
Liiu Yaoshan merasa heran, karena pria tersebut seperti merasa takut akan sesuatu.
"Ada apa, Paman? Apanya yang berbahaya?" tanya Liiu Yaoshan penasaran.
"Aku akan memberitahumu, tapi jangan di sini." ucap si pria paruh baya tersebut setengah berbisik.
Liiu Yaoshan dan Yihua kemudian mengikuti pria paruh baya tersebut ke sebuah bangunan kecil yang di sebut si pria sebagai rumah.
"Ayo, masuklah! Jangan sungkan!" ajak si pria paruh baya dengan ramah.
Liiu Yaoshan 'pun melangkahkan kakinya memasuki rumah si pria paruh baya.
Dari luar, rumah tersebut terlihat kecil. Tapi begitu Liiu Yaoshan masuk, bagian dalamnya sangatlah luas, bahkan untuk menampung dua puluh orang 'pun, sepertinya akan cukup.
"Jangan terkejut, anak muda! Aku sengaja membuat rumah ini terlihat kecil, agar terbebas dari jeratan Pak Wali Kota!" ujar si pria paruh baya tersebut.
"Jeratan Wali Kota?!" ucap Liiu Yaoshan terkejut.
Dan yang lebih mengejutkan lagi, si pria paruh baya bercerita, jika Wali Kota sengaja melakukan hal ini, agar rakyatnya menderita.
Dengan begitu, dia bisa bebas memperjual belikan warga, yang datang meminta pertolongan kepadanya.
Tentang kemana Wali Kota menjual warga-warganya, sampai saat ini, belum ada satu orang 'pun yang tahu tempat tersebut.
"Aneh! benar-benar aneh!" ucap Liiu Yaoshan yang menyadari adanya kejanggalan di balik cerita si pria paruh baya.
"Ada apa?" bisik Yihua penasaran.
"Tidak apa-apa!" balas Liiu Yaoshan sambil kembali menoleh ke arah si pria yang kini sedang menatapnya penuh selidik.
"Anak muda, apa kau baru pertama kali datang kesini?" tanya pria paruh baya yang tiba-tiba berubah cemas setelah memperhatikan wajah Liiu Yaoshan.
"Benar, kami baru saja datang!"
Si pria paruh baya seketika menjadi panik setelah mendengar perkataan Liiu Yaoshan.
"Sial! Aku sedang dalam bahaya!" ujarnya sambil menutup semua ruangan yang kosong menggunakan tirai lebar.
"Memangnya kenapa, Paman? Bahaya apa yang akan menimpamu?" tanaya Liiu Yaoshan dengan heran.
__ADS_1
"Sudahlah, bantu aku menurunkan tirai-tirai ini!" si pria paruh baya bergegas menutupi ruang kosong agar tidak terlihat.
Dugh! Dugh! dugh!
"Pak Tua Ming! Buka pintunya!"
Beberapa pengawal, menggedor-gedor pintu rumah si pria paruh baya yang d sebut Pak Tua Ming oleh mereka.
"Bagaimana ini? Kalian harus pergi! Kalian tidak boleh ada di sini!" ucap pria paruh baya penuh kepanikan di raut wajahnya.
"Memangnya kenapa, kami harus pergi?' Yihua memberanikan diri bertanya.
Pria paruh baya, melirik ke arah Yihua dan tersenyum smirk. "Kau tanya kenapa? Sudah jelas-jelas mereka menginginkan kalian! Mereka membutuhkan orang-orang baru untuk di jual! Mengerti?!
Yihua mundur ke belakang ketika mendengar ucapan si pria paruh baya. Entah kenapa, dirinya merasa takut begitu mengetahui orang-orang itu menginginkannya untuk di jual.
Dugh! Dugh! Dugh!
"Pak Tua Ming! Cepat buka pintunya! Atau kami akan mendobraknya!"
Kembali, orang-orang yang berada di luar pintu menggedor-gedor kencang pintu rumah Pak Tua Ming, dan berteriak-teriak minta di bukakan pintu.
Sedangkan di dalam, kini si pria paruh baya menjadi semakin panik. Bisa saja dia menyerahkan Liiu Yaoshan, dan Yihua ke tangan mereka.
"Aku bisa membantumu, Paman!"
Tanpa di duga, Liiu Yaoshan menawarkan bantuannya kepada si pria paruh baya.
