Penyembuh Hatiku

Penyembuh Hatiku
Bab 37. Kebersamaan


__ADS_3

"Sepeti melihat cermin sendiri" Lirih keduanya bersamaan.


Setelahnya mereka tertawa bersama sama sama. Oricima mengambil sisir dan di sisirnya terlebih dahulu rambut Nejira sang adik.


Sedikit bermain main dengan membuat gaya rambut bebas di rambut Nejira, mulai dari poni rata, hingga poni belah dua ala ala Mail.


Tak henti keduanya tertawa lepas melihat apa yang menjadi sangat lucu di lakukan bersama sama ini.


Lanjut setelah puas mengerjai sang adik, Oricima pasrah di lakukan bagaimana lagi oleh Nejira.


Benar saja, rambutnya di buat seperti jambul ayam, lalu seperti culun seluruh rambutnya dari atas hingga depan di belah dua.


"Nejira? Oricima?" Panggil Mama yang baru saja pulang dari kantor.


"Mama?" Sahut keduanya melihat kedatangannya.


"Wahh sudah pada mandi ya? Udah pake baju juga. Waaahh hebat ya jagoan jagoan Mama ini" Puji Mama.


"Iya, aku mau ke les bahasa Ma, yang sakit tanganku, aku masih bisa belajar Ma, aku bawa adek Nejira mandi, jadinya kami mandi sama sama. Nejira juga bantu Oricima pake baju" Jelas Oricima yang memang sangat aktif.


"Hahahaha iya kah? Kalian jadi sangat kompak ya" Mama memeluk kedua putranya.


"Ya udah, sekarang Mama antar Oricima ke tempat les dan Nejira mau ikut?" Tawar Mama.


"Aku 'kan gak mau les bahasa Inggris Ma, gak suka!" Ketus Nejira.


"Iya, Mama tahu kok ... Mama coba bawa Nejira untuk antar kak Ori aja. Abis itu Nejira bantuin Mama beli beli di supermarket!" ajaknya lagi.


"Aaahhh asik, itu Neji suka" seru Nejira.


"Apa serunya ke supermarket Nejira? Cuma ikut Mama jalan sana jalan sini, issshhhh capek!" Keluh Oricima saat ketiganya di dalam mobil Mama.


"Seru! Bisa liat mainan baru, suka liat mobil mobilan, suka cium bau buah buahan, nanti beli buah semangka ya Ma! Buah semangka du kulkas abis! Nejira mau Ma!" Pintanya.


"Hahaha iya sayang, Ori mau pesan apa? Nanti Mama dan Neji beli deh"

__ADS_1


***


Malam hari tiba di rumah berukuran besar ini, kedua kembaran ini sedang sibuk dengan mainannya masing masing, Nejira dengan mobil mobilannya, sedangkan Oricima dengan PRnya.


Tapi tiba tiba saja lampu di ruangan itu mati. Keduanya sama sama mendelik terkejut.


"Lhooo kok mati lampu? Gak biasanya!" Ucap Oricima.


"Nejira mana kamu?" Panggil Oricima


Tiba tiba lampu mobil mobilan Nejira menyala sebagai penerang mereka.


"Aku di sini?" Dengan tangan yang masih di sangga bidai, Nejira berjalan dengan mobil ke arah Oricima.


"Sayang?" Panggil Papa.


"Pa? Kok mati lampu Pa? Selama ini kita gak pernah mati lampu" Beo Oricima.


"Sayang sayang Papa, maaf ya sepertinya terjadi konsleting listrik, mau gak mau di padamkan dulu lampu lampunya, nanti kalau udah baik lagi, lampunya idup kok" Jelas Papa.


"Eemm Oricima PR kamu udah selesai sayang?"


Tanya Papa.


"Belum Pa, tapi tinggal 2 nomer aja kok" pemar Oricima.


"Wah baguslah, kerjakan pagi nanti aja ya! Nejira ayo tidur ya" Imbuh Papa.


"Eeemmm" Keduanya bersamaan.


***


Sedikit menyecekam di kamar yang gelap dengan hanya penerangan lampu tidur khusus.


Nejira merasa sedikit takut berada di kamarnya sendiri, sedangkan Oricima di kamarnya sendiri hampir terlelap.

__ADS_1


Tiba tiba ia mendengar langkah kaki mendekat pintu juga bergerak terbuka pelan pelan. Oricima kira itu adalah Mama atau Papanya tapi tidak terlihat siapa pun di sana.


"Siapa itu?"


"Ori?" terpanggil nama Oricima. Suara menyerupai anak kecil juga sepertinya.


"Siapa itu?" Tanya ulang Oricima mulai merasa takut.


"Aku" Nejira timbulkan kepalanya dari pinggiran pintu.


"Lhaaaa kamu! Buat takut aja! Kenapa?"


"Aku ... Aku takut Ori!"


"Gelap?" Tanya Oricima dan bangkit dari baringnya.


"Iya, aku takut gelap. Sebelumnya gak pernah gelap gini, 'kan aku jadi takut" rengek Nejira.


"Iya udah ayo tidur sini sama aku, tempat tidur ini muat berdua kok" Usul Oricima tak keberatan.


"Makasih Ori"


Malam itu di lalui bersama di satu tempat tidur yang sama. Setelah sekian lamanya setelah kedunya mengerti dan memiliki keinginan untuk tidak tidur bersama, tapi malam ini keduanya memilik tidur bersama seperti bayi.


Papa dan Mama mencari Nejira yang tak ada di kamarnya, setelah mencari ke seluruh rumah, mereka baru ingat kamar Oricima. Mereka mengintip dan di sinilah mereka. Baik Nejira maupun Oricima tak mengingat sama sekali. Karena keduanya saling memeluk lengan yang sedang sakit itu.


3 bulan berlalu, tangan keduanya membaik. Saat itulah keduanya sadar dan mengerti satu sama lain. Pernah merasakan sakit yang sama membuat mereka semakin dekat menjadi adik dan kakak yang selalu menjaga satu sama lain.


"Kita saling mengerti, karena kita merasakan sakit dan derita yang sama" Ungkap keduanya saat melepaskan papan bidai dari lengan yang beberapa bulan lalu patah dan kini sudah pulih semula.


###


Cyuuuuuuuu ... Hahahahahahaha gimana manis gak eeemmm semanis authornya donk ...


Cha!! Ganbarimashou!!!

__ADS_1


__ADS_2