Penyembuh Hatiku

Penyembuh Hatiku
Bab 23. Makan enak


__ADS_3

Ruto kembali ke dapur den gan tergesa gesa. Di lihatnya Sara sedang sibuk menyiapkan piring gelas, dan tempat air minum di lantai dan merapikannya agar mereka mudah mengambilnya.


"Sini Ruto bantu Bos" Ruto berbegas membantunya, tentu dengan niat untuk cepat makan semua makanan yang baru saja lahir di lidah Ruto.


"Semangat bingit dah" Cicit Sara melihat tingkah Ruto.


"Hehehehe iya Bos, biar bisa cepat makan masakan enak Bos" puji Ruto.


"Kalau gini, harusnya Ruto ambil yang banyak singkongnya tadi" Gumam Ruto.


"Heemmmm banyak banyak juga gak bagus Ruto. Nanti singkongnya malah jelek kalau kelamaan gak di masak. Biasanya 2 sampai 3 hari singkong itu mulai timbul garid biru biru dan kalau di masak jadi keras. Mana bisa di makan, kalau mau ya ambil secukupnya To" Jelas Sara.


"Oohh gitu!" Ruto belajar hal baru malam ini.


"Tapi apa gak ada cara lain gitu biar singkongnya tahan lama. Misalnya di dalam mesin pendingin itu gitu" Tanya Ruto lagi.


"Bisa aja sih, tapi menurut aku enakkan yang baru di cabut terus di masak, entah kenapa ya rasanya itu ada manis manisnya hihhi" Kekeh Sara sambil menyendokkan nasi ke dalam piringnya di susul Ruto juga.


"Tapi aku ada dengar sih caranya biar singkongnya tahan lama. Bisa di kubur dalam tanah sehabis di cabut. Misalnya kita belum mau masak tuh singkong tapi gak mau masukkin ke dalam kulkas. Bisa di gituin To. Tapi kalau gak salah gak boleh lecet singkongnya. Harus masih mulus" Tambah Sara.


"Heeemm gitu .. Gak apa apa, nanti Ruto bantu Bos tanam banyak banyak deh singkongnya"

__ADS_1


"Beneran kamu mau? Boleh boleh, eeemm besok sore gimana? Abis kerja sore, kita langsung tanam singkong baru, aku juga mau tambahin pohon pohon singkongnya. 'Kan kalau lagi kepengen gini bisa langsung cabut dan masak." Seru Sara lagi.


"Tentu Bosku" Ruto sangat menikmati makanan di depannya ini.


Nasi, kuah, sambal, dan menu utamanya serba singkong sangat menggugah selera makan Ruto.


Makin hari makin banyak pula yang di pelajari Ruto bersama Sara. Rasa penasaram seperti anak kecil yang baru belajar dunia luar mencuat dari dalam otak Ruto dengan sendirinya.


*****


"Pyuuuuhhhhhh" Oricima meniup rambutnya yang menjuntai di wajahnya. Dengan gusarnya ia menunggu kabar terkini dan terupdate dari anak buah Nejira yang masih dalam misi pencarian.


"Selamat malam tuan Oricima. Kami akan membuat laporan pencarian kami" Seorang menghampiri Oricima.


"Baiklah Tuan. Jad begini, kami sudah mengedarkan foto Tuan Nejira dan pencariannya itu, kami juga ingin mengedarkannya ke luar kota ini tapi mendapat batasan. Tapi sedang di proses oleh pihak berwajib karena memang perlu bantuan dari pihak berwajib tuan." Jelasnya.


"Heeeemm itu bagus juga, mungkin di luar sana sudah ada yang menemukan Nejira tapi tidak tahu cara memulangkan pria aneh itu. Dan entah bagaimana kondisinya." Gumam Oricima yang di setujui anak buahnya.


"Kalau gitu kita lanjut ke perusahaan Tuan Nejira." Ucapnya.


"Haaaaaahhhhhh!" Oricima menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Kenapa Tuan? Anda tidak enak badan?" Herannya.


"Aku gak suka perusahaan itu!" Wajah datar Oricima.


"Kenapa tuan gak suka, kerja di perusahaan swasta 'kan gajinya besar!" Sambungnya.


"Aku tahu, tapi aku suka jadi dokter THT. Gak ada kaitannya sama sekali sama perusahaan" ketusnya.


"Ahaaa baiklah Tuan."


"Tapi jujur saya kasian liat kondisi Tuan Oricima. Tuan sangat tertekan, apa anda tertekan karena kehilangan adik kembaran anda atau karena perusahaan besar ini?" Bincangnya lagi.


"Keduanya, tapi lebih berkenan ke Perusahaan ini!" Sahut Oricima langsung meleyot di sofanya.


"Kenapa ini terjadi pada aku yang payah ini! Kemana anak ceroboh itu? Eh aku 'kan kembarannya? Eeehh apa aku mirip dengan Tuanmu itu?" Pertanyaan aneh Oricima, mungkin karena sangkin gabutnya.


"Eeemmm dari segi apanya ya Tuan?"


"Semuanya, eehh tapi aku mirip semua kok sama Nejira, ukuran pun sama!" Oricima refleks menatap belahan pahanya.


Anak buah di depannya melotot hebat, mungkin bola matanya akan keluar saat itu juga.

__ADS_1


Oricima  ...


__ADS_2