Penyembuh Hatiku

Penyembuh Hatiku
Bab 12. Bekerja


__ADS_3

Sara dan Ruto masih menunggu kedatangan yang di nanti.


Jam sudah menunjukkan pukul 17.00. Sara menyerah. Mungkin memang bukan hari ini. Ia memilih untuk membersihkan tubuhnya setelah seharian ini sibuk dengan ayam ayamnya. Sedangkan Ruto sudah sejak tadi bersih dan tetap asik bermain dengan Nue.


Tittt.. Tiittt.. Klakson terdengar. Ruto bangkit dari duduknya dan melihat ada beberapa truk yang mengantri di depan peternakan.


"Sara ada truk besar." panggil Ruto.


"Aaahh?" Sara mengeluarkan kepalanya dari dalam kamar mandi.


"Ada truk.. Itu ada sekitar 2 truk" sambil menunjuk pintu keluar Ruto menjelaskan.


"Oohhh buka gerbangnya To.. Aku pake baju dulu" Sara sehgera menyelesaikan urusanya di kamar mandi.


Ruto berlari ke arah gerbang dan membuka gerbang agar truk truk itu masuk.


"Waaaah" Kagum Ruto.


Rupanya bukan hanya truk, tapi ada mobil kecil juga yang ikut menanti gerbang sepenuhnya terbuka.


"Kamu siapa? Mana Sara?" Seorang wanita membuka kaca mobilnya dam bertanya pada Ruto.


"Bos Sara lagi mandi" ucap Ruto.


"Hah?" wanita ini adalah Bibi Suna. Ia datang untuk mengecek sendiri peternakannya dan Sara.


"Bibi" Sara berlari kencang ke arah Mobil Suna.


"Tunggu ya Bibi parkirkan mobil dulu" Sara mengangguk paham.

__ADS_1


"Ruto ini.. Bibi Suna. Haaahh aahhh" Sara masih mengatur nafasnya yang di bawa berlari.


"Sara.. Apa kabar nak, kamu baik baik aja 'kan di sini? Dan ini siapa Sara?" Pertanyan bertubi tubi Suna sudah pasti dan sudah di duga Sara.


"Nanti.. Sara jelaskan.. Kita bisa duduk dulu gak?" Sara mencari nafas leganya.


"Oohh oke oke.."


****


"Aaahhhh kamu temukan di semak semak? Tapi udah lapor polisi?" Suna terkejut.


"Iya Bi.. Sara udah kabari polisi terdekat, tapi pas Polisi tanya tanya sama dia, tapi dianya malah pingsan.." Ruto yang sesang di bicarakan hanya menggaruk tengkuknya.


"Jadi kata polisi gimana? Terus dia.. Dia lupa diri gitu?" Bibi Suna membuat Sara menepuk keningnya.


"Oooohhhhh.. Kasiannya kamu.. Eehh nama kamu siapa?" Ruto celingak celinguk.


"Aku.. Aku Ruto.. Itu nama di kasih Sara" Ucapnya.


"Oohhh jadi namamu juga kamu lupa?" Suna prihatin melihat Ruto.


"Iya Bi.. Aku gak tahu nama aku siapa.. Hehehe" Ruto juga tak tahu harus mengatakan apa selain ini.


"Haaahhh kasiannya.. Heemmmm ya udah. Kalau kata polisi harus tunggu dulu di sini ya udah tunggu aja di sini sama Sara.."


"Makasih Bi.. Eemmm sebenarnya aku mau minta satu hal sama Bibi" Ruto memperbaiki posisi duduknya.


"Emmm apa?"

__ADS_1


"Begini Bi.. Aku gak mau cuma tinggal diam di sini aja sama Sara, tapi aku juga mau kerja sama Sara, jadi pekerja di peternakan ini.. Apa boleh Bi..?" Ruto meminta.


"Oohhh kamu mau kerja jadi pekerja di sini.. Waaahh baguslah.. Jadi aku gak usah susah susah cari orang yang mau kerja di sini lagi.." Bi Suna terlihat sangat senang.


"Aahh jadi Bi Suna memang mau nambah pekerja..?" Sara membulatkan matanya.


"Iya Sara, Bibi berencana besarkan lagi peternakan ini.. Jadi perlu nambah pekerja lagi.. Masa cuma kamu aja yang kerja di isni ya telerlah kamu" Bi Suna terkekeh.


"Oohhh jadi Ruto boleh kerja sama Sara?"


"Boleh Sara.. Dia bisa kerja di sini.. Karena kamu sudah lama kerja di sini nanti kamu yang urus pekerjaan Ruto. Kamu catat pekerjaan dia, nanti kalau udah sampai akhir bulan nanti Bibi rekapan. Gimana?" Ide Bi Suna.


"Boleh Bi.. Boleh.. Sara juga senang ada yang temani Sara di sini.. Ruto udah bantu Sara dari tadi Pagi Bi.. Sara merasa sangat terbantu" Bi Suna mengangguk mengerti.


"Oke kalau gitu deal ya.. Ruto kerja sama Sara dan nanti Bibi upah kalau udah sampe tanggal gajian.." Ruto mengangguk semangat mendengarnya.


"Makasih banyak Bi.. Makasih.."


"Sama sama Ruto. Oke sekarang lanjut yukk periksa pekerjaan di belakang itu. Banyak anak ayam baru untuk kalian berdua urus nanti.. Bibi harap semuanya sehat sehat.. Oh ya Ruto dan belajar banyak sana Sara ya" Bijak Bi Suna.


"Siap Bos besar.."


"Kok Bos besar?" Suna melirik Ruto.


"Ya kan Bos Ruto adalah Sara, jadi Bosnya Sara berarti Bos yang lebih besar lagi" Imbuh Ruto.


"Haaahh ada aja anak baru ini"


Ruto hanya cengengesan.

__ADS_1


__ADS_2