Penjaga Setia Di Kala Kubuta

Penjaga Setia Di Kala Kubuta
Inilah Takdir-Nya untuk Kita


__ADS_3

...Jangan pernah merasa sedih dan kecewa akan satu musibah saja, namun tetaplah bersabar dan harapkanlah semuanya pada-Nya, karena hanya Allah yang akan dapat membantumu....


...___________...


...~Reval & Syafira~ ...


.........


Setelah sholat subuh tadi, Syafira pun langsung membantu Reval untuk mengelap badannya. Awalnya, Syafira memang tidak mau, namun karena Reval memaksa untuk akan mandi sendiri di kamar mandi, maka dari pada terjadi yang tidak-tidak di dalam kamar mandi nanti, jadi lebih baik Syafira pun menuruti kemauan Reval tersebut, walaupun terpaksa.


"Udah nih, Val." ujar Syafira baru saja selesai mengaitkan kancing bajunya Reval.


"Hmm ...." dehem Reval, yang hanya sibuk dengan ponselnya tanpa mempedulikan Syafira.


"Hanya deheman? Astaghfirullah, Reval!" jerit Syafira di dalam hatinya. Lalu, dengan perasaan kesal, Syafira pun langsung beranjak dari sana, bersamaan dengan ember kecil yang masih berisi sedikit air di dalamnya.


"Eh?" terkejut Syafira, yang saat itu juga langsung tertarik ke belakang dan ember yang ditangannya itupun langsung bergoyang, sehingga membuat air yang ada di dalamnya langsung bertaburan keluar.


"Lo marah?" tanya Reval. Ya, Syafira tertarik karena ulahnya Reval. Dan kini, posisi mereka itu sangat dekat, sehingga membuat pandangan mereka berdua langsung bertemu, dan terjadilah tatap-tatapan.


"Astaghfirullah!" Tiba-tiba saja pintu ruangan itupun terbuka, menampilkan lima orang manusia yang tak lain adalah Kayla, Rangga, Vino, Yoga, dan Ekal. Dengan cepatnya kelima manusia itupun langsung menutup mata mereka menggunakan telapak tangan mereka masing-masing.


Reval dan Syafira yang melihat hal itupun sontak langsung terkejut tatkala itu. Dengan buru-burunya, Syafira pun langsung bangkit dari posisinya sekarang ini. Lalu, dengan cepatnya Syafira pun langsung berlari ke dalam kamar mandi bersamaan dengan ember yang masih berada di tangannya.


"Cih, kalian ini ganggu saja!" gerutunya Reval yang merasa sangat kesal.


"Ha? Bukan kami yang salah, Val. Tapi, kalian aja yang nggak tahu tempat." tegas Rangga merasa tidak terima.


"Huh ... ngapain kalian ke sini?" tanya Reval dengan begitu dinginnya.


"Ga, ini teman lo nggak pernah dipanasin ya, sewaktu di asrama?" tanya Vino dengan tampang sok polosnya kepada Rangga yang berada di sampingnya saat ini.


"Hmm ... maybe," jawab Rangga seadanya, sambil memasang tampang memelasnya.


"Pantasan aja 'tu anak nggak ada berubah-ubahnya, dan bahkan sekarang aja udara di sini menjadi sangat dingin sekali." jawab Vino sambil berjalan memasuki ruangan rawatnya Reval dengan melihat-lihat seisi ruangan ini dengan begitu santainya.


"Eh, awas!" seru Syafira di saat dirinya baru saja keluar dari kamar mandi.


Sleett ...


"Aduh ...."

__ADS_1


Brugh!


"Aww!"


Melihat pemandangan Vino yang terjatuh itu, seketika semuanya pun langsung tertawa melihatnya. Terlebih-lebih lagi Reval yang tak pernah berhenti untuk tertawa melihat sahabatnya yang terpeleset itu.


"Kejam kalian semua! Bukannya nolongin, malah nertawain gue. Aww ...." ujar Vino yang berusaha untuk berdiri seorang diri. Sedangkan, mereka semua pun hanya menatap Vino sambil menahan tawa mereka masing-masing.


