masukkan ke dalam sana dalam keadaan hidup hingga akhirnya meninggal karena kehabisan nafas.


Entah apa yang ingin di lakukan oleh Wali Kota terhadap orang-orang yang sudah meninggal tersebut. Namun, sebelum di hancurkan, Liiu Yaoshan sudah terlebih dahulu mengeluarkan semua mayat tersebut melalui kekuatannya.


Dia memindahkan semua mayat, ke sebuah tempat yang tak jauh dari tempatnya berada sekarang bersama Yihua dan dua orang yang lainnya.


"Di mana kita sekarang? Bagaimana kau bisa melakukan keajaiban ini, anak muda?" tanya Oak Tua Ming dengan perasaan heran sekaligus takjub dengan kekuatan Liiu Yaoshan.

__ADS_1


"Kita berada di bukit belakang rumahmu, Paman." balas Liiu Yaoshan yang membuat Pak Tua Ming terkejut bukan main.


"Di bukit belakang rumahku?"


"Benar, Paman. Memangnya ada apa? Mengapa kau sepertinya ketakutan?" tanya Liiu Yaoshan yang jadi keheranan dengan sikap Pak Tua Ming yang langsung bersiaga melindungi Putrinya.


"Kata orang-orang, bukit ini adalah sarang siluman. Kau tidak akan bisa keluar setelah memasukinya, anak muda." ucap Pak Tua Ming dengan suara yang bergetar.


Liiu Yaoshan mengerutkan alisnya lama. Dari awal muncul hingga sekarang, Liiu Yaoshan tidak mencium sedikitpun aroma siluman. Apa mungkin Pak Tua Ming hanya bicara asal-asalan saja, atau memang ada orang yang mengarang cerita tersebut hingga semua orang mempercayainya termasuk Pak Tua Ming sendiri.


Yihua juga merasakan hal yang sama, dia percaya dengan insting Liiu Yaoshan. Tidak mungkin seseorang dengan kekuatan seperti Liiu Yaoshan, tidak mencium sama sekali keberadaan siluman di sana. Mungkin saja, ada orang yang mengarang cerita bohong tersebut, pikir Yihua.


Saat semua orang sedang sibuk dengan pikiran masing-masing, ada sekelebat bayangan hitam dari arah depan tempat mereka berada.


"Siapa di sana?" teriak Pak Tua Ming sambil mengacungkan tongkat yang dia gunakan untuk melindungi Putrinya.


Liiu Yaoshan juga mengetahuinya, dan dia yakin jika bayangan hitam tadi bukanlah siluman seperti yang di takutkan oleh Pak Tua Ming.


"Kau mundurlah, Paman." ucap Liiu Yaoshan sambil memberi isyarat kepada Yihua agar menjaga Pak Tua Ming dan Putrinya.


_Swosshhh!_


BOOMMM!


Pohon besar yang di gunakan untuk bersembunyi, dan mengintai oleh orang berbaju hitam, langsung roboh setelah di hantam oleh semburan api yang keluar dari pukulan Liiu Yaoshan.


Namun sayangnya, orang yang tadi sempat bersembunyi di sana dapat menghindari dengan mudah serangan dari Liiu Yaoshan.


"Aku tahu, kau adalah manusia sama seperti kami semua. Jika kau memiliki niat baik, maka aku akan membiarkanmu lolos. Jadi, keluarlah!" teriak Liiu Yaoshan dengan lantang.


_Wuusshhh!_


Sesosok orang yang menggunakan pakaian serba hitam langsung muncul di hadapan Liiu Yaoshan.


"Hebat juga ilmumu, anak muda. Hampir saja, aku kau jadikan daging bakar di atas sana." ucap orang yang baru muncul tersebut.


"Maafkan aku, jika aku terlalu bersemangat menyambutmu, Pak Tua." jawab Liiu Yaoshan yang langsung bisa menebak orang di hadapannya adalah seorang Kakek hanya dari suaranya saja.


Karena sudah merasa umurnya di ketahui, dan tak ada guna lagi untuknya menyembunyikan jati diri, si sosok berpakaian serba hitam 'pun membuka kain yang di gunakan untuk menutupi wajahnya.

__ADS_1


"Kakek Yan!" ucap Pak Tua Ming setengah berteriak ketika melihat wajah pria yang berdiri di hadapan mereka.


"Mingyu, apa kabarmu? Aku kira, kau sudah lupa dengan namaku? He-he!" ucap orang yang di panggil Kakek Yan oleh Pak Tua Ming.


__ADS_2