Penjaga Setia Di Kala Kubuta

Penjaga Setia Di Kala Kubuta
Salah Arah


__ADS_3

...Ada kalanya di mana ketakutan malah membuat kita berada di jalan yang salah....


.........


Dengan begitu semangat dan bahagianya, sosok gadis berbaju SMA itupun melangkahkan kakinya menuju tingkat ketujuh dari gedung tua ini. Yang mana tingkat ketujuh itu adalah sebuah roftop. Dan di gedung ini tidak ada siapa-siapa selain hanya mereka, yaitu Grasella, dan para lelaki bertubuh tegap itu, beserta sosok Syafira yang kini tengah terkulai lemas di sebuah kursi dengan terikat oleh tali yang melilit tangan beserta kakinya. Jangankan di gedung itu, bahkan di dekat sini saja tidak ada siapa-siapa selain mereka semua.


Dengan senyuman menyeringai, Grasella yang baru saja sampai di roftop itupun langsung saja menghampiri Syafira yang belum juga sadarkan diri sampai sekarang ini.


"Siram dia!" suruh Grasella dengan begitu tegasnya. Sosok lelaki yang mendapatkan perintah itupun langsung mengangkat ember yang sejak tadi berada di bawah kakinya.


Byur!


Syafira pun basah kuyup, sehingga membuat dirinya langsung membuka mata dengan begitu sayunya. Berbeda dengan Grasella yang langsung tertawa melihatnya.


"Si-siapa kamu?" tanya Syafira dengan begitu lemahnya.


"Hello, nona Syafira!" sapa Grasella yang tak pernah luput dari senyuman sumringahnya.


"Si-siapa kamu? Lepaskan!" ujar Syafira yang mulai merasa ketakutan saat ini juga.


"Perkenalkan gue Grasella, adiknya Rendra. Gue rasa lo pasti kenal dia, bukan?" tanya Grasella dengan begitu santainya. Sedangkan, Syafira yang tengah diajak bicara itupun sudah merasa semakin ketakutan saat ini juga. Dengan tenaga yang dia miliki, Syafira pun berusaha untuk melepaskan ikatan pada pergelangan tangannya itu.


"Hei, lo mau ngapain? Mau dilepasin, ya? Iya? Hahaha ... tidak semudah itu Syafira!" tanya Grasella yang diakhiri dengan bentakkan sambil mencengkram kuat dagunya Syafira.


"Hikss ... ke-kenapa kamu melakukan ini?" tanya Syafira yang kini sudah mulai mengeluarkan air matanya.


"Hahaha ... bagus, nangis sekuatnya, nangis!"

__ADS_1


Plak!


Membentak dan menampar Syafira, ya itulah yang dilakukan oleh Grasella terhadapnya. Jujur saja, Syafira benar-benar tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi sekarang ini. Bukankah tadi dia ssedang di taman dan berniat ingin bertemu Reval? Lalu, sekarang di mana Reval? Kenapa dia tidak berada di sini? Di dalam kebingungannya itupun Syafira hanya bisa menangis dan meminta pertolongan pada Yang Maha Kuasa.


"Yaa Allah ... hamba takut, hikss ... hamba mohon, berikan hamba pertolonganmu dan kuatkan hamba, Yaa Allah ...." ujarnya di dalam hati sambil terus menangis.


"Hahaha ... gue nggak akan pernah biarin lo hidup lagi Syafira, cukup sampai di sini pria penghancur itu merasa bahagia. Dan mulai hari ini juga, gue akan buat dia kehilangan cintanya sendiri! Hahaha ...." ujarnya Grasella tiba-tiba, yang seketika itupun langsung membuat Syafira mengangkat kepalanya menatap Grasella dengan bingung. Bukan hanya menatap, namun Syafira masih saja berusaha untuk melepaskan ikatan itu.


"Pisaunya!" perintah Grasella dengan begitu tegasnya. Dan dengan cepatnya salah satu pria bertubuh tegap itupun langsung menyodorkan sebuah pisau yang terlihat begitu sangat tajam sekali.


Dengan senyuman sumringahnya, Grasella pun mengambil alih pisau itu, dengan menggosok pisau itu menggunakan salah satu jarinya. Lalu, menatap pisau itu dengan sangat senangnya.


"Lo liat, sekarang pisau ini udah ada di tangan gue. Maka dari itu, gue minta lo untuk menghitung mundur nyawa lo sendiri!" ujarnya Grasella, yang perlahan-lahan mulai melangkah untuk mendekat ke arahnya Syafira. Syafira yang melihat itupun seketika langsung menjadi semakin ketakutan.


