Penyembuh Hatiku

Penyembuh Hatiku
Bab 7. Pulang ke rumah


__ADS_3

Kon'nichiwa.. Selamat datang pembaca pembaca baru. Selamat membaca pembaca pembaca setia.. Aku padamu..


Selamat membaca semuanya..


***


Sara dan Pria tak di kenalnya menempuh 1 jam perjalanan di antar Pak Polisi.


Kini sudah sampai di depan gerbang peternakan tempat kerja dan tempat tinggal Sara.


"Makasih ya Pak Polisi"


"Sama sama. Jaga kondisi anda ya.. Dan sama sama Nona, saya permisi dulu" Pamit sang Pak Polisi.


"Makasih Pak" Ucap pria itu juga.


Satu klason dan mobil pak Polisi melesat di jalanan.


"Ayo masuk.. Aku harus beri makan ayam ayam" Sara segera membuka gerbangnya.


"Aku gak apa apa tinggal sama kamu..?" Pria itu ragu ragu.


"Boleh.. Ayo cepat! Tapi syaratnya kalau mau tinggal lama sama aku, bantu aku kerja ya!" Sara segera menarik tangan Pria itu.


Sampai di dalam, Sara langsung mengambil karung pakan ayam ayamnya. Pria itu di minta membagikan makanan makanan itu pada ayam ayam yang ada.


Sat set sat set. Hari langsung petang, Sara dan Pria tak di kenali itu selesai mengurus ratusan ayam itu.

__ADS_1


"Heemmm cepat juga ya kalau ada yang bantuin" Gumam Sara.


"Kamu kerjakan ini semua sendiri tiap hari?" ujar pria ini sambil mengipas ngipas wajahnya dengan tangannya sendiri.


"Iya. Bos atau Bibi Suna ke sini tiap hari Minggu aja. Kadang untuk panen ayam ayam yang siap jual dan kadang antar orderanku seperti pakan ayam, tempat air minum dan juga vitamin vitamin untuk ayam ayam itu tadi" Jelas Sara.


"Waahh sibuk juga.."


"Iya.. Tapi hasilnya juga lumayan untuk sebulan, hehehehee.." Kekeh Sara.


"Waahh di berapa?" Penasaran si pria.


"2 juta satu bulan dengan semua pekerjaan ini.. Bahkan masih ada banyak lagi pekerjaan yang kamu gak tahu"


"Apa kira kira aku boleh kerja di sini..? Kayaknya seru.. Bisa dapat gaji pula" Pikir singkat pria.


"Heeemmm nanti aku coba tanya Bibi Suna.. Bibi Suna itu baik kok, pasti dia kasih lowongan untuk kamu" Sara sangat setuju jika ada yang bisa membantunya mengerjakan semua pekerjaan ini.


"Eeehh jadi Bos aja dalam berapa menit.. Memang kamu ya.. Hemm tapi kamu gak punya nama.. Gimana nih?" Sara masih bingung masalah ini.


"Aku juga gak tahu" Lirihnya.


"Eeehh eehh eehhh jangan berpikir. Aku gak mau sampai kamu pingsan lagi" Sara siaga.


"Hehehe gak kok.. Aku juga gak mau pingsan, sakit kepalaku" Keluhnya.


"Aku kasih nama sementara aja kamu ya.. Mau?" Tawar Sara.

__ADS_1


"Wah boleh boleh.. Permanen juga gak apa apa" Sergahnya cepat.


"Hah.. Permanen.. Konon. Emang aku emakmu" Kekeh Sara.


"Hehehehe.. Apa namaku?" Sudah tak sabar..


"Eeemmmm.. Kamu aku ketemu di rumput.. Eemmmm? Rumput mau gak?" tawar Sara.


"Hah..? Nanti kalau ada sapi di makannya donk aku.." Sergah pria itu lagi.


"Hahahahahaha iya juga ya hahahahaha.. Rumput konon.." Tawa Sara pecah.


"Oke oke.. Cari yang lain.." Ajak Sara.


"Eeemmm kamu kasih nama sendiri aja.. Aku jadi bingung kasih nama kamu apa" Sara menggaruk kepalanya kasar.


"Mana aku bisa.. Hmmm kamu aja" Pria itu pasrah saja.


"Oke oke.. Eemmm Ruto mau gak?" Tawar Sara lagi.


"Eemmm lumayan.. Mudah di ingat juga. Oke nama aku Ruto" Pria itu langsung setuju.


"Sip.. Hai Ruto.. Aku Sara Darianti. Salam kenal"


"Aku Ruto.. Hai Sara" keduanya berjabat tangan seperti baru pertama kali berkenalan lagi.


"Hahahahahahhaaaa." Tawa keduanya.

__ADS_1


###


Chaa...!!!!


__ADS_2