Penjaga Setia Di Kala Kubuta

Penjaga Setia Di Kala Kubuta
Karena Pingsan


__ADS_3

...Aku tak tahu, jika tidak ada kamu, ntah apa yang akan terjadi selanjutnya....


...…...


Sebuah mobil mewah pun memasuki pelantaran sekolah itu. Membuat semua orang langsung menjerit histeris, khususnya para kaum hawa yang ada di sana. Mereka pun langsung mengejar mobil tersebut ke parkiran mobil, dengan menggenggam ponsel mereka masing-masing di tangan mereka.


Dan akhirnya, seorang siswa dengan style memakai masker dan kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya keluar dari mobil tersebut. Sehingga, membuat jeritan histeris dari kaum hawa kembali membuncah begitu saja.


"Aaaaa ... pangeran gue tambah ganteng aja, kalau pakai masker dan kaca matanya." jerit Quela yang sudah ada di sana sejak sebelum mobil Reval memasuki pekarangan parkiran.


Tamat sudah rencana Reval untuk menyamar hari ini. "Haishhh ... jadi, kalau bakalan ketahuan juga pada akhirnya, ngapain juga gue pakai ini?" gerutunya kesal. Dengan asalan Reval langsung melepaskan maskernya itu, namun masih memakai kaca mata hitamnya.


Dengan wajah yang dingin Reval pun menerobos kerumunan itu dan menuju kelasnya, walaupun sejak tadi dia selalu diikuti oleh para kaum hawa itu. Reval sama sekali tidak peduli dengan sekitarnya sekarang ini, karena saking kesalnya dengan kegagalan rencananya hari ini.


"Wihhhh, Reval tambah tampan aja, nih." teriak Yoga, ketika melihat Reval yang baru saja memasuki kelasnya. Reval yang mendapatkan teriakan itupun di telinganya menjadi tambah kesal daripada sebelumnya.


"Apaan, sih?" gerutu Reval ketika mendaratkan bokongnya di kursi di mana dia dan Yoga duduk. Tapi, ingat ya! Kalau mereka duduknya bukan satu kursi, tapi satu meja lain kursi. Ya, kali mereka duduk satu kursi, mana muat atuh furguso.


"Hei, Bro! Lo kenapa, pagi-pagi gini mukanya udah kusut aja?" tanya Ekal, sahabat Yoga sejak SMP.


"Tau nih, udah tahu udara pagi ini dingin, malah ditambahin dingin sama wajah dingin lo." celetuk Vino, teman sebangku Ekal, sekaligus sahabatnya juga.


"Huh ... tau ah, kalian tambah bikin gue kesal aja." ujar Reval dengan dinginnya. Dan mereka bertiga yang mendapatkan kedinginan Reval langsung saja tertawa terbahak-bahak.


"Hei, kalian nertawain pangeran gue, ha?" tanya Giska yang tiba-tiba saja datang. Sehingga, membuat ketiga pemuda yang tengah tertawa itu menatap Giska dengan dingin.


"Eh, ada tamu tak diundang, wkwkwkwk ...." seru Vino, yang malah kembali mendapatkan gelak tawa dari kedua pemuda itu, berbeda dengan Reval yang hanya diam saja. Sedangkan, sejak tadi kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya belum juga terlepas sampai sekarang.


"Lo kira gue jelangkung apa?" tanya Giska tidak terima.

__ADS_1


"Ha ... bukan gue yang bilang ya, jadi jangan marah, hahahaha ...." timpal Vino yang kembali mengundang gelak tawa kedua pemuda itu, yaitu Yoga dan Ekal.


"Iiihhh ... nyebelin banget, sih." gerutu Giska yang serasanya ingin melukai cowok yang ada di hadapannya ini.


"Nyebelin ginikan buat lo kangen, iya nggak, sih?" ujar Vino dengan PDnya. Namun, langsung mendapatkan toyoran keras dari Ekal yang ada di sampingnya.


"Ish ...." Akhirnya, Giska pun meninggalkan keempat cowok itu. Dia benar-benar merasa kesal sekarang. Sampai-sampai tanpa sengaja dia telah menabrak Syafira yang tengah berada di pertengahan anak tangga.


Brukkk!


Syafira pun langsung terkejut akan tabrakan yang dia alami secara tiba-tiba ini. Dia tidak tahu, siapa yang sudah menabraknya, baik itu dengan sengaja maupun tidak di sengaja. Namun, Syafira berusaha untuk berpositif thinking saja.