Dengan tenaga yang besar, Syafira pun langsung mengeluarkan semua tenaga yang masih dia miliki saat ini untuk membuka ikatan tali pada pergelangan tangannya itu.


"Lo harus mati, Syafira!" teriaknya Grasella yang seketika itupun langsung menganggkat pisau itu dan ...


...


"Val, lo tenang dulu. Sebaiknya, sekarang lo cepat susul Syafira ke sana.  Biar Abang laporkan ke polisi dulu, setelah itu Abang akan menyusul dengan para polisi. Dan untuk itu, sekarang kamu gunakan saja mobil Abang, ini Val, cepat!" perintah Hafidz yang seketika itupun langsung diangguki oleh Reval, tanpa berpikir panjang terlebih dahulu.


Reval pun langsung mengambil kunci mobil yang diberikan oleh Hafidz untuknya dan berlari memasuki mobil Hafidz. Lalu, membawa mobil Hafidz dari hadapan mereka berdua, yaitu Hafidz dan Radisa.


Reval tidak tahu lagi sekarang, apakah dia bisa bertemu dengan Syafira lagi atau tidak. Reval benar-benar takut sekarang. Dia takut, jika dia akan kehilangan cintanya pada hari yang seharusnya akan membuat dirinya berbahagia, bukan seperti ini.


Tetes demi tetes, cairan bening itupun mulai berjatuhan dari kelopak matanya. Ya, kini Reval tengah menangis. Dia hanya takut, takut jika semuanya akan berakhir pada hari ini.

__ADS_1


"Sya, lo di mana? Gue mohob jangan tinggalin gue, Sya! Yaa Allah ... berikanlah hamba-Mu ini petunjuk Yaa Allah ...." ujar Reval yang masih fokus akan kemudia yang dia tancapkan dengan begitu kencangnya menuju satu-satunya bukit yang berada di kota ini.


...


Bugh.


Syafira pun langsung mendorong Grasella yang berniat ingin menusuknya tadi. Ya, setelah mengeluarkan tenaganya, Syafira pun berhasil melepaskan ikatan tali itu pada pergelangan tangannya. Dan di saat Grasella meringis kesakitan, Syafira pun mencari kesempatan itu untuk segera melepaskan ikatan pada kakinya.


"Jangan biarkan dia pergi!" teriak Grasella di sela-sela aduhan sakitnya.


"Baik, Bos." ujar semua pria yang bertubuh tegap itu. Dan Ya, Syafira yang awalnya sudah berniatkan akan pergi dari sana, seketika itupun langsung menjadi urung. Karena, dirinya kambali di tangkap oleh pria bertubuh tegap itu.


Syafira pun terus memberontak, namun mungkin karena tenaga yang dia miliki saat ini sangatlah kecil, sehingga membuat Syafira merasa kesulitan untuk melepaskan genggaman mereka semua dari tangannya Syafira.


"Lepaskan!" teriaknya Syafira.


"Hahaha ... lo nggak akan bisa ke mana-mana lagi, Syafira." ujar Grasella yang kembali tertawa bahagia sekarang.


"Lepasin saya!" bentak Syafira lagi yang terus mencoba untuk memberontak. Namun, tak kunjung terlepas juga. Sedangkan, kini Grasella sudah mulai mendekatinya dengan sebuah pisau yang dia pegang.


"Aww!!" jerit kedua laki-laki bertubuh tegap itu secara bergantian, tatkala Syafira malah menggigit kedua tangan pria bertubuh tegap itu.


"Sialan!" gerutunya Grasella, yang seketika itupun langsung berlari mengejar Syafira yang kini juga berlari dari hadapannya.


Oh, tidak! Syafira salah arah, ini bukan jalan menuju lantai dasar. Namun, ini adalah tempat yang akan membuat Syafira mati, walaupun bukan karena pisau itu. Syafira yang terkejut itupun seketika langsung membalikkan badannya dan mendapatkan Grasella yang kini tengah tersenyum sumringah kepadanya.


"Hayo, pilih yang mana? Mati sendiri atau gue yang membunuh, lo?" tanya Grasella dengan begitu santainya, sambil terus melangkah untuk mendekati Syafira. Syafira yang semakin di dekati itupun semakin merasa ketakutan, dan tanpa sadar dia pun malah semakin memundurkan dirinya dan alhasil ...

__ADS_1


"Syafira!"


"Aaa ...."


__ADS_2