
...Terima kasih karena telah hadir dan telah mengubah hari suramku menjadi cerah....
...…...
Perlahan-lahan, tapi pasti jari tangan Syafira pun bergerak. Membuat Kayla yang tengah menggenggam jari itu langsung menoleh ke arah Syafira.
"Fir, kamu sudah sadar?" tanya Kayla yang merasa senang.
Perlahan-lahan mata Syafira pun terbuka. Meski tidak bisa melihat, tapi Syafira tahu, bahwa Kayla yang ada di sampingnya sekarang ini. Syafira pun hanya bisa menampilkan senyumannya sebagai respon dari pertanyaan Kayla.
Reval, Yoga, Ekal, dan Vino pun akhirnya mendekat ke arah brankar Syafira. Tak ada sedikit pun ekspresi di wajah pria yang bernama Reval itu. Berbeda dengan ketiga teman yang sudah seperti sahabatnya itu, yang malah tersenyum tidak jelas.
"Wahhh ... sahabat Dedek Emes udah bangun." ujar Yoga yang langsung mendapatkan plototan dari Kayla.
"Gimana, enak tidurnya, Fir?" tanya Vino asalan.
"Mimpi apa aja tadi? Cerita dong!" ujar Ekal yang juga ikut asal-asalan.
"Astaghfirullah, ini orang memang goblok atau sengaja goblok, sih." kesal Kayla menatap ketiga pemuda itu.
"Ye ... Dedek Emes kok galak gitu, sih?"
Plakk!
Satu pukulan buku laporan UKS dari Kayla pun berhasil mendarat di kepalanya Yoga, membuat Sang Empu mengaduh kesakitan.
"Astaghfirullah, cewek kok sadis, ya?" ujar Vino mendramatis.
"Lo juga mau?" tanya Kayla dengan memamerkan buku laporan UKS kepada Vino. Sedangkan, Vino yang mendapatkan ancaman itu langsung mendramatis ketakutan.
"Aaa ... Babang Yoga, Dedek Emes kamu jahat, hiksss ... hiksss ...." ujarnya mendramatis sekali kepada Yoga.
"Pala lu," ucap Yoga yang tengah mengusap-usap kepalanya yang sakit.
"Iiihhhh ... Babang Yoga jahat." ujar Vino yang masih mendramatis.
"Lebay lu, ah." kata Ekal yang langsung membeleng kepala Vino.
Jika, mereka berempat berdebat tidak jelas, berbeda dengan Syafira dan Reval yang tengah mengobrol.
"Bagaimana keadaan lo sekarang?" tanya Reval yang masih dengan wajah coolnya. Reval pun ikut duduk di tepian brankar dekat kaki Syafira berada.
"Ka-kamu?" bingung Syafira yang sangat mengenali suara itu.
"Iya, gimana?" tanya Reval sekali lagi.
"Apanya yang gimana?" Bukannya menjawab, tapi Syafira malah bertanya balik kepada Reval, membuat Reval sedikit kesal dengan Syafira.
"Keadaan lo," jawabnya dingin.
"Ooh ... Alhamdulillah udah mendingan," timpal Syafira dengan menampilkan senyumannya. Aduh, andaikan Syafira tahu, kalau senyumannya itu mampu membuat jantung Reval berkonser ria.
__ADS_1
"Oh," ucapnya singkat. Lalu, setelah itu keterdiaman pun menghampiri mereka, sampai pada akhirnya Syafira kembali memulai obrolan mereka lagi.
"Afwan, kamu kenapa ada di sini?" tanya Syafira yang sedari tadi memang merasa bingung.
"Karena lo," jawab Reval singkat.
"Ha? Karena aku? Kenapa?" tanya Syafira yang semakin bingung.
"Tau," ujar Reval dengan entengnya.
"Ish ... yaudah, kalau nggak tahu ngapain masih di sini?" ujar Syafira yang sudah kepancing kesal.
"Ohh ... lo ngusir gue?" tanya Reval dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Ya, tapi tadi katanya kamu nggak tahu kenapa ada di sini, trus sekarang ngapain ada di sini? Emangnya kamu nggak belajar?" celetuk Syafira begitu saja.
"Suka-suka guelah, apa urusannya sama lo?" timpal Reval dengan tersenyum miring. Sedangkan, Syafira yang mendapatkan jawaban itu hanya bisa mendelik kesal, sebelum akhirnya Syafira pun berusaha merubah posisinya jadi duduk. Namun, karena tubuhnya terasa begitu lemah, akhirnya Syafira tidak berhasil untuk mengubah posisinya menjadi duduk.
Reval yang melihat kesusahan Syafira pun akhirnya membantu gadis itu. Walaupun Syafira menolaknya, namun Reval yang keras kepala tidak akan pernah mau diatur-atur oleh siapa pun, kecuali orang tuanya.
"Udah, lo diam aja." titahnya dengan dingin. Syafira pun hanya bisa pasrah dan menerima bantuan dari Reval. Dan akhirnya, Syafira pun berhasil merubah posisinya untuk duduk, karena bantuan dari Reval. Setelah membantu Syafira, Reval pun kembali duduk di tempat tadi dan menatap keempat manusia yang masih saja bertengkar di depannya.