"Hei, lain kali kalau jalan itu hati-hati, jangan asal nabrak-nabrak aja." kesal Giska yang setelah itu pergi tanpa membantu Syafira untuk berdiri terlebih dahulu dan ...


Prankk!!


Syafira pun berusaha mencari tongkatnya di sekitar dirinya, namun dia sama sekali tidak menemukannya. Orang-orang yang lewat di sana pun bukannya membantu Syafira, tapi mereka malah pergi menjauh dari Syafira. Sampai pada akhirnya ada seseorang yang mengulurkan tongkat tersebut ke arah Syafira, dan dia adalah Reval.


Flashback on


Prankk!!


Reval yang mendengar hal itupun langsung terkejut, dia tidak tahu suara apa itu? Namun, karena penasaran akhirnya Reval pun bangkit dari duduknya dan pergi keluar kelas, karena dia mendapatkan suara itu dari arah luar kelas. Teman-teman Reval yang melihat hal itupun sempat bingung, karena Reval yang tiba-tiba saja keluar dari kelas. Dan karena mereka juga penasaran akhirnya mereka ikut menghampiri Reval.


"Ada apaan, sih?" tanya Ekal bingung kepada Reval yang tengah berdiri di ambang pintu.


"Gue dengar ada suara yang jatuh." ujar Reval dengan dinginnya.


"Ha? Suara ada yang jatuh? Kok kita nggak dengar apa-apa?" bingung Yoga yang diangguki oleh kedua teman-temannya.

__ADS_1


Bukannya menjawab, Reval malah meninggalkan kedua pria itu dan menuju anak tangga. Dan yang pertama kali di lihat oleh Reval saat menuruni anak tangga adalah Syafira yang tengah mencari sesuatu di pertengahan anak tangga itu. Reval pun melirik ke lantai dasar anak tangga itu dan mendapatkan tongkat Syafira yang tergeletak di sana.


Dengan cepat Reval pun menuruni anak tangga itu dan melewati Syafira begitu saja. Sesampainya di lantai dasar anak tangga, Reval pun langsung mengambil tongkat itu. Lalu, dia pun kembali menaiki anak tangga itu, namun hanya sampai di hadapan Syafira.


Reval pun membungkukan badannya di hadapan Syafira yang tengah terduduk sambil berusaha meraba-raba lantai anak tangga itu. Dan Reval pun menyodorkan tongkat itu ke hadapan Syafira, ketika Syafira mencoba meraba-raba di hadapannya.


Flashback off


Syafira yang mendapatkan tongkatnya pun langsung tersenyum dan memberhentikan pergerakan meraba-rabanya. "Syukron," ujar Syafira sambil mengambil alih tongkat itu. Dan setelahnya, Syafira pun berusaha untuk berdiri dengan bantuan tongkatnya itu.


"Iya," jawab Reval singkat, masih tetap dengan dingin, lalu lewat begitu saja dari hadapan Syafira. Dan Reval pun kembali menaiki anak tangga itu menuju kelasnya.


Teman-teman Reval yang melihat hal itupun langsung merasa bingung. "Hanya demi Syafira, dia rela berlari-lari menuruni anak tangga?" tanya Yoga tidak percaya menatap yang tengah terjadi di hadapannya ini.


"Itulah cinta, cinta tak pernah memandang kekurangan. Ya nggak, sih?" timpal Ekal yang menatap kejadian di depannya ini dengan dramatis.


"Goblok kalian semua," seru Vino begitu saja.


"Lah, kenapa goblok, kan memang itu faktanya, Vino Adijaya." ujar Ekal sambil menoyor kepala sahabatnya itu.


"Iiihh ... nama gue bukan Vino Adijaya, tapi Vino Govaldi." celetuk Vino dengan membalas toyoran yang diberikan oleh Ekal tadi.


"Reval, lihat ke belakang!" teriak Yoga tiba-tiba saja. Sehingga, membuat kedua pemuda yang tengah bertengkar itu langsung menatap ke arah Yoga.


"Ada apa, Ga?" tanya Ekal terkejut. Bukannya menjawab, Yoga malah menunjuk ke arah Syafira yang memegangi kepalanya dan hampir oleng.


Reval yang mendengar teriakan dari Yoga itupun langsung saja menghentikan langkahnya dan membalikan badannya ke belakang. Melihat Syafira yang sudah begitu pucat dan Syafira yang tengah memegangi kepalanya, serta hampir kehilangan keseimbangannya, dengan segera Reval berlari menuruni anak tangga itu, menuju Syafira. Dan ...


Brukkk!!

__ADS_1


__ADS_2