Penjaga Setia Di Kala Kubuta

Penjaga Setia Di Kala Kubuta
Syafira Hilang


__ADS_3

...Ketakutan pasti akan datang, ketika seseorang yang begitu berharga menghilang dari sampingmu....


.........


"Val, lo mau ikut Abang atau masih mau rahasiain ini semua?" tanya Hafidz ketika semua orang pun sudah pergi, kecuali mereka berdua, Riska, Alex, Reno, Kanya beserta anaknya dan para sahabat Reval dan Syafira.


"Hmm ... Reval mau ketemu Syafira dulu, Bang. Rindu, hehehe ...." ujarnya yang diakhiri dengan kekehan kecil.


"Yang baru nikah mah bebas!" sorak Vino, Ekal, Yoga, Rangga, Kayla, dan Reno secara bersamaan.


"Hahaha ... mangkanya, kalian cepatan nyusul, dong." ejeknya Reval yang langsung mendapatkan plototan tajam dari kelima sahabatnya itu.


"Hahaha ... yaudah Bang, kalau gitu Reval bareng Abang aja ya, soalnya tadi Reval nggak ada bawa mobil, hehehe ...." jelas Reval yang diakhiri oleh cengiran khasnya.


"Hmm ... yaudah, yuk!" setujunya Hafidz. Dan pada akhirnya, kedua pemuda itupun langsung berpamitan kepada semua orang yang ada di sana dan mulai meninggalkan pelantaran mesjid bersamaan dengan melajunya mobil Hafidz.


Di dalam mobil pun mereka berdua juga tidak banyak bicara, namun hanya kata-kata nasehatlah yang sejak tadi dilontarkan oleh Hafidz.


"Val, sekarang lo udah sah jadi suami adek gue. Dan itu artinya tugas Abang udah pindah ke elo. Maka dari itu, Abang harap lo bisa menjaga adik gue dengan kasih sayang. Jangan sampai dia meneteskan air matanya karena lo. Dan jangan berpikir untuk menyakitinya. Karena, jika sampai hal itu terjadi, maka lo sendiri yang akan tahu akibat." jelas Hafidz dengan begitu santainya. Namun, fokusnya tidak pernah lepas dari menyetirnya.


"Iya, Insya Allah, Reval akan ingat selalu kata-kata Abang itu. Dan mulai hari ini, Reval akan berusaha menjaga dan membuat Syafira bahagia, Bang. Karena, itulah tujuan pernikahan ini." timpal Reval yang diakhiri oleh senyuman merekahnya.


"Abang pegang kata-katamu," putus Hafidz, yang setelah itupun hanya ada keheningan di antara mereka semua.


...


Dengan langkah yang sedikit tergesa-gesa dan tidak sabaran, sosok Syafira pun menuju sebuah taman yang dikatakan oleh nomor tidak dikenali itu. Namun, saat sudah tiba di sana, Syafira malah menjadi bingung. Sebab, taman ini sama sekali tidak ada orang dan lebih tepatnya taman ini sepertinya sudah lama tidak pernah dikunjungi oleh siapa pun.


"Ke-kenapa ini begitu sepi? Lalu, Reval ada di mana?" tanya Syafira bermonolog.

__ADS_1


"Aaaap ...." teriak Syafira menjerit, tatkala mulutnya tiba-tiba saja dibekap oleh seseorang. Mungkin, sapu tangan itu telah diberi bius, maka dari itu, perlahan-lahan pandangan Syafira pun mulai mengabur dan berakhir dengan tidak sadarkan diri.


"Cepat buka pintu mobil!" perintah orang yang tengah membekap mulut Syafira itu. Dengan cepatnya sosok pria bertubuh tegap itu langsung membuka pintu mobil dan membantu pria tadi untuk memasukkan tubuh Syafira ke dalam mobil mereka.


Lalu, setelah memasukkan Syafira ke dalam mobil mereka, dengan cepatnya pun mereka ikut masuk ke dalam mobil itu dan segera membawa Syafira ke suatu tempat.


...


Kini, Reval dan Hafidz pun telah sampai di halaman rumahnya Hafidz. Dengan langkah yang bersemangat, Reval pun langsung turun dari mobilnya dan tak lupa dia kembali memakai maskernya. Sehingga, membuat Hafidz yang melihat itupun langsung mengernyit bingung akan kelakukan pemuda yang kini sudah menjadi adik iparnya sendiri.


"Kenapa pakai masker, Val?" tanya Hafidz to the point.


"Hehehe ... mau ngerjain adek Abang dulu." timpal Reval tanpa dosa.