"Udah selesai?" tanya Reval, ketika Yoga menatap dirinya. Yoga yang ditanya pun langsung cengengesan karenanya. Mereka bertiga yang melihat Yoga cengengesan, langsung menatap ke arah pandang Yoga. Dan ...
"Astaghfirullah ...." seru mereka bertiga serentak.
"Ha? Kenapa?" tanya Syafira yang ikut terkejut mendengar perkataan mereka bertiga.
"Maaf Fir, tadi aku sampai lupa, kalau kamu lagi sakit di sini." sesal Kayla.
"Udah, aku nggak apa-apa, kok. Kamu nggak usah khawatir kaya gitu." ujar Syafira meyakinkan sahabatnya itu, sedangkan Reval dia malah menatap sinis ketiga sahabatnya yang kini tengah menunduk itu.
"Maaf Val," lirih Ekal yang memberanikan dirinya untuk menatap sahabatnya itu.
"Iya Val, janji deh nggak bakalan ngulangin lagi." timpal Vino.
"Iya Val, gue juga." ucap Yoga.
"Iya apa?" tanya Reval yang masih dingin.
"I-iya gue nggak akan ngulangin hal itu lagi," jawab Yoga gugup.
"Hahahahaha ...." Namun, bukannya menjawab Reval malah tertawa lepas sekarang.
"Astaghfirullah, bego sekali kalian ini." ujarnya yang sudah berhenti tertawa. Sehingga, membuat ketiga pemuda itu mengernyit bingung.
"Ya, kali gue bakalan marah pada kalian." ujar Reval dengan santainya.
"Ta-tapikan, kami sudah berisik tadi?" ungkap Vino begitu polosnya, namun diangguki oleh kedua pemuda itu (Yoga dan Ekal).
"Siapa bilang?" Bukan Reval yang jawab, tapi Syafiralah, sehingga membuat keempat pemuda itu menoleh ke arah Syafira yang tengah menatap lurus ke depan, namun kepalanya sedikit melirik ke samping.
__ADS_1
"Kami," jawab Yoga, Vino, dan Ekal serentak.
"Hahaha ... nggak kok, tadi aku dan dia juga berisik." jawab Syafira jujur, namun mendapatkan pelototan dari keempat manusia itu (Kayla, Yoga, Vino, dan Ekal).
"Ha?" jawab mereka berempat serentak.
"Nggak-nggak, gue nggak ikut-ikutan, dia aja yang berisik sendiri, gue mah diam aja." ujar Reval menolak pernyataan dari Syafira.
"Ha? Bukanlah, tadi yang nanya itu siapa?" ujar Syafira tidak terima.
"Lo," jawab Reval singkat.
"Iiihh ... kan tadi kamu yang duluan, kok jadi aku, sih?" kesal Syafira.
"Ya, lo." jawab Reval singkat lagi.
"Nggak," tolak Syafira lagi.
"Ouuhhh ... nggak gue yang berisikkan?" ujar Reval dengan PD nya
"Ha? Ihhh ... bukan gitulah," ujar Syafira tidak terima.
"Oh ... trus lo yang berisik aja sendiri, iyakan?" putus Reval lagi.
"Iisshhh ... nggak gitu juga," gerutunya Syafira tidak terima.
"Terus?" tanya Reval dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Ya-" Belum sempat Syafira menjawab, namun Kayla sudah memotong pertengkaran mereka terlebih dahulu.
"Udah-udah, kalian nggak liat apa, ini udah jam berapa?" sela Kayla yang menunjuk jam dinding.
"Jam setengah sembilan," jawab Vino dengan santainya. Berbeda dengan Yoga dan Ekal yang terbilang anak paling rajin di kelas (rajin ganggu guru), langsung memelotot tak percaya.
"Astaghfirullah kayanya buk Jasmin nggak bakal kena gombalan kita nih, Kal." ungkap Yoga mendramatis.
"Hmmm ... iya-ya, huh ... maafkan kami ya, Buk." timpal Ekal yang juga ikut-ikutan dramatis.
"Isshhh ... kalian ini, bukannya belajar, tapi malah gangguin guru mulu." ungkap Kayla yang kesal.
"Eitsss jangan salah, tanpa kami, maka harimu tak akan terhibur." ujar Vino asal-asalan.
"Idihhhh ... kalian itu sama sekali nggak buat hari kami terhibur, tapi buat hari kami terganggu." ungkap Kayla dengan jujurnya.
"Udah deh, Dedek Emes ngaku aja." celetuk Yoga sambil tersenyum-senyum sendiri.
"I-" Kali ini, Syafiralah yang memotong perkataan Kayla.
"Kalau mau bertengkar terus, kapan kalian bakalan masuk kelas?" tanya Syafira.
"Astaghfirullah, yaudah aku ke kelas dulu ya, Fir. Assalamu'alaikum ...." pamit Kayla yang langsung keluar dari UKS dan diikuti oleh ketiga pria itu.
__ADS_1
Reval? Oh iya, tadi sewaktu mereka bertengkar dia sudah duluan keluar dari UKS. Maka dari itu, sekarang Syafira hanya sendirian di ruangan ini.