Penyembuh Hatiku

Penyembuh Hatiku
Bab 15. Menangis


__ADS_3

Pukul 5 subuh Sara sudah terbangun dan segera mencuci wajahnya. Duduk sejenak mengumpulkan rohnya yang berterbangan kemana mana saat tidur tadi.


Setelah di yakin sudah segar dan siap beraktivitas Sara memasak nasi terlebih dahulu di kompor. Karena sudah terbiasa bagi Sara memasak nasi di kompor sangatlah mudah. Sambil menunggu nasi mendidih, Sara memotong motong kangkung. Karena di kebun Sara kini hanya kangkung saja yang panen mau tak mau beberapa hari ke depan Sara dan Ruto makan sayur kangkung terus menerus.


"Huaaaaamm Bos Sara gak bangunin ... Huaaaaamm" Ruto datang dengan kantuknya yang tak dapat di sembunyikan.


"Hehehe.. Aku buru buru To. Kamu basuh dulu tu muka. Banyak jejak tak di sadari di sana" Ledek Sara.


"Jejak? Jejak apa? Petualang?" Oceh Ruto dengan suara khas bangun tidur.


"Elah.. Bangun tidur aja banyak ocehnya. Sana cepat .. Isshh!" Titah Sara tak bisa di bantah.


"Iya Iya Bos ..." Ruto pasrah.


"Heeemm ngerinya tidur aja berileran .. Ya ampun .. Ganteng ganteng ileran" monolog Sara setelah Ruto masuk kamar mandi.


"Udah?" Sara melihat Ruto keluar dari kamar mandi setelah beberapa menit kemudian.


"Udah.. Ganteng 'kan?" Sombong Ruto.


"Idih .. Kamu ileran kok ganteng .. Eh mau ngapain?" Sara kaget melihat Ruto sudah memegang pisau dan duduk di samping Sara.


"Bantuin kamu Bos. Bos mau masak sayur enak ini lagi ya? Aku suka banget Bos" Elu elu Ruto.


"Haaahh kamu masih lemas gitu ... Duduk aja dulu  diem .. Liatin aku buat ini .. Nanti kamu kupas bawang sama iris iris tomatnya untuk sambal" Imbuh Sara


"Oohh oke oke ..." Ruto patuh dan mengikuti intruksi Sara.


Lama Ruto diam dan memperhatikan apa saja yang Sara lakulakan, mulai dari memotong kangkungnya dan memilih milih daun kangkung yang segar untuk di jadikan sayur mayur makan nanti.


"Kenapa di pilih pilih daunnya ..? Kayaknya enak semua kok" Oceh Ruto setelah beberapa menit terdiam.

__ADS_1


"Ini 'kan ada yang di makan ulat, ada di makan belalang,  emangnya kamu mau makan bekas ulat, bekas belalang?" Ledek Sara.


"Haaahh gitu ya? Ulat itu yang kayak cacing ya?"


"Haaahh iya Ruto sayang" Imbuh Sara.


"Hehehehe" Cengengesannya.


Ruto terdiam lagi. Kini tatapannga sendu melihat Sara. Gadis yang sedang fokus melakukan pekerjaannya sangat imut di mata Ruto. Wajahnya yang ayu dan sederhana, jari jari lentingnya yang handal mengendalikan pisau tajam itu seolah pisau itu menurut saja pada jari lentik itu.


Seulas senyum menghiasi wajah tampan Ruto. "Heh? Kamu gila 'kah?" Ruto tersadar.


"Hah?"


"Kok senyum senyum sendiri? Mabuk air wc?" Ledek dan kekeh Sara. Gadis kocak itu memang sangat pintar meledek.


"Issshhhh .. Air wc konon. Untuk apa?" Sungut Ruto.


"Wahhh udah segar dan sadar ya? Nih tugasmu. Bantu aku, katanya mau bantu yuukk" Ajak Sara.


"To .. Hari ini gak ada lauk ya .. Cuma kangkung tumis sama sambel tomat ya" Ucap Sara menjelaskan menu pagi ini.


"Gak apa apa Ruto pemakan segalanya" Imbuh Ruto sambil mengiris tomat.


"Hah? Pemakan segalanya? Berarti ..." Sara terdiam.


"Heehh heeeh.. Bukan berarti kalau pemakan segalanya makan sesama manusia juga ya! Aku juga punya selera" Sombong Ruto.


"Idihhh"


Suasana pagi yang berbeda bersama Ruto di peterkanakan ini, biasanya Sara hanya di temani Nue dan bunyi bunyian ayam di luar rumah kecil ini.

__ADS_1


Sara sibuk memasak kangkungnya dan Ruto lanjut mengupas bayang.


"Ruto .. Kok kamu nangis, kangen rumahmu ya?" Sara prihatin melihat Ruto menangis.


"Nanti kita usaha lagi cari rumah kamu ya, yang sabar" Ucap Sara menyemangati Ruto.


"Sara!" Suara serak Ruto karena tangisannya.


"Iya, aku di sini" Sara berjongkok di depan Ruto.


"Kenapa ya?" Ruto menarik nafasnya sehingga melernya berbunyi keras di hidung Ruto.


"Kenapa apanya?" Sara sangat prihatin.


"Kenapa tiba tiba aku nangis ..." Lagi lagi Ruto menarik nafasnya.


"Hah?" Sara tersadar dari keprihatinannya.


"Aku kok nangis ... Haaaahh perihnya mata!" Seru Ruto.


"Aaaaaaaa ..." Sara menyimak.


"Kamu nangis karena bawang kayaknya?" Duga Sara.


"Bawang? Kok nangisin bawang. Hikkkss. .. Kayak gak ada kerjaan lain aja!" Ruto mengelap air matanya di lengan bajunya.


"Iiiiyuhhhh Ruto melermu tuh .. Inces tu inces meler" Geram Sara melihat ingus Ruto yang keluar bebas dari lubang hidungnya.


"Ingus?" Ruto menunjuk hidungnya.


"Iihhhh" Sara makin geram melihatnya.

__ADS_1


Ruto ...


Di persilahkan untuk memberi like dan komen jika berkenan ya guysss.. Siap di balas 1 per satu. Eh mau temenan sama author gak di IG atau FB. Boleh cari nama akun Yuresia Ca Author dan IG Akun yuresia_ca. Siap follback yaaa.. Siapa aja silahkan.. A


__ADS_2