
Karin maju dan mendekati Oricima. Dan dengan tiba tibanya ia duduk di pangkuan Oricima.
Oricima menatap remeh Karin. "Kak .. Aku sangat rindu Nejira. Aku gak bisa tidur semalam kak. Aku cuma Nejira" Karin bersandar di dada Oricima.
"Lalu?" Oricima seperti tak peduli.
"Lalu aku mau di manja manja kak. Mau di sentuh" Bisik Karin di akhir kalimatnya dan mangambil tangan Oricima dan di tempatkannya di paha mulus.
"Aku rindu kak" Karin semakin nakal di pangkuan Oricima.
"Heeemm lalu?" Acuh tak acuh Oricima. Laki laki ini sepertinya memang sulit untuk di taklukkan begitu saja.
"Aku ..." Karin mengangkat wajahnya dan menatap wajah tampan Oricima yang sangat mirip dengan kekasihnya, Nejira.
Cup...
Karin mengecup bibir Oricima tanpa izin dari sang empunya.
"Apa kamu sedang menghiburku?" Tanya Oricima setelah kecupan singkat itu selesai.
"Aaahh kakak .. Aku suka bibirmu. Indah dan eeemm nikmati" Sorak Karin.
"Heeemmm" Oricima menggelengkan kepalanya.
"Kak .. Apa kamu gak mau lebih?" Tawar Karin.
Oricima membulatkan matanya. "Apa kamu mau melakukan lebih?" meski Oricima terkejut tapi ia cepat menyembunyikan lagi ekspresinya dan tetap tenang.
__ADS_1
"Aku mau yang lebih" Bisik Karin.
"Boleh" Ucap Oricima mengiyakan.
"Akan aku beri kamu pelajaran main main dengan Orcima ya!" seru hati Oricima.
"Aaahh benarkah kakak?" Karin tampak senang rencananya akan berhasil. Dengan tubuh indahnya ia ingin menguasai Oricima dan mendapat apapun yang ia inginkan jika laki laki itu sudah bertekuk lutut padanya.
"Aku jamin, kamu akan mau lagi kak" Bisik Karin lagi.
Oricima hanya menyungging senyuman misterius. "Boleh aja, mau di mana?" Tanya Oricima lagi.
"Aaahh dimana aja kak, di sini juga boleh" Karin semakin melekat dengan Oricima.
Cup cup cup..
Sekali lagi Karin mengecup ganas bibir Oricima, laki laki itu tidak melawan atau pun membalas. Laki laki ini hanya menikmatinya.
"Eeemm lanjutlah. Udah tanggung" Sahut Oricima.
Karin bersorak kencang dalam hatinya, mungkin sedikit lagi ia akan mendapatkan dokter ganteng ini. Dan bahkan semua kekayaannya juga.
Sedikit menekan paha Oricima Karin mendekatkan tubuhnya dan Oricima. Bahkan kini Karin sudah duduk di atas pangkuan Oricima dengan posisi yang berbeda lagi. Kini Karin menghadap Oricima dan seolah sedang memamerkan pinggangnya dan dadanya.
Di ambilnya tangan Oricima dan di letakkannya agar memegang pinggang rampingnya.
Pinggang Karin sedikit bergerak gerak tidak tenang mencari tonjolan yang bergejolak.
__ADS_1
Dadanya sengaja di busungkan agar menambah bentuk dan besarnya. Kencang? Bisa di akui memang kencangnya dada Karin.
Oricima juga seorang laki laki yang normal, tidak mungkin ia tak tergoda dengan bentuk yang seperti ini di depannya dan tersuguh sempurna.
"Kakak mau yang mama? Karin kasih semuanya kak" Bisik Karin semakin serak.
"Aaahh aku mau yang ini!" Oricima menyentuh dada Karin yang membuncah itu.
"Eeemm ambil aja kak" Karin sama bergejolaknya mendapat sentuhan baru dari tangan baru, meski wajah ini sering ia lihat.
Oricima gak menyia nyiakan tentunya. Jika di tawari tentu ia mau. Di bukanya kancing atasan Karin, agar kedua bagian itu semakin terlihat.
Tepat di kancing terkakhir, menyembullah isinya. "Uuhhhh" Oricima meleguh.
"Indah kak?" Tanya Karin sudah menunggu ******* Oricima di sana.
"Yaaaa.." Oricima menyentuh kulit halus benda kenyal itu.
"Aaaahhh" Karin sepertinya sangat menikmati gerakkan tak terduga dari Oricima.
"Apa kamu suka?" Tanya Oricima sambil menatap manik mata Karin yang mulai sayu.
"Eeemm lanjut kak!" Pinta Karin sambil menarik kerah baju Oricima.
Oricima mengigit bibir bawahnya sendiri. Membuat otak Karin sudah berkelana jika bibir tebal itu menyentuh kulit kembarnya yang halus.
"Ayo kak!" Pinta Karin.
__ADS_1
"Sepertinya perempuan ini sangat ingin lebih" Cicit hati Oricima.
Oricima mulai ...