Penguasa Langit

Penguasa Langit
43. pemberontakan para bangsawan.


__ADS_3

Uhuk ... uhuk ...


"Beraninya kau!" umpat si pria geram.


Liiu Yaoshan tersenyum sinis, tentu saja dia berani melakukannya. Apa yang harus di takutkan? orang ini hanya mengandalkan kekuasaannya saja, tanpa memiliki kemampuan, ucap Liiu Yaoshan dalam hati.


"Pergilah, sebelum aku berubah pikiran." gertak Liiu Yaoshan yang ternyata berhasil mengusir si pria.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Liiu Yaoshan saat dirinya menghampiri kereta kuda.


"Kami dalam keadaan baik, terima kasih!" ucap si kusir lalu menangkupkan tangan di depan dada.


Liiu Yaoshan melambaikan tangan, lalu menyibak tirai penutup kereta bagian belakang.


"Tuanmu sedang terluka, jika tidak segera di obati, akibatnya akan sangat fatal." tuturnya sambil menekan dada bagian kiri si pemuda yang terbaring di lantai kereta.


"Sebenarnya, kami juga sedang dalam perjalanan menuju kediaman Tabib di daerah selatan. Namun kami selalu di ganggu, hingga akhirnya harus terhenti di sini." tutur si Kusir dengan murung.


"Sudah berapa lama, dia terluka?" tanya Liiu Yaoshan tegas.


Si Kusir menghitung jari-jarinya sambil mulut berkomat-kamit mengingat hari kepergian mereka dari Istana.


"Mungkin sudah hampir, lima hari!" ucap si Kusir setelah selesai menghitung ulang.


"Bantu aku mendudukkannya!" perintah Liiu Yaoshan saat mendengar waktu luka pemuda tersebut.


Menurut perhitungan Liiu Yaoshan, jika racun yang mengendap di dalam tubuh pemuda tersebut tidak segera di keluarkan. Belum tentu si pemuda akan bertahan sampai nanti malam.


Jadi Liiu Yaoshan berinisiatif untuk membantu mengeluarkan racun, dari dalam tubuhnya.


"Apa yang ingin anda lakukan, kepada Pangeran?" tanya si Kusir merasa waspada.


Bukan apa-apa, dia hanya tidak mau jika Pangerannya di celakai kembali oleh orang asing.


Meskipun orang tersebut telah menolong mereka, namun bisa saja berubah menjadi jahat, 'kan?


"Jika kau masih ingin Tuanmu tetap hidup, maka lakukanlah! Jika tidak, terserah!" ucap Liiu Yaoshan dengan acuh.


Mau tidak mau, si Kusir menuruti ucapan Liiu Yaoshan karena takut terjadi apa-apa dengan sang Pangeran, majikannya.


Dia lalu mendudukkan Tuannya, membelakangi Liiu Yaoshan seperti yang di perintahkan.


Liiu Yaoshan kini memfokuskan pikirannya memasuki ruang dimensi 'Batu Langit'.

__ADS_1


Menurut sang Ayah, kekuatan dari 'Batu Langit' bisa menyerap racun yang mematikan dalam tubuh.


Liiu Yaoshan sudah membuktikan kesaktian batu tersebut dalam mengeluarkan racun, ini kali pertamanya melakukan pengobatan metode 'Batu Langit' kepada orang lain.


Setelah mempelajari cara-caranya, Liiu Yaoshan kini menempelkan telapak tangan di punggung pemuda tersebut untuk menyalurkan tenaga dalamnya.


Wuusshhh!


Cahaya kuning keemasan keluar, merembes masuk melalui telapak tangan Liiu Yaoshan ke punggung si pemuda yang terluka.


Huek! Huek!


Si pemuda memuntahkan darah kental berwarna hitam dari dalam mulutnya.


Wuusshhh!


Cahaya kuning keemasan kembali memancarkan sinarnya lebih terang.


Semakin banyak cahaya tersebut memasuki tubuh si pemuda yang terluka, semakin banyak darah hitam kental yang di keluarkan.


Si Kusir merasa khawatir, namun juga sedikit merasa lega karena raut wajah sang Pangeran kini sudah tidak sepucat sebelumnya.


Lama-kelamaan, cahaya yang memancar dari telapak tangan Liiu Yaoshan semakin memudar.


"Racunnya sudah di keluarkan, tinggal beristirahat beberapa hari saja untuk kembali memulihkan tenaganya." terang Liiu Yaoshan.


Si Kusir tanpa sadar menitikkan airmata saat mendengar penjelasan dari Liiu Yaoshan.


