
...Jangan mencintai kalau tidak berani memintanya kepada yang bertanggung jawab atasnya....
.........
Flashback on
"Sya, kalau gue boleh jujur, gue benar-benar merindukan lo. Gue yakin, lo berubah karena gue, 'kan? Gue udah kembali kok Sya, dan sekarang gue yang akan kembali menjadi mata lo, meski lo udah mendapatkan mata lo lagi. Tapi, sayangnya, lo ceroboh Sya, hahaha ...."
Setelah berujar seperti itu, tiba-tiba saja pundak Reval di tepuk oleh seseorang. Membuat pemuda itu seketika terpelonjak kaget dan membalikkan badannya menghadap orang yang sudah mengejutkannya tadi. "Astaghfirullah ...." lirihnya Reval, sambil mengusap dadanya secara perlahan-lahan.
"Reval, bukan?" tanya orang itu spontan.
"Bang Hafidz?" terkejut Reval.
"Kapan pulang, Val?" tanya Hafidz.
"Tadi pagi, Bang."
"Ouhh ... Abang kira udah lama di rumah." ujar Hafidz yang diakhiri dengan kekehan kecilnya.
"Hehehe ... nggak, Bang." timpal Reval yang juga ikut terkekeh.
"Oh iya, lo ngapain di sini?" tanya Hafidz yang merasa sedikit bingung.
"Ouh ... ngantarin Bunda, Bang. Abang sendiri ngapain?" tanya balik Reval.
"Ouh gitu, itu ... Abang mau jemput Syafira." jelas Hafidz.
"Ouhh ... eh, tapi Syafiranya barusan aja masuk, Bang." ungkap Reval, yang baru saja teringat dengan Syafira.
__ADS_1
"Loh, kalian udah ketemu? Trus, gimana reaksinya Syafira?" tanya Hafidz yang mulai kepo.
"Ya ... dianya kelihatan kesal banget Bang, sama gue." jawab Reval jujur dan diakhiri dengan kekehan kecil darinya.
"Loh, kok bisa?"
"Ya, soalnya tadi itu Syafira jatuh di depan Reval, trus dianya kaya habis nangis gitu. Dan dia juga kelihatan bingung dengan Reval. Namun, mungkin karena belum pernah liat Reval, mangkanya dia nggak mengenal Reval, apalagi sekarang Reval pakai masker. Dan ya, akhirnya dia mutusin buat pergi, namun sebelum itu Reval udah narik tali tasnya duluan, mangkanya dia merasa kesal. Apalagi, tadi Reval nggak mau lepasin tali tasnya. Jujur Bang, adek Abang itu lucu banget sekarang." jelas Reval panjang kali lebar, wkwkwkqk. Memang cari luas persegi panjang apa? Pakai rumus panjang kali lebar segala.
Oke next ...
Hafidz yang mendengar penjelasan dari Reval itupun juga ikut terkekeh mendengarnya. Namun, tidak lama kemudian dia pun kembali membuka suaranya. "Hahaha ... eh, tapi kenapa nggak lo bilang aja kalau itu lo?" tanya Hafidz, kembali merasa bingung. Jujur, Reval sendiri juga merasa bingung untuk menjawabnya.
Hafidz yang tidak mendapatkan jawaban itupun langsung menepuk pundak Reval dengan pelan. "Val, kenapa?" tanyanya. Reval yang awalnya menunduk pun akhirnya kembali menegakkan kepalanya, menatap Hafidz dengan serius. "Hmm ... Bang, Reval mau jujur sama Abang." ujarnya kembali membuka suara. Mendengar itu, spontan membuat Hafidz langsung mengernyitkan dahinya.
"Hmm ... sebenarnya, selama ini Reval sudah menyimpan rasa sama adek Abang. Tapi, Reval takut, jika adek Abang bakalan nolak Reval. Karena, selama Reval membantunya untuk menjadi matanya, dia sepertinya tidak menyukai Reval sama sekali. Mangkanya, Reval lebih memilih untuk menjauh dan menepati janji Reval pada sahabat Reval yang ada di asrama." jelas Reval lagi.
Hafidz pun tersenyum mendengar penjelasan Reval ini. Dia tahu, Reval memang benar-benar tulus mencintai adiknya. Hanya saja, karena rasa takut, mangkanya dia lebih memilih untuk menjauh dari adiknya. Buktinya saja, dulu ketika Syafira terluka Reval sampai rela untuk mengorbankan kondisinya yang jelas-jelas phobia akan darah. Kembali ditepuknyalah pundak Reval secara lembut.
