
Oricima menganggukkan kepalanya. "Sudah kalian pulang aja sana. Aku gak perlu orang sepayah kalian."
"Terima kasih tuan!" seru semuanya dan segera ngacir deri tempat itu.
"Malam malam ada ada aja. Orang lagi ngantuk juga mau tidur."
"Aaahhh Tuan anda hebat sekali, Manda dan teman temannya hebat sekali!" Puji Bi Ajum mendekati Oricima.
"Iya Bi, makasi ya teriakkannya tadi. Aku emang gak salah pilih Bibi" Ujar Oricima mendudukkan bokongnya di sofa.
"Hah? Maksudnya?" Bi Ajum memiringkan kepalanya.
"Aku tahu, aku ketiduran itu arah banget. Kayak kebo, jadi tadi Ajudan Rio udah bilang juga kadang banyak maling yang tergiur dengan uang sebanyak itu. Jadi aku minta Bi Ajum untuk jaga di ruangan kerja itu. Aku pilih Bibi karena, cuma suara Bi Ajum aja yang melengking dan bisa bangunkan aku" Jelas Oricima.
"Aaahhh jadi Tuan emang berharap saya teriak teriak gitu ya?"
"Iya Bi, karena kalau Bibi itu ngomong atau teriak 'kan suara Bibi cempreng mudah banget ganggu tidur aku yang kayak kebo. Jadi aku bisa secepat mungkin bangun dan bantuin Bibi" Tambah Oricima.
"Waaahhh Tuan emang hebat ya salut saya" Puji Bi Ajum.
Oricima mengelus elus ketiga ularnya. "Kalian pulang ya tidur ini masih malam" Titah Oricima.
"Kalian juga kalau mau tidur aja lagi aku yakin gak akan ada lagi yang coba coba maling" Imbuh Oricima bijak.
Bibi Bibi yang bekerja di rumah Oricima mengangguk dan memasukki kamar masing masing.
__ADS_1
Oricima pun pergi kembali menuju kamarnya.
"Huaaaaammm astaga aku mengantuk!" Keluhnya.
Dilirinya kertas di tempel pada pintu kamarnya. "Heeemm ada gunanya ini!"
Jangan bangunkan aku!
Tulisan di kertas itu. "Oke sekarang bisa tidur nyenyak"
Oricima memasukki kamarnya dengan tenang dan melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda.
***
"Huuuuuhhh aaaaahh lelahnya!" Ruto duduk di tanah sembarangan.
"To To!" Panggil Sara dari dalam gudang pakan.
"Ooyyyy hadir nih. Kenapa mau apa tuh?" Sahut Ruto.
"Ini sekali lagi antar air minumnya abis itu kita tangkap ayam untuk di antar ke paman Getsu." Seru Sara lagi dari dalam gudang.
"Oke oke Bu bos sayang" Seru Ruto.
"Issshhh gombal banget kamu!" Sewot Sara
__ADS_1
"Biasalah!" Ruto membuat suara yabg begitu imut.
"Huhhh dasar ikut ikutan trend aja!"
Pukul 12 tengah hari Saran dan Ruto baru selesai mengantar ayam ayam untuk paman Getsu.
Sara membersihkan tubuhnya, Ruto beristirahat bersama Nue.
"Ruto kamu lagi gih mandi. Bau ayam tahu!" Sara keluar dari kamar mandi dengan selilit handuk di tubuhnya.
Ruto menoleh ke arah Sara, tubuh indah Sara selalu tak pernah gagal mencuri perhatian Ruto. Diam diam Ruto senang melihat tubuh indah Sara bila selesai mandi.
Kulit mulus, putih, punggung yang mulus, bibir cerah buah cerry dan rambut basah tergerai.
"Dia sangat cantik" Gumam Ruto dalam hati melihat tubuh indah Sara.
"Ruto! Dengar gak sih? Mandi sana, cepat kita ke minimarket terdekat. Di sana kita bisa belanja banyak barang. Aku mau cari keperluan kita sehari hari Ruto!" imbuh Sara.
"Aaaahh minimarket. Mandi? Iya iya ayo aku mandi dulu!" Ruto ngacir ke kamar mandi.
"Halaaaahh" Cibir Sara.
####
Off dulu ya
__ADS_1