
"Aaahhh lelahnya" Ruto duduk di anak tangga.
"Lelah? Aku biasanya lakukan ini semua sendiri. Biasa aja kok" Sokbong Sara yang memang benar adanya.
"Iya ya, bos selama ini sendirian. Apa gak lelah?" Ruto bertanya tanya.
"Pasti ada lelahnya Ruto, tapi karena niat dan tekad untuk hidup, aku gak peduli capek atau lelah yang penting bisa beli beras, bisa beli ikan, bisa beli bibit bibit baru untuk kebun aku, udah deh. Palingan sekarang kita lelah, capek tapi nanti holang sendiri kok" Jelas Sara sambil mencuci tangannya di keran.
"Bos banyak tabungan donk kalau banyak kerja?"
"Eeemm aku tabung pake celengan ayam juga, mana bisa banyak. Tapi kalau lagi kepepet ya itu juga yang di ambil untuk uang belanjaan" Sahut Sara.
"Aku juga mau nabung aahh" tekad Ruto timbul.
"Eeemm tabung aja"
"Eehh mana Nue?" Ruto celingak celinguk.
"Paling di dalam cari nooohh" Sara masoh membersihkan ember ember dan beberapa peralatan yang ia pakai tadi.
"Hai hai hai Nue sudah di sini Nue temani Ruto" Ruto menyanyi sesukanya sambil menggendong Nue si kucing.
Sara hanya memperhatikan keduanya sambil melayang membayangkan bagaimana caranya ia mengingatkan Ruto tentang jati dirinya yang asli. Yang tentu Sara pun tak tahu siapa.
"Aaahh berat sekali!" keluh Sara.
"Eemm apa yang berat Bos?"
"Kamu!" Pungkas Sara.
"Aku?"
__ADS_1
"Eheeemmm" Sara mengangguk.
"Emang aku gendut, maaf ya aku langsing" Ruto memegang pingganya yang memang ramping.
"Aku langsung gimana?" Tak mau kalah juga Sara memegangi pingganya dan bersungut di depan Ruto.
"Sombong kali" Keluh Ruto.
"Aahh sudah aku mau mandi, biar segar isitrahatnya, gak bau ayam gini" Sara berlalu masuk ke dalam rumah.
"Ruto! Jangan macam macam sama Nue ya!" Titah Sara.
Mengingat bagai mana semalam Ruto ingin ikut merapikan bulu Nue dengan lidanya sendiri.
Ruto membalasnya dengan kekehan. "Oke oke Bos. Bos tenang aja, aku sudah mengerti Nue sepenuhnya." Sombong Ruto.
"Apa kamu memang sombong sebelum lupa ingatan ini?" Lirih Sara sambil membawa handuknya.
***
Mungkin karena musim pancaroba yang berubah ubah sesukanya. Siang ini Sara dan Ruto makan siang di temani hujan yang lumayan derasnya untuk membasahi kain.
Kali ini Sara hanya memasak seadanya, hanya ikan asin dan sayur sisa tadi pagi. Dan juga karena cuacanya dingin Sara membuat teh hangat juga.
"Aaahh enak banget ya makan begini" Seru Ruto yang merasa kenyang.
"Heeemm apa adanya. Eh To .. Nanti bantuin aku ya!" Pinta Sara.
"Bantu apa?" Ruto meresap teh hangatnya.
"Bantuin aku cabut singkong. Nanti sore mau gak?" Sara mengangkat alisnya beberapa kali.
__ADS_1
"Enakkah Singkong itu?" Sara kehilangan senyumnya mendengar pertanyaan Ruto.
"Kamu gak tahu rasa singkong gimana?" Duga Sara.
Dengan ringannya Ruto menggeleng. "Gak tahu. Apa enak?" Tanyanya lagi.
"Heeemm makanya aku ajak kamu cabuti nanti" ajak Sara semakin semangat.
"Oke aja" Ruto pun setuju.
"Okeeeeee nanti sore ya" Sara sudah tak sabaran.
"Singkong itu gimana ya?" Sara yang sedang bahagia tapi Ruto yang keningungan dengan apa yang di maksud singkong.
"Singkong itu umbi umbian. Nanti kamu coba enak banget tahu" Jelas Sara sebisanya.
"Kalau enak aku mau donk .." ucpa Ruto ikut ikutan bersemangat.
"Gak ada makan yangg
Gak enak Ruto" Imbuh Sara lagi..
"Aku taman singkong itu karena bisa mengganti nasi dan di masak bagaimana pun tetap enak, aku sengaja taman singkong di luar peternakan ini, di sudut sudut di sana itu, singkongnya gemuk gemuk dan segar segar daunnya. Nanti aku putik juga daunnya untuk sayur sore." Ruto menganguk penasaran.
"Kita harus pintar pintar manfaatkan alam dan tanah yang sudah ada ini. Pernah dengarkan berbakti pada tanah pasti akan mendapat hasilnya ... Itulah yang aku lakukan Ruto" Jelas Sara.
"Waaahh aku makin kagum sama Bos Sara! Mantaaaappp" Puji Ruto.
"Heh! Jangan banyak banyak memuji, nanti aku besar kepala lhooo" Kekeh Sara dan Ruto terdengar setelahnya.
Sara selalu bisa mengisi hari harinya dengan senyum dan melupakan kenganan kenangan buruknya di masa lampau. Yang ia pikirkan kini hanya menjalankan hidul sebaik mungkin, ukir kenangan untuk di kenang saat tua nanti. Dan tak lupa selalu tersenyum bahagia.
__ADS_1
###