
Di tempat lain, Oricima sedang uring uringan melihat setumpuk dan masih banyak lagi wadah tempat meletakkan lembaran lembaran tipis dan berhaga jika untuk tukar dengan barang yang di inginkan.
"Bagaimana aku pakai uang ini?" Pertanyaan Oricima.
"Ini juga uang dari mana?"
"Itu uang dari hasil penjualan senjata ilegal milik tuan Nejira." Sahut ajudan yang baru saja datang untuk mengantarkan uang uang itu.
"Jadi selama ini Nejira bermain gelap gelapan?" Oricima mamicingkan matanya.
"Iya Tuan singkatnya seperti itu. Beberapa negara menjadi tempat penjualana tuanĀ Nejira. Biasanya tuan akan memesan lagi senjata baru dan menjualnya, tapi berkenaan Tuan Nejira sekarang tidaj ada di tempat saya membawa semua hasilnya kemari saja." Jelasnya.
"Kenapa semua uangnya di cap perusahaan dan di amplop coklat?" Setelah Oricima teliti uang uang itu memang aneh.
"Iya, Itu adalah perintah Tuan Nejira, lebuh tepatnya untuk menyembunyikan hasil gelapnya dan menyimpannya sebagai uang perusahaan" sambung Ajudan itu.
"Wah wah. Nejira, kurang apa sih perusahaannya itu? Dana? Investasi? Saham?" Decak Oricima.
"Begitulah Tuan. Intinya Tuan Nejira sangat menikmatinya kok" Tambahnya.
"Heemm jadi kamu ke sini, mau aku melakukan apa?"
Oricima melipat tangannya di dada.
"Ya Tuan apakan gitu uang ini, saya dan anak anak buah yang lainnya sudah ambil bagian. Jadi ini semua milik tuan Nejira. Kami ingin uang ini di pakai juga untuk pencarian Tuan Nejira. ungkapnya.
Semua anak buah Nejira bagaikan anak ayam tanpa induknya. Nejira sedang tidak berada di tempatnya tapi banyak tugas menantinya. Siapa lagi yang menjadi korban kalau bukan Oricima.
"Apa kalian gak ada pesanan senjata lagi mungkin. Ini terlalu banyak tahu! Aku juga gak tahu untuk apa. Baru baru kemarin aku pakai uang perusahaan untuk pencarian Nejira. Dan itu sudah sangat cukup kok. Kalau kalian tambah ini. Aku makin bingung 'kan" Oricima menggaruk garuk kepalanya.
__ADS_1
"Hehehehe. Kami juga sudah menggunakan beberapa uang juga untuk membuat pesanan, uang ini benar benar bebas tanpa tujuan tuan." Sambungnya.
"Apakah setiap bulan Nejira mendapatkan uang sebanyak ini?" Oricima tercenung.
"Eeemmm gak juga. Ini paling minimalnya. Biasanya lebih dari ini tuan" ujar ajudan itu sambil mengingat ingat.
"Oh astaga. Pantasan usahanya di mana mana. Beli segala villa, bangun hotel. Dari sini toh" Soroh Oricima.
"Eeemm kalau gitu tuan saya tinggal dulu ya" Pamitnya.
"Eeh jangan donk temani aku. Kita belanja mau?" Tawar Oricima.
"Hehehehe saya sudah ambil bagian kok Tuan. Tenang aja cukup untuk istri di rumah" Cicitnya.
"Eeeee..? Lalu aku? Yang gak punya istri ini habiskannya gimana?"
"Club, tuan" jawab asal ajudan itu.
"Hem boleh Tuan, setengah di simpan setengahnya lagi di belanjakan" saran Ajudannya.
"Haaahhhhh, kalau aku bangun rumah sakit baru gak apa apa kah?"
"Rumah sakit?"
"Iya Rumah sakit, pasti akan lebih berguna ya 'kan?" Semangat Oricima.
"Boleh aja Tuan, 'kan terserah Tuan" Sambung ajudan itu.
"Heemmm oke kalau gitu. Makasih ya" Oricima membuat Ajudan itu tersenyum lebar.
__ADS_1
"Rupanya Kemabaran Tuan Nejira sangat ramah dan lucu pula hihihi" ujarnya dalam hati sambil beranjak dari rumah itu.
***
Sementara itu Ruto dan Sara sedang berjalan jalan di gang gang sempit dengan menggunakan motor yang tadi di titipkan Bi Suna.
Sara dengan lihainya mengendarai motor tersebut.
"Bos, Sara aku mau donk di ajari bawa motor" Cicit Ruto dari belakang Sara.
"Heh! Bukan bawa motor, tapi kendarai motor. Kalau kamu bawa motor berarti di pikul gitu ya?" Ledek Sara.
"Hehehehe iyaya? Ya Ruto mau di ajari kendarai Motor"
"Oke kita ke lapangan di belakang peternakan ya, di sana luas bisa untuk Ruto belajar" Ajak Sara.
"Oke"
"Pegangan, Aku bawa laju nih" peringatan Sara.
"Aaah?"
Mau tak mau Ruto langsung memeluk pinggang Sara.
"Eeehhh pinggang ini sangat ramping" Suara hati Ruto.
"Yahuuuuuu" Semangat Sara.
Ruto tersenyum melihat betapa bahagianya Sara dengan hal hal sederhana seperti ini.
__ADS_1
Sara benar benar berbeda di mata Ruto. Gadis yang begitu istimewa di matanya. Ruto hanya memiliki satu keinginan sekarang, ingin selalu melihat senyum dan semangat ini dari seorang Sara Darianti.
####