Penyembuh Hatiku

Penyembuh Hatiku
Bab 16. Masalah Tanda Tangan


__ADS_3

Ruto malah tertawa sambil menangis melihat wajah tak suka Sara.


"Sebentar" Ruto hendak mengelap incesnya.


"Eeh eehh cuci tangan kamu dulu, abis pegang bawang juga .. Cuci dulu, nanti kalau gak di cuci matamu makin perih kena tanganmu yang masih kotor!" Imbuh Sara.


"Oohh gitu, oke oke" Ruto menahan dulu incesnya untuk keluar lebih dari itu.


Ia mencuci tangannya bersih barulah ia membarsihkan wajahnya juga. Sara hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol pria ini.


"Aduh!" Pekik Ruto sendiri terkejut.


Gubbbraakkk ...


"Kamu itu kenapa sih To?" Sara menoleh ke arah Ruto.


"Gak tahu kenapa, aku mudah banget kesandung" Ruto jatuh di lantai dan dengan posisi memeluk lantai.


"Haaahh ada ada aja kamu! Makanya jalan itu liat liat dulu .. Main langkah aja" ucap Sara dan kembali fokus pada masakkannya.


Tiba tiba kepala Ruto merasakan sakit. Entah mengapa bila tentang tersandung Ruto akan dejavu atau pernah mengalaminya tapi Ruto tak ingat kapan dan di mana.


Mungkin kerena sakit yang sedang di deritanya saat ini. Setelah merasa sakitnya hilang, Ruto bangkit lagi dan memilih untuk duduk dan menunggu saja Sara selesai memasak.


"Mari makan!" Ucap Sara bersemangat melihat makanan yang tersaji  di depan  mereka.


"Hiyaaaaa.. Enak banget" Ruto sudah menyuapkan satu suapan pertama.

__ADS_1


"Oh ya hari ini ngapain?" Ruto membuka topik pembicaraan tentang pekerjaan mereka hari ini.


"Hari ini ... Kita paling cuma kasih makan ayam dan juga cek air minumnya, tambahkan vitamin di air minumnya dan cek suhu kandang anak ayam." Jelas Sara rute pekerjaan hari ini.


"Siap Bosss..!"  Seru Ruto semangat.


Ini adalah pekerjaan yang paling menyenangkan menurut Ruto.


****


"Tuan silahkan tanda tangan, ini untuk gaji para karyawan bulan ini. Harus di bubuhi tanda tangan tuan terlebih dahulu" Imbuh seorang yang langsung turun tangan ke rumah Oricima untuk memintai tanda tangannya.


"Tapi tanda tanganku dengan Nejira gak sama, gimana aku mau tanda tangan?" Oricima berpikir.


"Tuan duplikat sebisanya saja Tuan" Saran orang tersebut.


"Kalau jelek gak apa apa ya!" Peringatan Oricima.


Ia pun mencoba menandan tangai dokumen itu sambil melirik tanda tangan Nejira.


"Heemmm ... Gimana?" Oricima memamerkan hasil duplikatnya.


"Eeemm coba di ulangi lagi Tuan" Saran mereka lagi.


"Hemm iya yang ini seperti cacing kepanasan" Keluh Oricima.


Oricima mencoba lagi dan hasil yang ini agak bagus dari sebelumnya hanya saja terlalu kaku dan terlihat sekali kebohongannya.

__ADS_1


"Haaahhh bagus tapi kaku" Oricima sendiri mengakuinya.


Oricima tak menyerah sampai di sana, ia terus mencoba demi mendapatkan hasil terbaik tanda tangan duplikat ini.


"Ke kanan sedikit daaaaaannnnn.. Siap ... Phiyuuuhh" Oricima sampai mengeluarkan keringat di pagi hari ini hanya untuk menandatangani dokumen itu.


"Wah iya ini lumayan Tuan. Silahkan ulangi di sini ini dokumen aslinya" ucap pria bagian admin itu.


"Haaah? Dari tadi kamu tipu aku dengan beberapa dokumen ini?" Oricima terganga.


"Iya Tuan. Sekertaris Mirai yang suruh tuan."


Oricima mengepalkan tangannya. "Susah susah aku coba buat tanda tangan ternyata itu dokumen palsu!!!!" Geram Oricima.


"Hehehe iya Tuan, setidaknya untuk melatih Tuan dengan tanda tangan itu" Ucapnya enteng.


"Kiyaaaaa  .. Lama lama bisa gila akuuuuuu!! Nejiraaaa ... Pulang!!!" Teriaknya.


"Tuan .." Setelah Oricima tenang admin itu memanggil lagi.


"Apa?" Oricima menjawab dengan lesu.


"Tanda tangannya"


Mata Oricima membulat lagi. "Huaaaaaahhhh Nejira pulang ... Aku gak sanggup Neji!!!!"


Mungkin memang hanya kepulangan sang Adik yang bisa menolong Oricima dari semua pekerjaan yang sangat sulit baginya ini.

__ADS_1


__ADS_2