
_Wuusshhh!_
Pedang tajamnya Wu Tian meleset dari sasaran, dan hanya mengenai ruang hampa karena Yihua sudah di bawa terbang oleh seseorang.
"Kurang ajar! Siapa yang berani menganggu kesenanganku!" teriak Wu Tian penuh amarah.
Sementara itu, Shi Yuwen merasa lega karena cucunya selamat dari serangan ganas pedang saktinya Wu Tian.
"Aku! Akulah orangnya!" ucap Liiu Yaoshan sambil berjalan maju ke hadapan Wu Tian.
"Siapa kau, anak muda? Jangan ikut campur!" Wu Tian mendengus kasar saat Liiu Yaoshan berdiri tak jauh dari hadapannya.
Sebenarnya, Wu Tian merasa terkejut dengan kedatangan Liiu Yaoshan. Dia merasakan kekuatan yang sangat besar, terpancar dari tubuh pemuda asing di depannya ini.
"Aku tidak bisa berdiam diri saja, ketika melihat orang lain sedang dalam bahaya." jawab Liiu Yaoshan dengan tenang.
Merasakan adanya kekuatan besar yang mengancam ketua mereka, ketiga orang yang tadinya berkumpul mengelilingi Shi Yuwen kini berpindah ke tempat Wu Tian dan Liiu Yaoshan berhadap-hadapan.
"Ketua, sepertinya pemuda ini bukanlah orang sembarangan. Kami merasakan adanya kekuatan besar yang menguar dari dalam tubuhnya." bisik salah satu dari anak buah Wu Tian.
"Aku juga merasakan hal yang sama dengan kalian. Kita tidak boleh gegabah dalam menghadapinya." Balas Wu Tian penuh waspada.
"Anak muda, terima kasih karena telah menyelamatkan cucuku." Shi Yuwen memberi hormat kepada Liiu Yaoshan karena dia telah berjasa besar menyelamatkan hidup cucunya, Yihua.
"Itu sudah menjadi tugasku, Tuan." jawab Liiu Yaoshan dengan sopan.
Shi Yuwen merasa takjub dengan pemuda di hadapannya sekarang. Tidak hanya memiliki kekuatan yang sangat besar, dia juga ternyata memiliki hati yang sangat baik, dan juga sopan.
"Hey, kau anak muda! Sudah cukup berbasa-basinya. Kau harus segera pergi meninggalkan tempat ini, sebelum kami berempat membuat tubuhmu tidak bisa di kenali lagi." bentak Wu Tian dengan kasar.
Liiu Yaoshan hanya tersenyum mendengar teriakan ancaman dari Wu Tian. Sepertinya, orang tua di hadapannya ini adalah orang yang suka menindas yang lemah, yang hanya bisa menggunakan kekuatannya di jalan yang tidak benar.
Liiu Yaoshan tidak akan membiarkannya, dia harus bisa menyadarkan orang-orang ini. Karena di atas langit, masih ada langit yang lainnya.
"Bagaimana kalau aku menolak untuk pergi, Tuan?" Liiu Yaoshan masih tetap bersikap sopan sama halnya yang dia lakukan kepada Shi Yuwen.
"Bajingan! Berarti kau minta kami hajar!" salah satu orang yang berdiri paling belakang di tempat Wu Tian langsung berteriak membentak Liiu Yaoshan.
Di antara ke empat orang musuh Shi Yuwen, rupanya dia adalah orang yang paling lemah ilmunya. Itulah sebabnya, dia tidak bisa merasakan kekuatan besar yang memancar dari tubuh Liiu Yaoshan.
__ADS_1
"Wu Chao, tenanglah! Ilmu pemuda itu, bukan tandinganmu!" ucap Wu Tian berbisik kepada orang yang di panggil Wu Chao.
"Kau tenang saja, Ketua! Selama kita melawannya bersama-sama, tidak ada yang perlu kita takutkan. Ilmu pedang sakti milik perguruan kita, belum ada bisa yang menandinginya. Apalagi hanya seorang anak muda ini, ilmunya belum tentu sehebat kita berempat." Ucap Wu Chao dengan sombong.
Liiu Yaoshan yang mendengar percakapan ke empat orang ini, hanya menyunggingkan senyumnya.
Dia merasa lucu dengan ke empat pria paruh baya yang di hadapannya sekarang.