"Ini lagi, kenapa lantainya basah kaya gini coba?" gerutunya Vino yang tiada habisnya memaki sosok lantai yang sebenarnya tidak tahu apa-apapun.


"Hehehe ... maaf No, tadi ada air yang ketumpahan di lantai dan air itu bekas air mandi." ujar Syafira yang seketika itupun langsung membuat semua orang tertawa terbahak-bahak, kecuali Vino.


"A-air mandi? Be-bekas siapa?" tanya Vino yang begitu terkejutnya.


"Gue," Bukan Syafira yang menjawab, namun Reval yang dingin itulah yang menjawabnya.


"Ha? Lo-lo mandi di sini?" tanya Vino yang benar-benar terkejut saat ini juga.


"Iya," jawab Reval dengan singkatnya. Namun, jawabannya itupun langsung mendapatkan plototan tidak percaya dari kelima manusia itu (Vino, Rangga, Kayla, Yoga, dan Ekal.)


"Be-berarti ka-kalian?" ujar kelima manusia itu serentak. Reval yang mengerti akan jalan pikir temannya inipun langsung tersenyum licik dan mengedipkan sebelah matanya kepada Syafira.


Syafira yang tidak tahu apa-apapun langsung saja mengekspresikan wajahnya seperti bertanya "apa".


"Ha?" Lagi-lagi mereka berlima pun langsung terkejut. Dan tentu saja hal itu sangat membuat Syafira yang polos itu merasa benar-benar kebingungan saat ini.


"Ja-jadi ka-kalian be-belum ngapa-ngapainkan?" tanya Yoga yang mulai membuka suaranya.


"Ha?" Baru saja Reval akan menjawab, namun Syafira sudah duluan membuka suaranya karena merasa terkejut.


"Hehehe maaf Sya, kita salah paham." cengir semuanya yang diwakilkan oleh Vino untuk berbicara.


"Iih ... kalian ini." gerutunya Syafira dengan begitu kesalnya.


...


Waktupun terus berjalan berjalan. Tiga hari di rumah sakit telah dilalui oleh sosok Reval. Dan pada hari ini dia akan masuk lagi untuk kuliah. Karena Reval benar-benar tidak mau Syafira sampai kenapa-kenapa lagi. Maka begitu, jika dia masuk kuliah, maka dia akan bisa menjaga Syafira setiap saat, apalagi mereka memiliki satu jurusan sekarang.


"Iihh ... Mas, kamu jangan masuk kuliah dulu, liat tangan kamu aja belum sembuh. Nanti kalau kamunya kenapa-napa gimana?" ujar Syafira dengan begitu kesalnya, di saat dia melihat Sang Suami yang tengah merapikan rambutnya di depan cermin.


Kalian bertanya soal panggilan Syafira ke Reval? Nah, jadi gini, sebenarnya mereka berdua itu sudah memutuskan untuk mengganti panggilan mereka berdua. Yaitu, dengan Syafira yang memanggil Reval dengan sebutan "Mas". Dan Reval yang memanggil Syafira dengan sebutan "Dek Sya", serta dengan mengubah gaya bicaranya terhadap Syafira yang biasanya berbicara dengan "lo dan gue" dan sekarang dengan "aku dan kamu".

__ADS_1


"Dek, Mas nggak apa-apa kok. Lagian, Mas juga udah bosan istirahat mulu sejak kemarin. Dan Mas cuma nggak mau terjadi sesuatu sama kamu nantinya." jelas Reval dengan begitu lembutnya dan tak pernah lupa dengan memberikan usapan lembut pada kepalanya Syafira yang tertutup oleh khimar berwarna pinknya.


"Tapi, Mas ...."


"Dek Sya, dengerin Mas. Selagi kamu baik-baik aja,"


"Maka Mas juga akan baik-baik aja." sambung Syafira dengan begitu comelnya. Ya, sejak empat hari ini kata-kata itulah yang selalu dilontarkan Reval untuk dirinya. Sehingga, membuat Syafira sudah hafal dengan kata-kata itu.


