Penyembuh Hatiku

Penyembuh Hatiku
Bab 11. Serunya di sini


__ADS_3

Selamat membaca...


Ruto sangat bersemangat melihat hijau hijaunya sayur mayur Sara.


"Kamu pupuk pake pupuk yang tadi?" Ruto mengingat ingat.


"Iya.. Aku pakai pupuk kandang aja kok.. Tapi suburnya kayak gini.. Untuk pestisida aku, cuma pakai sabun cuci piring sama tembakau." ujar Sara memetik kangkungnya.


"Oohh nanti aku coba tanam juga boleh gak?" Ruto ingin mencobanya juga.


"Boleh aja.."


***


"Haaahhh sudah aku bilang masakan kamu enak banget.." Puji Ruto tal ada habisnya.


"Udahlah, kamu buat aku besar kapala nanti.. Berat kepala dari badan 'kan gak enak" ngalor ngidul keduanya mulai lagi.


"Hei.. Ini siapa namanya?" Ruto memainkan bulu Nue.


"Nue.. Dia teman aku di sini.." Sara mencuci alat alat masaknya sambil melirik Ruto dan Nue.


"Dia cantik" Puji Ruto.


"Maaf, dia laki laki" sergah Sara cepat.


"Tahu dari mana kamu dia laki laki, orang bulu semua gini" Ruto mengangkat Nue mencari letak perbedaan laki laki dan perempuan seekor kucing.


"Nanti aku kasih tahu" Sara menggelengkan kepalanya.


"Kamu ini bener bener alien lagi.. Kucing aja gak tahu mana cowok mana ceweknya" Julid Sara dalam hatinya.


Hari hampir sore tapi yang Sara nanti tak kunjung tiba. Ia menunggu pesanannya tiba, tapi hingga detik ini juga belum datang.

__ADS_1


"Tunggu anak ayam kamu itu?" tebak Ruto yang sedang bermain dengan Nue.


"Heemmm bukan cuma anak ayamnya Ruto.. Tapi makanan, vitamin dan yang lainnya. Harusnya datang hari ini.. Huft.. Kalau gak ada gimana nanti ayam ayamnya besok kelaparan" resah Sara.


"Hmmm belum aja kali" Hibur Ruto.


"Hmmmm"


***


"Kamu yakin gak tahu di mana Nejira, kamu 'kan pacarnya, masa pacar sendiri gak tahu di mana, pacar macam apa kamu!!!" Bentak Oricima pada seorang gadi cantik dengan balutan baju kurang bahan.


"Maaf kak Ori, tapi Karin memang gak tahu di mana Nejira, Karin udah hubungi semua kawan Karin, siapa tahu ada yang liat Neji.. Tapi.. Gak ada yang tahu juga.. Karin juga sedih Kak" Rengeknya dengan air mata yang berlinang.


"Ck.. Wanita ini!" Kesal Oricima.


"Karin.. Karin akan usahakan cari Nejira sampe ketemu.. Karin yakin Karin yang akan duluan ketemu Nejira.."Dengan sesegukkan Karin mengucap janji.


"Tapi.. Tapi Karin sayang banget sama Nejira Kak" Rengeknya.


"Bodo amat. Amat aja gak bodoh tuh, bisa aja dia jadi sekuriti." Ledek Oricima.


"Hikkss hikkss.. Aku nyesal kak.. Aku harusnya temani Nejira pergi Dinas hari itu.. Tapi aku nolak karena takut ganggu dinasnya" wanita manja itu begitu sedih


"Huft.." Oricima meniup rambutnya hingga terangkat.


"Sudah selesai nangisnya cepat keluar ya.. Aku mau beli es krim" Oricima segera meninggalkan ruangan itu.


Karin melihat Oricima sudah meninggalkan ruangan, ia juga segera meninggalkan ruangan itu sambil menangis nangis.


Tapi saat tiba di mobilnya, semua air matanya di seka bersih.


"Kamu gak akan temukan Nejira Oricima.. Dia sudah gak ada" Ucap Karin datar.

__ADS_1


"Halo.. Aaahhh sayang.. Kamu di mana..? Ketemu yuuuukkk, kangen adekmu" Ucapnya sangat manja dan bergairah.


"Tempat biasa ya.. Eeemmm oke.. Yang cantik kok ini.. Mau lebih cantik? Oke.. Nanti aku pilih baju dinas dulu" Isi telponnya.


Karin rupanya wanita yang sangat licik dan bermuka dua. Di depan Oricima dan Nejira ia begitu polos. Terlepas dari sana ia bagaikan kucing penuh kutu, kegatelan pula dan minta garuk sana sini.


Tapi sepertinya Karin mengetahui apa yang terjadi pada pria malang 7 bulan yang lalu. Pria yang hingga kini di nyatakan hilang.


Mengapa Oricima bisa tidak mengetahui kecelakaan yang terjadi pada kembarannya itu.


Karena setelah pulang dari Dinasnya, Nejira tak mengabari siapa pun di sini bahwa ia sudah pulang, bahkan sang kakak sekali pun.


Ia memilih langsung ke apartemen Karin dan malah melihat hal yang tak wajar. Hingga kini di nyatakan hilanglah oleh anak buahnya. Ponsel dan barang menunjang Nejira tidak di temukan.


Karena hal itu, Oricima mengira ini adalah perbuatan saingan Nejira sendiri karena kejadian ini terjadi saat Nejira sedang Dinas. Padahal ia tidak tahu kalau sang adik sudah pulang Dinas lebih awal dari waktu yang tercantumkan.


Atau bisa di bilang kesalahan komunikasi di antara kembaran ini yang mengakibatkan masalah sebesar ini terjadi.


Pertama Nejira hilang, kedua Oricima menjadi korbannya, Oricima di bebankan dengan pekerjaan yang tak ia pahami sama sekali. Setiap malam ia berdoa untuk sang adik agar lekas di temukan.


Tapi bukan itu saja doanya, melainkan cepat di temukan agar ia segera dapat mejambaknya rambutnya dan memukulinya habis habisan. Selalu seperti itu doa yang di lantunkan Oricima.


Mungkin malaikat yang mencatat doa Oricima kebingungan ingin menambahkannya dalam daftar iman dan pahala atau daftar dosa dan maksiat.


Di sisi lain mendoakan kebaikkan untuk sang Adik kembaran, sisi buruknya karena ingin memukuli adiknya itu sendiri setelah di temukan. Kasian malaikatnya..


###


Wkwkwkw..


Cha...!!!!


Maaf author juga ikut tertawa

__ADS_1


__ADS_2