Penyembuh Hatiku

Penyembuh Hatiku
Bab 27. Longgar


__ADS_3

Karin masih berusaha mengatur nafasnya yang di pacu naf*u.


30 menit kemudian ...


Karin baru bisa menafas lega. Rupanya ia benar benar kalah dengan Oricima. Pria itu berhasil membuatnya kalah telak.


Tentu, dia seorang dokter, ia tahu cara cara mengendalikan permainan seperti itu. Mengatur libidonya, apa saja yang harus ia lakukan saat saat genting.


"Apa kau puas?" Oricima mengenakan lagi celananya.


"Ahh sangat kak, aku suka.." Karin meraih pinggang Oricima dan memeluknya.


"Sudahlah. Pulang sana. Sebentar lagi Nejira pulang, aku gak mau dia melihat kondisi pacar yang sedang beradu tubuh dengan kakak kembarannya sendiri" Imbuh Oricima.


"Kakak sudah temukan Nejira? Benarkah? Dimana Nejira?" Karin mendadak gelabakkan.


"Ya aku menemukannya. Aahh dia memang bodoh dan ceroboh, bisa bisa kondisinya ... Ck ck ck" gumam Oricima sebenarnya hanya memancing Karin.


"Aaahh aku .. Aku mau ketemu sama Nejira kak! Aku .. Aku kangen dia!" Karin mencari alasan.


"Ya kamu tenang aja, nanti dia akan pulang secepatnya, aaaahh maaf ya! Aku masih ada urusan dengan rumah sakitku. Dan terimakasih pelayanannya" Ucap Oricima sambil meninggalkan ruangan itu.


Karin yang mematung adalah pemandangan yang Oricima cari.


"Pasti dia menyembunyikan sesuatu. Dari gelagatnya, dia tahu di mana Nejira" Monolog Oricima.


****

__ADS_1


"Halo! Kalian yakin 'kan sudah membuang sampah itu jauh jauh. Tidak akan ada yang menemukannya?" Karin menelpon seseorang.


Perasaannya campur aduk karena mendengar ucapan Oricima tadi tentsng kepulangan Nejira.


"Sayang tenang aja, gak ada yang bisa temukan sampah itu, anak buahku itu bisa di andalkan" Radama menenangkan Karin.


"Ck tapi kata Oricima tadi!" Karin di penuhi ketakutan.


"Aaahh sayang kamu kok percaya dengan tipuan dia, dia itu bohong aja. Mana mungkin dia bisa menemukan Nejira!" Sambung Radama.


"Makanya aku tanya mereka di mana mereka buang si sampah itu!?"


"Dimana, jawablah" Radama juga ikut bertanya.


"Aku, eemm maksudnya kami, kami buang dia di itu, di sini ada salah satu peternakan ayam yang sepi. Di sana mungkin bahkan tidak ada penghuninya. Jadi aku dan kawanku ini buang dia di sana!" Jawabannya.


"Gak ada Nona, eeeh tapi ada."


"Iissshh yang bener donk jawabnya! Yang ada yang gak ada. Mana yang betul?!" Bentak Karin.


"Ada nona ada. Ada seorang gadis kecil, dia berlari saat liat kami, dia ketakutan. Aku rasa dia gak mungkin tahu kalau ada yang di buang ke dalam sana. Kami melihatnya di luar peternakan itu, mungkin hanya lewat Nona." Jawabannya lagi penuh ketakutan.


"Aku gak yakin deh sama anak buah kamu ini!" Sentak Karin.


"Eeehh kok gak yakin? Sayang kamu lagi banyak pikiran. Ayo sini aku peluk" Radama meraih tubuh Karin dan memeluknya.


Tuuuttttt tuuutttt. Panggilan itu juga langsung di akhiri Radama.

__ADS_1


"Jadi sekarang coba ceritakan apa yang kamu lakukan ke rumah Oricima? Kamu belum cerita apa apa sama aku! Kamu nekad banget ke sana ada apa?" Radama mulai mengintrogasi Karin.


"Aku kesana awalnya dengan tujuan menggoda Oricima. Kata Nejira dulu, Oricima itu gak pernah di goda sam sekali. Jadi aku mau coba. Rencananya kalau sudah selesai menggoda dia, aku minta sedikit tambahan bulanan. Eehh tau taunya ..." Ucapan Karin menggantung.


"Tau taunya apa?" Radama yakin pasti terjadi sesuatu pada Karin dan Oricima tadi.


Radama meraih tubuh Karin dan membaringkannya di ranjang. "Biar aku yang cek sendiri!" Radama menguasai tubuh Karin.


"Aaahh Sayang" Karin meronta dari balik kekungan Radama.


"Aaaahh!" Satu gerakkan pinggang Radama satu benda melesat mulus ke dalam tubuh bagian bawah Karin.


"Tuh 'kan, agak longgar!" celetuk Radama.


"Gimana rasanya kakak kembaran mantanmu itu?" tanya Radama.


"Besar! Aaahh!" Radama semakin menghentak paksa.


"Oh ya..?"


"Tapi aku suka kamu!" Jawab Karin lagi.


"Kamu memang gak pernah puas ya?" Radama melanjutkan aksinya.


"Dasar wanita murahan!" Desis hati Radama. Tapi ia tetap menikmati saja tubuh yang bisa di nikmatinya kapan saja ini. Tanpa harus mengeluarkan dana lebih selain kata cinta.


####

__ADS_1


Kasiannya Karin. Ck ck ck .. Buang Nejira, dapatnya Radama yang gak ada menangnya sama sekali. Entah apa sih isi otaknya.. Maaf ya kalau rada ngadi ngadi nih novel jadinya..


__ADS_2