
Genap sudah sebulan Ruto bekerja di peternakan ini bersama Sara. Ruto semakin banyak belajar hal hal baru. Hari ini mungkin hari yang paling mebahagiakan untuk Ruto karena ia akan menerima gaji pertamanya dari Bibi Suna.
Bi Suna kini sudah bersama Sara dan juga Ruto di rumah kecil peternakan. Bi Suna melihat pekerjaan pekerjaan yang di cantumkan Sara di buku catatannya.
"Baiklah. Ini Sara punyamu dan Ruto. Ini punya. Semoga makin betah ya Ruto. Kerja kamu cukup bagus" Puji Bi Suna.
"Iya Bi, bagus tapi banyak cincongnya. Sombong amat lagi" Cicit Sara.
"Eeehh bukan sombong, tapi aku percaya diri" bela Ruto untuk dirinya sendiri.
"Eeemm anak anak ini" Bi Suna menggelengkan kepalanya melihat tingkah lucu keduanya.
"Aaahh Bibi hampir lupa lhooo, mulai besok kita akan terima pesanan siap antar. Jadi gini ya Sara, Ruto. Dia sebelah sana Bibi baru aja beli rumah kecil ya, kecillah. bibi lupa berapa ukurannya. Nah, jadi rumah itu Bibi jadikan tempat pemotogan dan pencabutan bulu bulu ayam di sana. Kita antar ke beberapa rumah makan yang memesan. Liat ini, bibi bahkan sudah punya pesanan. Dan Sara ayam ayam yang kamu bilang tadi siap panen, besok antar aja ke rumah itu, di situ mungkin agak sianga nanti ada Pak Getsu dan anaknya. Masih ingat 'kan kalau pak Getsu?"
Sara menganggukkan kepalanya antusias. "Iya, Pak Getsu yang Sara gantiin di sini 'kan jadi beliau sekarang kerja lagi sama Bibi?"
"Iya. Nanti untuk angkut dan yang lainnya Bibi minta tolong dia aja ya. Nanti dia bantu. Oh ya untuk mempermudah kalain berdua di sini Bibi akan titipkan ini" Bi Suna menepuk nepuk motor mungkin sudah setengah pakai berwarna hitam berpadu kuning.
"Waaahh" Sara dan Ruto bersamaan.
"Heemmm Sara bisa pake motor 'kan?"
"Bisa Bi bisa" Angguk Sara.
"Oke. Nanti kalau ada yang mau kalian cari atau sekedar jalan jalan ke luar bisa pake nih" Soroh Bi Suna lagi.
"Waahh iya Bi, jadi kalau Sara mau ke minimarket di sana bisa pake motor, gak usah jalan kaki keluar gang itu baru cari ojek" Sara merasa sangat terbantu.
"Oke Bibi titip ya, oh ya nanti ajari Ruto juga ya pake motornya."
"Siap komandan." lawak Sara.
"Hemmm anak nakal"
"Hehehehhee.."
Sedangkan Ruto hanya terfokus ada amplop yang baru saja ia terima dari Bi Suna. Amplop berwarna coklat sepertinya tak asing di matanya. Tapi di mana ia pernah melihatnya.
"Ya udah Bibi pamit dulu ya. Nanti tunggu aja Pak Getsu ke sini jemput ayam ayamnya. Ada sekitar 2 tempat makan yang pesan ayam dari peternakan kita ini. Mereka salah satu teman Bibi juga dulu. Jadi mumpung ada kenalan gitu ya kita gencar donk" Ucap Suna lagi.
__ADS_1
"Oohhh gitu.. Boleh juga itu Bi, lumayan kan. Kalau gitu, ayam Sara yabg itu nanti di ambil, jadi harus ada kiriman lagi 'kan anakkannya?"
"Ya donk, tapi mungkin besok atau lusa. Bibi baru pesan juga tadi. Maklum harus di Vaksin dulu ayamnya."
"Oke Bi Siap" Sara memberi hormat.
"Issshh berlebihan banget kamu!"
Ruto sama sekali tak mendengarkan apalagi menyimak apa yang sedang di bicarakan Bi Suna dan Sara.
"Heh? Fokus apaan sih?" Sara menyenggol Ruto.
"Ini!" Ruto memperlihatkan amplopnya.
"Kenapa sama amplop itu?" Sara jadi sama mengamati amplop Ruto.
"Kayak pernah liat!" Ucap Ruto yakin.
"Aaahh?" Sara tersentak.
"Jangan terlalu coba di ingat ya To, nanti kamu pingsan lagi" Sara mengingatkan kelemahan Ruto.
"Mending kamu liat isinya aja deh" Sara membantu Ruto membuka Amplop gajinya.
"Nah Duit!" Seru Sara.
"Waaah iya. Ini untuk Aku?" Ruto terkejut melihat isi amplop itu. Rata rata berwarna merah.
"Iya donk, tiap bulan kita akan dapat gaji sebanyak 2 juta dari Bi Suna hehehehe"
"Wow!" Ruto antusias.
"Mantap!"
"Hehehehee, nah kata Bi Suna ini bonus!" Sara memberikan dua lembar lagi berwarna merah.
"Lhooo bonus?" Ruto bingung.
"Bonus karena kemarin kamu bersihkan kandang ayam sama gudang" Sambung Sara.
__ADS_1
"Ohhhhh makasih" Ruto dengan senang hati menerimanya.
"Kamu dapat berapa?" Ruto bertanya tanya.
"Eeemm bentar" Sara mencoba membuka amplopnya.
Sara menghitung isi amplopnya. "Pas 2 juta To"
"Waah sama ya sama punya Ruto?"
"Iya sama"
"Terus Sara ada dapat bonus gak?" Ruto melirik uang Sara.
"Gak ada, bulan ini Sara cuma kerja utama aja. 'Kan Ruto yang udah kerjakan lemburannya" Sahut Sara.
"Ooohhhh" Ruto mengerti.
"Kalau begitu. Ini untuk Bos Sara" Ruto memberikan selembar uang bonusnya.
"Hah?" Sara terkejut.
"Nah kita bagi bagi uang bonusnya. 'kan kalau gak ada Bosa Sara yang ajarin Ruto, mana Ruto tahu apa apa"
Sara memicingkan matanya, "Hemm sekarang makin pinter ya?"
"Hehehehe Ruto gitu lhooo"
Keduanya kembali ke dalam rumah sambil terus bercerita. Ruto kembali menatap amplop coklatnya.
"Nanti pasti aku ingat tentang Amplop ini. Pasti. Ada apa sih di amplop coklat ini?" Gumam hati Ruto tak busa di pungkiri dirinya sendiri.
****
Di tempat lain, Oricima sedang uring uringan melihat setumpuk dan masih banyak lagi wadah tempat meletakkan lembaran lembaran tipis dan berhaga jika untuk tukar dengan barang yang di inginkan.
"Bagaimana aku pakai uang ini?" Pertanyaan Oricima.
###
__ADS_1