Penyembuh Hatiku

Penyembuh Hatiku
Bab 26. Panasnya ...


__ADS_3

Oricima mulai mere**s benda kenyal di hadapanya. Semakin menyembul, semakin keluar dari cupnya, semakin meronta juga Karin.


"Kakak sangat aaah" Karin sangat menyukai aksi ini.


Satu ***** Oricima berikan di bagian kiri. Di bagian kanan, jari telunjuk Oricima nakal terus menyentuh dan membuatnya berkembang.


"Uuuhhhhh" Desah Karin.


"Oricima sangat pintar melakukannya dari pada Nejira!" Erang hati Karin.


***** kedua di bagian kanan dengan mulus. Tak bisa di pungkiri Oricima menyukai benda kenyal ini dan dengan senang hati terus dan terus melakukan ini.


Kulit mulus berwarna putih, satu bulatan coklat di tengah dan menyembulkan hasrat setiap laki laki yang melihatnya.


Karin merasakan ada tonjolan yang sejak tadi di carinya. "Kak" panggil Karin penuh sensasi.


"Apa dia gak sesak di dalam" Karin menyentuhnya tanpa ragu.


"Heeemm sangat sesak karena sekarang dia sudah besar" Ucap Oricima sambil terus menikmati kekenyalan kembar Karin.


"Eeeeeemmmm" Karin mengecup kening Oricima.


"Apa Kakak mau lebih?" Karin mengelus dada Oricima.


"Kamu mau? Kamu gak takut kalau nanti Nejira marah karena kita..." Oricima memberi kode dangan mengangkat kedua alisnya bersamaan.


"Gak kak. 'Kan cuma kita yang tahu dan rasa" Bisik Karin.

__ADS_1


"Di sini kah?" Oricima memeganggi pinggang ramping Karin.


"Di mana aja kak.. Aku siap kok" Karin menggebu gebu.


Tanpa babibu lagi Oricima langsung membaringkan Karin di sofa itu. Dibukanya lebar kaki jenjang Karin.


"Wow" Karin terkesima melihat Oricima yang begitu handal.


Satu persatu baju Karin di tanggalkan Oricima. Tubuh indah dan idaman semua pria memang di miliki Karin.


Oricima tersenyum puas. Ia pria normal, ia juga tentu akan tergoda jika melihat suguhan seperti ini di depannya dan siap pula.


Mata sayu, suara serak serak basah, keringat yang bercucuran menemani aksi Oricima.


Sampai saat ini Oricima memang tak memasukkan barangnya utamanya ke dalam sela sela wanita Karin. Ia hanya menikmati tubuh indah itu dengan lidahnya.


Karin, wanita itu meleguh dan meronta. Saat Oricima membenamkan wajahnya di lembah lembab Karin, wanita itu terus menekan kepala Oricima agar meraih bagian yang lebih dalam.


"Masukkin apa?" Oricima pura pura tak tahu.


"Ini kah?" Oricima memasukkan jari tekunjuk dan tengahnya.


"Huaaaaa" Karin meregang.


"Sayang.. Masukkin aaaahhh" Pintanya lagi.


"Kamu yang maksa ya!"

__ADS_1


Dengan gagahnya Oricima berjongkok di depan barang utama Karin.


Karin meraih dada Oricima dan di elusnya. "Ayo sayang. Masukkin!" Titah Karin.


Karin terus menunggu benda tumpul yang memuaskan hasratnya.


Jleeebbb.


"Aaaaaahhh!" Karin puas bisa merasakan barang itu.


Gerakkan lembut tapi teratur di suguhkan Oricima. Tubuhnya tak mengelak menikmati ini semua. Matanya juga memandangi wajah serta dada yang kembang kempis itu.


"Aaaahhhkkk" Karin tiba tiba merasakan kepulan kenikmatan saat kakinya di lingkarkan di pinggang kuat Oricima.


"Uuuhhhhh" Oricima sama nikmatnya.


"Maaf Nejira .. Aku melakukannya .. Hahahahah" tawa hati Oricima.


"Tapi aku yakin juga, setelah ini kamu gak akan mau berhubungan lagi dengan wanita seperti ini, biarkan aku menikmatinya ya!" Lugas hati Oricima.


Gerakkan makin cepat dan membuncah hasrat. Wajah Oricima memarah padam menahan kenikmatan.


Karin juga sama sukanya dengan Oricima. Tubuh, wajah, dan kenikmatan ini sangat di dambakannya.


"Beda ya cara main kakak dan adik!" cicit Karin.


"Aaaaahhh aaahh ahaaaaaaa kak!! Aaaahaaaaaa!" Karin mencapai puncaknya dengan mulus.

__ADS_1


"Waaaahh cepat juga ya? Sekarang gikiran aku donk!" Seringai jahat Oricima.


Karin ...


__ADS_2