"Aduh ... istri siapa sih, Dek. Menggemaskan sekali ...." ujar Reval yang seketika itupun langsung menarik kedua pipi Syafira dengan begitu menggemaskannya.


"Ihh ... sakit, Mas." gerutunya Syafira yang langsung menghempaskan kedua tangan Reval di pipinya.


"Aduh sakit ya, yaudah sini dulu." ujar Reval yang setelah itupun langsung mendekatkan wajahnya pada pipinya Syafira dan ...


"Mas!" teriak Syafira di saat Reval sudah berani-beraninya mencium pipinya begitu saja.


"Tapi, nggak sakit lagikan Sayang?" teriak Reval dari luar kamarnya itu, sambil terkekeh geli.


Syafira yang mendengar teriakan itupun hanya bisa memasang wajah kesalnya. Lalu, dia pun langsung mengambil tas ranselnya dan mulai melangkahkan kakinya ke luar dari kamarnya Reval itu. Ya, mereka berdua kini tengah menginap di rumahnya Riska, atas permintaan dari Riska sendiri.


...


"Dek, jangan ngambek terus, dong." bujuk Reval, di saat mereka sudah berada di dalam mobil sekarang ini.


"Ya Mas sih, siapa suruh bikin aku bad mood?" ujar Syafira masih saja merasa kesal dengan suaminya ini.


"Yaudah, Mas minta maaf, deh." ujar Reval yang masih saja fokus mengemudikan mobilnya.


"H- eh Mas, ini kok kita nggak ke arah kampus, ya?" tanya Syafira merasa kebingungan. Karena jalan ke kampus mereka itu adalah belok kiri, namun Reval malah membelokkan mobilnya ke arah kanan, dan tentu saja Syafira merasa bingung akan hal itu.


"Kita ke makam umi dan abi dulu, ya." ujar Reval dengan begitu lembutnya.


"Ha? Mas serius? Makasih, Mas!" jerit Syafira yang spontan langsung memeluk suaminya itu dari samping dan tidak lupa dengan memberikan Reval hadiah kecupan pada pipinya Reval.


"Udah mulai nakal, ya?" ujar Reval sambil mencoel hidungnya Syafira dan terus fokus dengan menyetirnya, walaupun Syafira kini sedang bergelayut manja pada lengannya.


Dan tidak butuh waktu lama untuk segera sampai di sana. Karena pada akhirnya, mereka berdua pun telah sampai di pemakaman kedua orang tuanya Syafira. Dan langsung saja mereka berdua turun dari mobilnya Reval, lalu mulai melangkah menuju pemakaman Almarhum Reza dan Almarhumah Putri. Namun, sebelum menuju pemakaman terlebih dahulu Reval mengajak Syafira untuk membeli mawar tabur dan setelah itu, barulah mereka ke sana.


Rindu, ya itulah yang dirasakan oleh Syafira, dan begitu sebeliknya dengan Reval. Yang andai katanya kajadian itu sama sekali tidak pernah terjadi, maka dia juga tidak akan pernah mengalami ini semua.


Namun, inilah takdir. Dia mendatangkan musibah, namun dia juga mendatangkan kisah cinta antara Reval dan Syafira. Dari kesedihan yang berawal dengan keegoisan dan kelupaan pada-Nya, lalu berujung dengan sebuah kebahagian yang Dia berikan dan menganugerahkan sebuah kasih sayang dan rasa cinta dari seseorang yang tidak akan pernah mereka duga selama ini. Masya Allah ...

__ADS_1


Wallahu A'lam Bishshowab, Allahu Akbar! Allah yang tahu semuanya dan Allah lah yang telah menentukan semuanya akan takdir dan perjalanan hidup sosok hamba-Nya. Bersabar dan tetap yakinlah pada-Nya, bahwa Dia akan selalu ada bersamamu dan memberikan nikmat yang tak pernah kau duga sebelumnya. Aamiin ... Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin ...


...~End~...


__ADS_2