Penjaga Setia Di Kala Kubuta

Penjaga Setia Di Kala Kubuta
Pingsan


__ADS_3

...Hatiku hanya ada satu dan berarti hatiku hanya milik satu orang, bukan banyak orang....


.........


Brukkk!


Syafira pun akhirnya kehilangan keseimbangannya dan tidak sadarkan diri di pangkuannya Reval. Yoga, Vino, dan Ekal yang melihat itupun langsung berlari menuruni anak tangga, menuju Reval dan Syafira berada. Telihat jelas dari ekspresi keempat pria itu, bahwa mereka merasa khawatir dengan Syafira yang tiba-tiba saja pingsan.


"Val, sebaiknya lo bawa Fira ke UKS, deh." saran Yoga.


"Lah, kok cuma dia aja?" tanya Vino dengan polosnya.


"Yaudah lo ikut sono, dan lo Kal, ikut gue!" suruh Yoga yang langsung diangguki oleh Ekal. Dan begitu juga oleh Reval yang langsung memangku tubuh Syafira dan membawanya ke UKS.


"Lah, kalian mau ke mana?" tanya Vino dengan berteriak kepada Yoga dan Ekal yang sudah pergi menaiki anak tangga, menuju kelas mereka.


"Mau nyamperin Dedek Emes." ujar Yoga asal-asalan. Sebelum akhirnya dia pun sampai di lantai tiga.


"Ha?" terkejut Vino yang malah bingung akan perkataan Yoga.


"Ah, bodohlah ...." ujarnya yang setelah itu langsung mengejar Yoga dan Vino, bukannya mengejar Reval yang sudah berada di lantai dasar.


...


Setibanya di UKS, Reval pun langsung membaringkan tubuh Syafira di atas brankar. Ungtung saja salah satu anak PMR tengah berada di sana, jadi Reval tidak perlu repot-repot lagi mencari guru pengurus UKS.


"Tolongin gue, tolong check keadaannya!" pinta Reval yang diangguki oleh gadis itu.


Gadis itupun mulai memeriksa Syafira. Dan setelah selesai memeriksanya, gadis yang bernama Laura itupun menghampiri Reval yang tengah duduk di sofa UKS.


"Maaf Kak, sepertinya kak Syafira lagi demam, mangkanya tadi dia bisa pingsan." jelas Laura.


"Hmmm ... baiklah terima kasih, ya." ujar Reval dengan menampilkan senyuman manisnya. Melihat senyuman itu, rasanya Laura ingin jongkrak-jangkrik saja sekarang. Namun, karena menjaga image, ya dia hanya mengangguk saja, lalu pergi dari sana, untuk menghindari jantungnya yang sudah berkonser ria.


"Fira," panggil Kayla yang tiba-tiba saja datang, setelah kepergian Laura dari ruangan UKS ini.


"Reval, bagaimana keadaannya?" tanya Kayla dengan penuh kekhawatiran sambil menghampiri Syafira yang terbaring tidak sadarkan diri.


"Dia hanya demam," jelas Reval seadanya.


Kayla yang mendapatkan jawaban dari Reval pun hanya bisa menatap sahabatnya ini. "Sampai kapan kamu akan egois pada dirimu sendiri, Fir? hikss ... hikss ...." ungkap Kayla yang benar-benar lelah dengan keegoisan sahabatnya ini.

__ADS_1


"Astaghfirullah, gue nggak nyangka kalau Dedek Emes bisa lari secepat itu." ujar Yoga, sambil mencoba menormalkan deru nafasnya karena sehabis berlari menuju UKS ini.


"Yaa Allah, kenceng banget larinya." ujar Ekal yang juga baru datang dan mencoba menormalkan deru nafasnya.


Kayla yang tengah dibicarakan pun sama sekali tidak peduli, karena yang dia pedulikan sekarang adalah keadaan Syafira, bukan kedua pemuda itu.


Oh iya, kalian pasti bertanya-tanya mengenai Vino, bukan? Nah, jawabannya adalah ...


Flashback on


Setibanya mereka di kelas, Yoga, Ekal dan Vino pun langsung menghampiri Kayla yang tengah sibuk dengan gadgetnya.


"Dedek Emes!!" panggil Yoga yang seketika membuat semua orang yang ada di dalam kelas itu langsung menatap Yoga dengan bingung, termasuk Kayla sendiri.


"Hehehe ... sorry-sorry, bukan kalian yang gue panggil, tapi Kayla. Jadi, kalian jangan ke-PD an dulu, ya." cengir Yoga yang berkata dengan asalan saja.


"Uuuuuuu ...." sorak semua orang, termasuk kedua teman Reval sendiri. Berbeda dengan Kayla yang malah memutar bola matanya dengan kesal.


"Ada apa?" tanya Kayla dengan dinginnya.