Sudah lama sekali dia kesana kemari mengantar sang junjungan untuk pergi ke segala penjuru guna mencari keberadaan Tabib yang bisa mengeluarkan racun yang mengendap di tubuh sang Tuan.


Namun hari ini, mereka malah bertemu dengan seorang pemuda tampan yang berhati malaikat yang telah berhasil menolong Tuannya yang terluka.


"Tuan, terima kasih. Terima kasih!." ucap si Kusir sambil bersujud di hadapan Liiu Yaoshan.


"Bangunlah! tidak selayaknya kau bersujud di hadapanku!" tolak Liiu Yaoshan tegas.


Si Kusir lalu buru-buru untuk bangun, dia tidak ingin menyinggung perasaan orang yang telah menyelamatkan nyawa Tuannya.


"Sekali lagi, terima kasih!"


Liiu Yaoshan mengangguk, lalu melambaikan tangan agar sang Kusir menepi dari hadapannya.


"Jangan terlalu banyak bergerak, tubuhmu masih lemah, tidak baik jika di paksakan!" ucap Liiu Yaoshan saat si pemuda yang terluka berusaha bangkit dari tidurnya.

__ADS_1


"Yang Mulia Pangeran, tolong dengarkan perkataan Tuan penolong." tegur si Kusir yang melihat Tuannya masih memaksakan diri.


"Tidak, aku tidak bisa terus berbaring. Ayahku pasti sedang dalam bahaya, aku harus menyelamatkannya." ucapnya terbata-bata.


Liiu Yaoshan mengernyit, dia tidak mengerti apapun yang di katakan si pemuda.


"Tuan Liiu, apa benar, dia seorang Pangeran?" bisik Yihua yang merasa penasaran.


"Aku rasa begitu!" jawab Liiu Yaoshan datar.


Sejujurnya, dia juga merasa penasaran dengan identitas orang yang telah dia tolong barusan.


Jika memang seorang Pangeran, lalu kenapa dia di buru oleh orang-orang jahat tadi?


"Yang Mulia, kita tidak bisa kembali kesana. Salah-salah, nanti Pangeran yang akan celaka." sergah si Kusir berusaha menahan gerakan si pemuda yang dia sebut Pangeran.


"Apa yang sedang kalian bicarakan? Jika memungkinkan, aku akan mencoba membantu kalian." ucap Liiu Yaoshan yang bagai membawa angin segar di telinga sang Kusir.


Sang Kusir membungkuk, lalu menceritakan kisah hidupnya bersama Pangeran yang menjadi bulan-bulanan para bangsawan yang memberontak di kerajaannya.


Termasuk keluarga bangsawan Rong, yang menginginkan posisi Putranya menjadi menantu Raja agar bisa menguasai Istana.


Dan alasan kenapa Pangeran Muqing terkena racun, adalah karena ulah si bangsawan Rong tersebut.


"Jika benar apa yang kau ceritakan, berarti Ayahmu saat ini sedang dalam bahaya besar." ucap Liiu Yaoshan yang di balas anggukan kepala Jun Muqing.


"Baik, aku akan membantumu sekali lagi. Kebetulan, aku merasa tidak suka jika ada orang yang suka bertindak semena-mena." tegas Liiu Yaoshan.


Yihua merasa terharu sekaligus bangga kepada dirinya sendiri karena dia mengikuti orang yang berhati tulus seperti Liiu Yaoshan.


Sepanjang perjalanan selama Yihua mengikutinya, Liiu Yaoshan memang sering membantu semua orang yang sedang membutuhkan pertolongan.


Tidak pandang bulu, Liiu Yaoshan selalu membantu siapa saja tanpa melihat status atau derajat orang yang akan dia bantu.


Entah itu dari kalangan bawah, menengah, ataupun atas seperti Pangeran Muqing sekarang. Liiu Yaoshan tetap akan membantu mereka, dengan senang hati.


"Saya akan mengantar anda memasuki kerajaan Shamo, tapi hanya sampai pintu gerbang." tutur si Kusir dengan raut wajah sedih.


"Apa maksudmu?" tanya Yihua heran.


Bukankah mereka berdua berasal dari kerajaan tersebut, lalu kenapa hanya mengantar hingga depan gerbang? pikir Yihua.


"Begini, Nona! Nyawa Pangeran akan menjadi taruhan, jika sampai kami ikut memasuki kerajaan. Kami berdua sekarang telah menjadi buronan, karena menolak secara terang-terangan pemberontakan para bangsawan." tutur si Kusir.

__ADS_1


__ADS_2