Reval yang mendengar hal itupun, seketika langsung terpelonjak kaget. Dia tak akan mengira, bahwa Hafidz akan merestuinya secepat itu untuk menjadi iparnya. (Aish ... bahagia kamu ya, Val-val, wkwkwkq) Dengan senyuman yang merekah Reval pun membuka suaranya lagi. "Jadi, Abang udah ngerestuin Reval?" tanya Reval tidak percaya.
"Kalau kamu bakalan nikahin Syafira." timpal Hafidz dengan tegasnya.
"Insya Allah, Reval siap, Bang." jawabnya mantap.
"Oke, Abang tunggu kehadiranmu secepatnya."
"Ha? Kehadiran maksudnya, Bang?" Jujur, Reval benar-benar tidak mengerti.
"Hadeh ... maksud Abang, khitbahmu Reval." Dengan menyengir kuda Reval pun menggaruk tengkuknya yang terasa tidak gatal.
__ADS_1
"Oke Bang, tapi ...." ujar Reval dengan sedikit ragu.
"Kenapa, Val?"
"Abang jangan bilang ke Syafira kalau Reval bakalan nikahin dia ya, Bang." ujar Reval yang kembali serius.
"Loh, kenapa?
"Reval maunya pernikahan ini rahasia, karena Reval takut jika Syafira tidak akan mau menerima pernikahan ini. Maka dari itu, sebelum itu, Reval akan merebut hati Syafira dengan cara halal, yaitu dengan memintanya sama Abang, di waktu akad nanti." jelas Reval mantap.
"Baiklah, Abang akan berusaha untuk menyembunyikan pernikahan kalian. Namun, Abang tidak bisa janji, jika suatu saat nanti bila terjadi kesalah pahaman." setuju Hafidz.
"Iya Bang, terima kasih, ya." ungkap Reval dengan sangat senangnya. Dan Hafidz pun menganggukkan kepalanya sebagai respon.
"Sya, gue janji, gue bakalan menjadi mata lo lagi, dan bakalan buat hidup lo bahagia untuk selama-lamanya. Dan maafin gue, karena gue harus merahasiakan pernikahan kita dulu. Karena gue nggak mau lo nolak pernikahan kita ini. Maaf, Sya." lirihnya Reval di dalam hati.
"Yaudah Val, Abang telefon Syafira dulu, ya." kata Hafidz dan langsung diangguki oleh Reval. Dan langsung saja Hafidz melepon adiknya yang tengah berada di dalam panti asuhan itu, untuk mengabari adiknya, kalau dia sudah ada di luar panti asuhan sekarang ini.
Setelah menelepon Syafira tadi, Hafidz pun kembali menatap Reval dengan serius. "Oh iya Val, soal khitbah, kapan kamu akan datang? Biar nanti Abang bisa pastiin, kalau Syafira bakalan tidak tahu tentang pernikahan kalian." tanya Hafidz.
"Insya Allah, besok Reval bakalan datang ke rumah, Bang." jawab Reval mantap.
"Yaudah, besok Abang kabarin lagi. Biar nggak bertepatan dengan keberadaan Syafira di rumah." timpal Hafidz dan Reval pun hanya menganggukkan kepalanya pertanda setuju. Dan tidak lama kemudian, Syafira dan Riska pun mulai menampakkan dirinya keluar dari panti asuhan itu.
"Eh Val, itu Syafira dan Bunda kamu udah keluar, tuh." tunjuk Hafidz kepada dua orang wanita yang sedang berbincang ria di setiap langkahnya. Reval yang memang sedari tadi sudah mengobrol dengan Hafidz pun langsung terkejut saat melihat Syafira yang mulai mendekat ke arah mereka.
"Yaudah Bang, kalau gitu gue ngumpet dulu. Dan soal tawaran Reval tadi, jangan lupa segera kabarin Reval ya, Bang. Reval tunggu jawabannya," ujar Reval dengan begitu semangatnya. Lalu, sebelum Syafira melihat kehadirannya di sini, dengan cepatnya Reval pun langsung bersembunyi di belakang mobilnya yang memang terparkir di sebelah mobilnya Hafidz.
"Abang, udah lama, ya?"
__ADS_1
Flashback off