Usia mereka tak lagi muda, tapi sikap dan perkataan yang mereka ucapkan jauh dari kata wibawa.
"Anak muda, sebaiknya kau pergi dari sini. Masalah dengan mereka berempat, biar aku saja yang menyelesaikannya." bisik Shi Yuwen dengan perasaan cemas.
Ke empat ketua perguruan pedang sakti di hadapannya sekarang, terkenal dengan sikap sombong dan arogan. Mereka tidak akan segan merampas, dan menyiksa orang-orang yang menghalangi jalan mereka untuk mencapai semua keinginannya.
"Tidak, Pak Tua. Aku tidak akan pergi!" jawab Liiu Yaoshan dengan tegas.
Shi Yuwen ingin kembali berbicara membujuk Liiu Yaoshan agar pergi meninggalkan tempatnya sekarang. Namun perkataannya harus terhenti, karena Wu Tian kembali membentak ke arah mereka
"Shi Yuwen, cepat serahkan 'kitab alam semesta' kepada kami. Dengan begitu, kami akan menganggap semua perdebatan yang kita lakukan hari ini, tidak pernah terjadi." teriak Wu Tian dengan sangat kencang.
Kitab alam semesta? batin Liiu Yaoshan.
"Tidak! Aku tidak akan memberikan kitab itu padamu, Wu Tian!" tolak Kakek Shi Yuwen tegas.
Wu Tian mendengus kasar, lalu memerintahkan teman-temannya untuk kembali menyerang.
_Wuusshhh!_
Liiu Yaoshan mengibaskan lengan bajunya, dan angin kencang langsung menghantam ketiga orang yang sudah bersiap untuk menyerang Shi Yuwen.
"Agghhhh!"
Wu Chao adalah orang pertama yang terpental hingga beberapa meter jauhnya.
Bukan hanya itu saja, tubuh Wu Chao juga bertabrakan dengan batu besar hingga membuat dirinya harus muntah darah segar.
"Bajingan!" Wu Tian naik pitam menyaksikan teman-temannya tumbang di tangan anak muda asing hanya dengan satu serangan.
_Hiiyyaaahhhh!_
__ADS_1
Wu Tian bergerak menyerang Liiu Yaoshan dengan serangan pedang yang sangat gesit dan lincah.
Sesekali tubuhnya berputar di udara, dengan suara berdesing yang memekakkan telinga.
"Mundur, anak muda!" teriak Shi Yuwen yanng khawatir dengan keselamatan Liiu Yaoshan.
Serangan Wu Tian adalah serangan yang paling mematikan dari perguruan pedang sakti. Belum pernah ada orang yang bisa lolos dari serangan yang mematikan tersebut.
_Wuusshhhh!_
_Triinnggg!_
Tiba-tiba muncul sebilah pedang di tangan Liiu Yaoshan yang langsung di pakai untuk menangkis serangan dari Wu Tian.
"Agghhh!"
Wu Tian terdorong mundur beberapa langkah ke belakang, karena terkena angin yang keluar dari tebasan pedang Liiu Yaoshan.
Tidak mungkin! Anak muda ini sangatlah kuat! batin Wu Tian.
Wu Tian merasa tidak percaya, karena Liiu Yaoshan mampu mementalkan serangan pedangnya.
Bukan hanya itu saja, tangan Wu Tian kini tak henti-hentinya bergetar dengan hebat, setelah bentrokan dengan pedang Liiu Yaoshan tadi.
Aku harus segera pergi dari sini, jika tidak, mungkin nyawaku akan menjadi taruhannya, batin Wu Tian.
Dia lalu mencari-cari kesempatan untuk melarikan diri dari tempat tersebut.
Saat di rasa cukup aman, Wu Tian bersiap untuk berkelebat menggunakan ilmu meringankan tubuh miliknya.
_Hiyyaaah!_
_Bugghhh!_
Baru saja Wu Tian merasa lega karena tak ada satu orang 'pun yang menyadari kepergiannya dari tempat itu, namun dia harus kembali merasa kecewa ketika seseorang menendang perutnya dengan sangat keras.
"Kurang ajar!" ucap Wu Tian geram.
Di hadapannya saat ini, Yihua berdiri dengan tegak sambil berkacak pinggang.
__ADS_1
"Mau kemana kau, Pak Tua Wu? Urusan kita di sini belum selesai, dan kau ingin pergi begitu saja?" cibir Yihua pedas kepada Wu Tian.