Penyembuh Hatiku

Penyembuh Hatiku
Bab 47. Bahas Ciuman


__ADS_3

Ruto mengangguk semangat, ia sedang berusaha yang terbaik untuk memukau Sara.


Sara kembali dengan handuk kali ini menggulung di atas kepalanya.


"Sini gantian. Aku yang lanjutin" Sara menyiapkan minyak goreng dan wajannya.


"Gak usah, aku aja. Kamu duduk manis di sana" Ruto mengatur Sara.


"Eehh mana bisa gitu. Kamu baru aja sehat lhooo biar aku aja ya" Sara kekeuh ingin lanjut memasak apa yang sudah di siapkan Ruto.


Kangkung yang di tumis biasa, sambal terasi, tempe dan tahu goreng. Ala kadarnya tapi Ruto memakannya dengan lahap.


"Enak banget. Aku suka"


"Iya, kamu yakin udah mendingan To? Aku takut kamu sakit lagi" Cicit Sara.


"Iya, aku udah sehat kok. Kalau sakit lagi gak apa apa kok. Apalagi di rawat sama kamu. Aku siap kok di cium lagi" Goda Ruto.


"Isshh aku tuh terpaksa yaa ... Kamu buka mulut aja susah banget mau gak mau aku ..." ucapan Sara menggantung karena malu melanjutkan ucapannya.


"Kamu cium aku" Bangga Ruto.


"Gak apa apa kok. Aku suka di cium kamu ... Sering sering ya" Ruto bangkit mengantar mangkuk dan piring kotor.


Sara mematung mendengar guyonan Ruto yang sangat bar bar.


"Di cium? Lagi?"


"Hari ini jatah aku cuci piring. Sara kalau mau istirahat duluan boleh, sore ini pasti capek banget 'kan?" Ruto meneguk air putihnya di dalam gelas.


"Ah? Oohh oke deh makasih ya To" Sara segera bangkit dan menuju kamar mandi.

__ADS_1


Di kamar mandi Sara mengatur detak jantungnya yang sudah tak karuan.


"Sabar Sara. Dia cuma bercanda kok. Namanya laki laki banyak cincongnya" Gumam Sara.


Sara mulai menggosok giginya, mencuci kaki dan tangannya, tak lupa wajahnya juga.


Meski tak memiliki perawatan lebih, Sara tetap mengutamakan kebersihan wajahnya.


Lebih segar Sara keluar dari kamar mandi, di liriknya Ruto sedang sibuk di sudut itu, sambil menyabuni piring piring, mangkuk dan panci kotor yang di gunakan untuk memasak tadi.


Sara memilih untuk berbaring di temat tidurnya. Matanya mencoba terpejam tapi tetap tak bisa langsung tidur.


Tak lama kemudian Ruto datang sambil mengelap elap tangannya di baju.


"Sara belum ngantuk?" tegurnya


"Belum To. Entahlah, tadi capek banget" Keluh Sara dan bangkit dari baringnya.


"Main apa?'


"Main ular tangga" Ruto memperlihatkan kertas permainan ular tangga.


"Eehh itu mainanku dulu! Di mana kamu ketemu?" Pekik Sara girang melihat benda itu.


"Tadi pas aku gak ada kerjaan di rumah, jadi aku rapi rapi, eh ketemu itu di bawah keranjang" Sahut Ruto.


"Oohhh ayo deh kita main, ini dadunya" Sara bersemangat sekali.


"Oohh aku kira Dadunya gak ada."


"Ada. Semuanya masih ada, badan orang orangannya, sama dadunya aku simpan. Tapi kertas peta ular tangganya yang hilang" Jelas Sara.

__ADS_1


"Ya udah ayo kita main!" Riang Ruto.


Keduanya mulai permainan anak anak itu. Terkadang protes, terkadang tertawa kencang terkadang saling mengolok, kadang merajuk.


Yahhh itulah yang terjadi jika bersaing seperti ini.


Tiba tiba ponsel Sara berdering, ponsel keluaran lama itu setidaknya dapat di gunakan untuk bertelponan atau mengirim pesan singkat.


Untuk internet, bukannya tidak bisa hanya saja Sara tak pernah mengisi paket internetnya.


Seakan buta akan teknologi. Tapi bagi Sara itu tidaklah masalah.


Rupanya itu telpon dari Paman Getsu. Ia meminta besok pasokkan daging ayam yang banyak dari Sara dan Ruto.


Tentu Sara dan Ruto bersemangat. "Wah To, banyak kerjaan kita besok! Bobo yuukk: ajak Sara.


"Ayo deh" Ruto membantu Sara membereskan permainan mereka tadi.


Setelah itu keduanya kembali ke tempat tidur masing masing yang terpisang tirai panjang.


"Selamat tidur Sayang" Ucap Roto tiba tiba.


"Hah?" Sara seperti salah dengar.


"Selamat tidur Sara, ku bilang" Kekeh Ruto.


"Oohh, selamat tidur juga To. Mimpi indah" Sahut Sara.


Keduanya sama sama terlelap dalam mimpi yang akan mengantar mereka keesok hari yang baru.


Besok adalah hari yang besar untuk keduanya, di tambah lagi pekerjaan yang banyak. Dan mereka tidak akan menyangka besok adalah hari terberat untuk mereka berdua yang sudah saling terbiasa bersama bahkan tumbuh rasa rasa.

__ADS_1


###


__ADS_2