
"Apa karena aku terlalu kepikiran Nejira, di mana di sakarang? Masa aku kangen dia? 'kan gak mungkin" Elak Oricima pura pura tak peduli.
Tapi tiba tiba ia terdiam. Lalu Oricima turun dari tempat tidur dan menengok di bawal tempat tidurnya.
Merangkak seperti mencari sesyatu di bawah sana. Tangan Oricima yang awalnya hanya menemukan tumpukkan debu, akhirnya bisa menemuka benda di dalam kegelapan kolong tempat tidur.
"Aaaahh ini dia." Gumamnya melihat kotak berukuran sedang berwarna coklat.
Oricima membukanya, terdapat dua buah papan bidai atau papan penyangga patah tulang.
"Heemmm sudah lama sekali!" Monolog Oricima mengingat masa kecilnya.
"Mimpi itu ingatkan aku tentang ini. Rasa sakit yang sama sama di rasakan, menangis sama sama, makan sama sama, ke WC sama sama, tidur pun jadi di satu tempat tidur yang sama, aaaahhh apa yang aku pikirkan?" Oricima bangkit dari duduk di lantainya dan menyimpan lagi kotak itu di bawah kolong tempat tidur.
****
"Aku beli minuman dulu ya!" Sara setengah berlari ke kasir dan membeli satu botol air mineral untuk Ruto.
Segera Sara kembali dengan membawa botol mineralnya.
"To ... Minum dulu ya" Sara membuka dan memberikan botolnya kepada Ruto.
"Aaahh makasih Sara. Aku ... Entahlah aku kenapa" Cicit Ruto.
"Itu pasti ingatan kamu To, mungkin dikit lagi kamu bisa ingat siapa diri kamu lagi!" Hibur Sara.
"Meski aku balik aku gak mau tinggalin kamu Sara, aku tetap tinggal sama kamu aja ya gapapa 'kan" Ruto malah menggoda Sara
"Issshh aku bicara serius kamu malah gitu"
"Hehehehehe jangan terlalu tegang, aku udah baik baik aja kok, coba aku bangun dulu ya!" Ruto mencoba bangkit dari duduknya dan berdiri tegak.
__ADS_1
Meregangkan otot ototnya ke kiri dan kanan.
"Aaahh liat aku gak apa apa kok. Yuukk lanjut cari belanjaan lagi. Kita cari daging yukkk" Ajak Ruto.
"Daging mahal To. Kalau mau daging ayam kita bisa ambil dari kandang!" Alasan Sara.
"Aku mau daging yang lain"
"Haaaahhh? Mahal tau!" Ketus Sara.
"Kita beli dikit aja" Ruto mengedipkan matanya.
"Eeeeeee kayak banyak duit aja kamu! Dah aku mau beli sabun mandi, sabun cuci baju dan sabun cuci piring dulu" Arah yang di tuju Ruto dan Sara berlawanan.
"Eeehhh kok ke situ!" Ruto mau tak mau mengikuti arah Sara.
Tapi sebelum itu, Ruto mengambil kertas yang ada di cermin tadi dengan tulisan yang membuat Ruto mengingat dan mendapatkan bayangan masa lalunya.
Piki Ruto. "Heeehh Sara ... Tunggu"
***
"Aku gak mau makan!" Tolak Oricima dengam piring berisi lauk pauk dan sayur sehat untuknya.
"Tuan mau apa? Nanti saya dan Bi Ajum buatkan"
"Aku mauuuuuuuu ... Daging tapi di steak" Pintanya manja.
"Aaahh baik tuan, tapi yakin Tuan tidak lapar, atau ada makanan yang ingin tuan santap terlebih dahulu sambil menunggu steak anda Tuan?" Tanya Bi Juma.
"Eeemm yogurt" Sahutnya.
__ADS_1
"Aaahhhh ba ... Baiklah tunggu Tuan" Mau tak mau Bi Juma menuruti semua yang di inginkan pria ini.
Melihat dari caranya bicara, sepertinya moodnya sedang tidak baik. Mode dingin ala Antartika.
Masih menunggu dengan lesu, Oricima menunggu di meja makan, dagunya di letakkan pada meja dan tangannya memainkan buah stawberry di gulingkan ke kana dan kiri.
"Puuhhhhh" di tiupnya udara.
Hampir 1 jam berlalu, dan kini telah di sediakan steak pesanan Oricima di hadapannya.
Terlihar sangat menggugah selera dengan lemak lelehnya masih tersisa menempel di dagingnya.
"Heeemmm okelah" Oricima mengambil pisau dan garpu untuk menahan daging agar tak bergerak.
Satu suapan pun masuk dalam mulut Oricima dengan aman no drama.
***
"Huaaaaaaaahhhhhhhh" Tangis kedua bocah yang baru saja bertabrakkan bersama sepeda masing masing.
Sepertinya terjadi sesuatu yang parah kepada keduanya,
Lengan kanan bocah yang pertama yang berbaju biru tua sepertinya sulit di gerakkan sedangkan bocah kedua dengan baju berwarna hijau, lengan kirinya yang tak dapat di gerakkan bahkan masih dalam posisi yang sama.
Keduanya sampai sampai menangis histeris kerena merasakan sakit yang teramat di kedua masing masing lengannya.
Kedua orang tua mereka datang menghampir dan menenangkan keduanya. Meski penuh air mata keduanya mencoba tenang dalam pelukkan Papa dan Mama mereka.
###
Cusss lanjut cerita di bab selanjutnya ya guyssss
__ADS_1