"Loh?" Bukannya paham, akan tetapi Hafidz malah bertambah bingung sekarang.


"Nanti Abang juga tahu," ujar Reval dengan santainya.


"Assalamu'alaikum ... Loh, ini kok di kunci?" tanya Hafidz merasa heran.


"Eh, bukannya Syafira ada di rumah ya, Bang?" tanya Reval merasa bingung.


"Iya, mangkanya Abang juga heran. Apalagi pintu kayanya di kunci dari luar bukan dari dalam." jelas Hafidz dengan bingungnya.


Ntah kenapa, tiba-tiba saja perasaan Hafidz pun mulai terasa tidak enak sekarang. Dia takut jika Syafira kenapa-kenapa. Dengan cepat, Reval pun langsung meronggoh ponselnya yang ada di dalam saku celananya. Lalu, dia pun mencoba untuk menghubungi nomornya Syafira.


...


Di dalam mobil itu, Syafira belum juga sadarkan diri. Dan dengan santainya para pria yang bertubuh tinggi itupun fokus pada jalanan yang mereka lewati. Ini sangat buntu dan sangat sepi sekarang.

__ADS_1


Drttt ... drtt ... drtt ...


Tiba-tiba saja ponselnya Syafira berbunyi dari dalam selempangnya itu. Dengan sigapnya, lelaki bertubuh tegap itupun langsung meronggoh ponsel yang ada di dalam tas Syafira tersebut. Lalu, dengan cepatnya pria bertubuh tegap itupun langsung mematikan ponsel Syafira dan melemparnya ke luar mobil begitu saja.


...


"Loh, kok ditolak?" herannya Reval, namun dia pun kembali mencoba untuk menghubungi Syafira.


"Mohon maaf, nomor yang anda tuju sedang tidak aktif." kata operator yang ada di dalam ponselnya itu. Dan ya, kali inipun operator itu telah berhasil membuat Reval semakin khawatir.


"Gimana, Val?" tanya Hafidz memastikan. Dan dengan satu gelengan kepala Reval pun menjawab pertanyaan kakak iparnya itu.


"Yaudah, kalau gitu kita masuk saja dulu, siapa tahu Syafira memang lagi ada keperluan mendadak di luar, yuk!" ajaknya Hafidz dan diangguki oleh Reval. Mereka berdua pun langsung memasuki rumah Hafidz menggunakan kunci cadangan yang Hafidz punya sebelumnya.


...


Waktupun terus berlalu, sampai pada akhirnya waktu maghrib pun telah tiba. Namun, sampai pada saat ini, Syafira tak kunjung balik juga, membuat Reval menjadi semakin khawatir sekarang.


"Bang, apa sebaiknya Syafira kita cari saja? Soalnya, sedari tadi perasaan Reval nggak enak terus, Bang. Dan ini sudah maghrib, Bang. Nggak mungkin, jika Syafira nggak akan ngabarin Abang sampai sekarangkan?" tanya Reval dengan nada yang begitu khawatirnya.


"Hmm ... Abang setuju Val. Yaudah, kalau gitu sekarang juga kita cari Syafira." putus Hafidz yang seketika itupun langsung bangkit dari duduknya dan berjalan keluar rumah dengan diikuti oleh Reval. Namun, baru saja Reval dan Hafidz akan memasuki mobilnya Hafidz, tiba-tiba saja seorang gadis yang masih berumur 16 tahun langsung berlari ke arah mereka berdua dengan tergesa-gesa.


"Kak Reval!" teriak gadis itu. Reval yang dipanggil pun langsung saja mengurungkan niatnya untuk segera masuk ke dalam mobil itu.


"Ada apa, Rad?" tanya Reval menatap gadis yang berada di hadapannya ini. Dia adalah Radisa, sosok adik sepupu dari Reval. Dan Radisa juga adalah sosok sahabat bagi Grasella.


"I-istri kakak," ujarnya Radisa yang masih belum bisa mengatur deru nafasnya. Mendengar kata istri, Reval pun langsung menatap Hafidz dengan begitu terkejutnya dan begitu juga sebaliknya. Dengan perasaan yang mulai khawatir terhadap adiknya, seketika itu juga Hafidz pun langsung menghampiri Radisa dan Reval.


"Di mana adik saya?" tanya Hafidz dengan dinginnya.

__ADS_1


"Di-dia dalam bahaya, Kak." jawab Radisa yang semakin membuat kedua pemuda itu merasa sangat khawatir.


"Jelaskan semuanya, Rad!"


__ADS_2