Penyembuh Hatiku

Penyembuh Hatiku
Bab 40. Bibirnya


__ADS_3

"Aaaaaa!" Teriak Sara.


"Apa?" Ruto mencari ke segala arah.


Sara malah memeluk erat tubuh kekar Ruto mungkin tak meninggalkan celah.


"Itu dia di sana To, dia manjat tiang!" Sara menunjuk arah dapur.


"Oohh iya itu ada di sana!" Pekik Ruto juga.


"Sara. Sara kayak apa aku buangin ularnya kalau kamu mempel gini sama aku ..." Cicit Ruto.


"Aahh aku takut To!" Rengek Sara.


"Iya kamu tenang aja. Kamu tunggu di luar sana aja. Aku bakal tangkap dia terus buang jauh, oke!" Imbuh Ruto.


Kepanikkan menjalar di pikiran Sara. Tangannya meremas kuat tubuh dan baju Ruto.


Ruto tidak bisa berbuat apa apa. Gadis ini begitu panik.


Cup ...


Ruto mengecup bibir Sara tiba tiba. Berharap itu bisa mengalihkan kepanikkannya.


Sara menarik bahu Ruto agar semakim mendekat dan dapat di raihnya. Sara memeluk erat bahu itu.


Tubuh tinggi Ruto membuatnya harus sedikit menunduk jika ingin mengecup bibir Sara. Sedangkan Sara juga harus berjinjit untuk meraih ciumam Ruto.


Entah dapat bisikkan dari mana kini kecupan itu berubah menjadi pengutan. Ruto yang memulai semuanya, ia semakin gencar meresap, menggigit pelan ******* bibir cantik itu.


Sara hanya bisa pasrah saja apa pun yang di lakukan Ruto padanya. Gerakkan lembut bibir kenyal Ruto juga sangat nikmat.

__ADS_1


Setelah puas barulah Ruto melepaskan pengutannya. Di usapnya basah bibir Sara.


"Tunggu aku sebentar aja. Aku buang ular itu dulu. Kamu di sini aja .. Heeemm" Ruto mengelus pipi Sara lagi.


"Eeemmm" Sara mangangguk mengiyakan dan patuh sekali.


Ruto sangat gemas melihatnya. Sangat polos dan imut saat Sara menjadi seperti itu.


Ruto berlalu meninggalkan Sara di tempat tidur. Sara menatap punggung Ruto. Seulas senyum manis sambil menyentuh bibirnya.


Baru saja bibir bibir itu bertemu. Hati Sara bergetar dan ia masih belum bisa mengendalikan detak jantungnya agar kembali normal.


Ruto mencari keberadaan ular itu, di lihatnya ular itu hanya mencari jalan keluar. Ruto dengan mudahnya menambil ular itu.


Ular jenis python itu hanya dia tak menyerang Ruto. Ruto juga memperlakukannya dengan baik, jadi sang ular tak merasa terancam.


Ruto memegani ular itu di lehernya setelah itu di angkatnya tubuh ular yang lumayan panjang itu.


"Aku antar di luar peternakan ini ya" Pamit Ruto pada Sara yang masih terdiam.


"Pasti" Ruto tersenyum manis dulu pada Sara.


Ruto meletakkan ular itu di tanah tanpa rasa takut. Rasanya seperti Ruto sudah biasanya dengan ular seperti itu.


Apa mungkin sebelumnya dia adalah seorang penjinak ular? Aahh tidak mungkin.


Tapi Ruto tak memiliki rasa takut itu. Mungkin ia memiliki kenangan dengan ular ular itu.


Setelah melihat dan yakin ular itu pergi menjauh dari peternakan barulah Ruto kembali ke dalam rumah menemui Sara.


"Sudah?" Sara kikuk.

__ADS_1


"Eemm sudah" Ruto berjalan mendekati Sara.


Gadis itu terlihat sangat kikuk dan malu malu.


Sepertinya masih tentang ciuman itu tadi


Ciuman yang tiba tiba terjadi begitu saja di saat yang sangat tak terduga.


"Haaaahhh" Sara menghembuskan nafasnya.


"Oh ya tadi kamu bilang takut ular? Kakakmu?" Ruto duduk di lantai. Tepat di dekat kaki Sara.


"Aku punya kakak sebenarnya. Kakak laki laki. Dia sangat baik, dia aktif di organisasi sekolahnya. Dia ikut salah satu kegiatan. Tapi entah gimana dia malah di kabarkan di di gigit ular. Sayangnya ular itu sangat berbisa. Saat di perjalanan ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong. Bisa ular itu sangat berbahaya" Cerita Sara.


"Eeeemmm" Ruto mengangguk paham.


Hening keduanya tak ada bersuara. Masing masing sibuk dengan pikiran mereka.


"Huaaaammm" Sara menguap pura pura.


"Ayo tidur aku ... Aku ngantuk To" Alasan Sara.


"Eemm ayo" Senyum manis mengulas di Bibir Ruto.


Jantung Sara jadi tak karuan melihatnya.


"Selamat malam Sara"


"Selamat malam Ruto" Lirih Sara malu malu.


Ruto malah tersenyum senang melihat tingkah manis Sara yang sangat terlihat malu malunya.

__ADS_1


###


Author mau mempercepat alurnya ...!!!


__ADS_2