"Apa yang bisa kau lakukan untukku, anak muda? Aku rasa sudah terlambat, kita tidak bisa lari sekarang. Di sini, tidak ada pintu cadangan untuk keluar." keluh si pria paruh baya.
Liiu Yaoshan menyeringai, lalu mengibaskan lengan bajunya.
_Wuusshhh!_
Ruangan yang tadinya luas, kini berubah kumuh dan juga sempit.
Dan Liiu Yaoshan, ataupun Yihua, kini tak terlihat lagi di hadapan Pak Tua Ming.
"Eh, kemana perginya anak muda yang tadi? Dan gadis itu, gadis itu juga menghilang! Rumahku juga, mengapa bisa berubah menjadi seperti ini?" ucap Pak Tua Ming kebingungan.
__ADS_1
Sementara orang-orang yang berada di luar, sudah tidak bisa menahan kesabaran mereka untuk masuk ke dalam rumah.
BRAAKKK!
Pintu rumah Pak Tua Ming di dobrak paksa oleh orang-orangnya Wali Kota.
"Di mana kau sembunyikan kedua orang pendatang tadi, Pak Tua Ming?!" bentak salah satu orang dengan kasar.
"Aku, aku tidak tahu mereka ada di mana!" dalih Pak Tua Ming dengan ketakutan tersirat di wajahnya.
"Jangan bohong, kau!" bentak orang yang tadi lagi.
Pak Tua Ming panik, dia memang tidak tahu di mana keberadaan dua orang yang tadi bersamanya.
Namun tetap saja, orang-orang Wali Kota tidak mempercayai kata-katanya. Kemudian, mereka semua mengobrak-abrik rumah Pak Tua Ming, yang sudah berubah menjadi kumuh tersebut.
Hingga akhirnya, mereka memutuskan pergi karena tidak menemukan apa yang mereka cari di sini.
_Wuusshhh!_
Tubuh Liiu Yaoshan dan Yihua, kembali muncul di hadapan Pak Tua Ming yang kini masih berlutut karena masih merasa takut dengan kejadian barusan
"Kalian?!" ucap Pak Tua Ming setengah berteriak karena terkejut melihat kemunculan Liiu Yaoshan yang secara tiba-tiba.
"Kami sebaiknya pergi sekarang, Paman. Kami tidak ingin melibatkanmu terlalu jauh, dan menjadi bulan-bulanan mereka." ucap Liiu Yaoshan dengan tenang.
Pak Tua Ming bangkit, dan menatap Liiu Yaoshan dengan sangat lekat.
"Mau pergi kemana kalian? Sebaiknya kalian tinggal di sini saja! Aku akan menyiapkan semua kebutuhan kalian nanti, daripada kalian berada di luaran sana. Bahaya!" ucap Pak Tua Ming yang matanya masih saja tetap menatap ke arah Liiu Yaoshan.
"Apa yang anda sedang selidiki dariku, Paman?" tanya Liiu Yaoshan dengan datar.
Di tanya seperti itu, Pak Tua Ming langsung mengalihkan tatapannya ke arah lain.
"Aku tahu, kalian bukan orang biasa. Aku juga tahu, niat kalian, terutama kau, anak muda! Kau pasti penasaran, bukan? Kau ingin melawan Wali Kota?Tapi untuk melawannya, kalian tidak cukup dengan hanya mengandalkan kekuatan saja."
"Apa maksud anda, Paman? Apa anda ingin membantuku, mencari kelemahan Wali Kota?" tanya Liiu Yaoshan penasaran.
"Pasti! Aku pasti akan membantu kalian, tapi bukan dengan kekuatan. Kalian tahu, aku hanya orang tua yang lemah tidak memiliki kekuatan apapun. Tapi aku punya ini ...," ucap Pak Tua Ming sambil menunjuk-nunjuk pelipisnya sendiri dengan jari.
__ADS_1
Liiu Yaoshan tersenyum puas, melihat reaksi orangtua di depannya. Setidaknya, salah satu warga dari kota kecil tempatnya berada sekarang. Mulai memiliki kesadaran, untuk melawan Wali Kota mereka yang lalim.
"Baik, kami akan tinggal di sini sementara waktu. Dan masalah makanan, Paman tidak perlu repot untuk menyiapkannya untuk kami berdua. Kami bisa mencarinya sendiri, Paman." ucap Liiu Yaoshan yang di balas anggukkan kepala oleh Pak Tua Ming.