"Iiihhh ... Dedek Emes kok dingin benar sama Akang Oga." ujar Yoga dengan dramatisnya.


"Ck, bisa to the point, nggak?" tanya Kayla dengan ketusnya.


"Hmmm ... dosa? Apa peduli gue?" ujar Kayla dengan entengnya dan setelah itu, Kayla kembali menatap layar ponselnya dan tidak mempedulikan ketiga pria itu lagi.


"Goblok, lo nyinggung-nyinggung dosa sama orang yang udah tahu apa yang salah dan benar, dodol." maki Ekal yang langsung menoyor kepala sahabatnya itu.


"Aduh, sakit goblok, lo kebiasaan deh, noyor kepala orang sembarangan. Untung aja 'tu tangan nggak gue patahin." gerutu Yoga sambil mengusap-usap kepalanya yang habis kena toyoran Ekal.


"Oh, tidak bisa forguso, tangan gue nggak akan bisa lo patahin, karena ini tangan akan gue jaga baik-baik, seperti gue manjaga cinta gue pada Tuan Putri, gue." ujar Ekal dengan asal-asalnya.


"Idih, PD bener lo. Si Mak Comblang itu nggak bakalan mau sama lo yang tukang toyor kek gini." timpal Yoga mengejek.


"Eh, namanya itu bukan Mak Comblang, tapi Fina Aulia Putri." ujar Ekal tidak terima.


"Bo-" ucap Yoga yang langsung dipotong oleh Vino.


"Astaghfirullah, kalian mau debat atau mau kasih tahu tentang Reval dan Syafira, ha?" tanya Vino menengahi pertengkaran kedua pemuda itu. Kayla yang mendengar nama sahabatnya itupun langsung mengalihkan penglihatannya ke arah Vino.


"Sya-syafira? Ada apa dengan dia?" tanya Kayla yang sudah tampak khawatir.

__ADS_1


"Astaghfirullah, tuh kan gue lupa jadinya, gara-gara lo sih, Ga." tuduh Ekal begitu saja.


"Eh, enak aja lo nuduh-nuduh gue, jelas-jelas lo duluan, kok." ujar Yoga tidak terima.


"Bukan gue, tapi salah lo." ujar Ekal yang juga tidak terima disalahkan.


"Lo," timpal Yoga lagi.


"Lo," timpal Ekal lagi.


"Lo," timpal Yoga sekali lagi.


"Lo," timpal Ekal sekali lagi.


"Cukup!" bentak Kayla dan Vino berbarengan.


"Ha? Kalian bicaranya samaan?" terkejut Ekal dan Yoga bersamaan.


"Nggak penting banget. Cepat jawab, Syafira kenapa?" tanya Kayla sekali lagi.


"Reval membawanya ke UKS." ujar Vino singkat, tanpa penjelasan.


"Ha?" Kayla yang mendengar Vino berucap, kalau sahabatnya itu telah di bawa ke UKS, langsung saja merasa terkejut dan bingung.


"Ha ... pikiran Dedek Emes pasti udah ke mana-manakan?" ujar Yoga yang kembali asal-asalan.


"Ishhh ... maksud kalian gimana, sih?" kesal Kayla yang merasa tengah dipermainkan sekarang ini.


"Syafira pingsan dan dia dibawa ke UKS oleh Reval." jelas Ekal pada akhirnya.


"Astaghfirullah, Syafira!" jerit Kayla yang langsung berlari meninggalkan kelas dan menuju UKS.


Yoga dan Ekal yang melihat Kayla berlari meninggalkan kelas pun langsung menyusul Kayla, menuju UKS dengan berlari. Sedangkan Vino, dia malah diam di tempat dengan penuh kebingungan. Namun, tidak lama kemudian, dia pun ikut menyusul Kayla. Akan tetapi, Vino tidak berlari seperti kedua sahabatnya itu, melainkan hanya berjalan santai menuruni anak tangga itu, sambil bersiul-siul.


"Bodoh sekali mereka, ngapain lari-lari coba, kalau dengan jalan aja bisa sampai." ujarnya yang terus berjalan santai menuju UKS.


Flashback off


"Assalamu'alaikum, Vino Govaldi sudah sampai!" teriaknya begitu saja, ketika sampai di UKS. Mereka berempat yang tengah berada di dalam UKS itupun langsung menatap Vino dengan tajam, sedangkan Syafira masih setia dengan alam bawah sadarnya.


"Eh, kok kalian natap gue kayak gitu?" tanya Vino dengan polosnya.

__ADS_1


"Astaghfirullahal'adzim, Yaa Allah ... kenapa hamba harus memiliki sahabat yang ogebnya kaya gini?" ujar Yoga mendramatis. Namun, sama sekali tidak dipedulikan oleh siapa pun.


__ADS_2