Penyembuh Hatiku

Penyembuh Hatiku
Bab 14. Main lidah


__ADS_3

"Sini aku bantu"


Saat itu juga Sara keluar dari kamar mandi. "Eeeehhh!!! Kamu ngapain Ruto!!" Sara terkejut dengan apa yang ia lihat.


"Eeemmmm?" Ruto menoleh ke arah Sara.


"Ruto.. Kamu.. Kamu ngapain sih itu lidah, bulu Nue kamu mau apa?" Sara bingung harus bertanya bagaimana dengan Ruto.


"Ini? Aku mau bantu Nue bersin bulu bulunya.. Aku salah udah ganggu bulunya tadi, dia marah jadi aku bantu dia beresin lagi bulunya." Ruto menjelaskan sambil menjelerkan lidahnya ke arah bulu Nue.


"Aaahhh Ruto.. Biar aja Nue buat sendiri.. Kamu gak usah ganggu dia.. Aahh astaga.. Kamu udah, udah itu kena bulunya Nue tadi?" Sara ragu.


"Belum.. Baru mau coba ikutin Nue gitu.. Eeem eeemm" Ruto mengikuti gerakan lidah Nue yang merapikan bulunya.


"Astaga.. Jangan Ruto.. Gak usah.. Nue bisa sendiri kok" Sara menarik Ruto untuk kembali ke tempat tidurnya.


"Ini udah malam cepat tidur.. Besok banyak pekerjaan kamu.. Apalagi itu ada anak ayam tuh.. Anak ayam lebih berat perawatannya dari pada mama ayam dan Papa ayam" Jelas Sara.


"Hoooooo" Ruto mangguk paham.


"Cus.. Tidur!" Titah Sara.


"Siap Bos.. Oh ya nanti subuh bangunin aja Ruto ya, biar bantu Bos di dapur" Pinta Ruto.


"Haaahhh nanti kamu kutuk ikan lagi di dapur.. Kasian 'kan ikannya." Ucap Sara tapi tak bisa menahan tawanya.


Mengingat bagaimana Ruto pagi tadi mengutuk seekor lele dan siripnya yang mengenai jari Ruto.

__ADS_1


"Eeehhh itu tadi.. Belum pemanasan, mata juga masih ngantuk.. Jadi ya, lelenya, siripnya.. Jari kena" Ruto juga malu mengakui kecerobohannya.


"Aahh sudahlah.. Aman aja, nanti subuh aku bangunin.." Janji Sara.


"Oke donk"


***


"Aaaahhhhh... Lelahnya aku.. Mana video game aku.. Ini kok cuma cemilan.. Mana es krim" Oricima menjadikan meja sebagai tumpuan dagunya.


"Maaf Tuan tapi ini tengah malam, masa anda ingin makan es krim malam malam" pelayan baru Oricima tak paham lagi dengan tuannya.


"Aku mau es krim" Rengeknya lagi.


"Oh astaga.. Oke oke saya ambilkan." Pelayan itu menggelengkan.


"Mana? Mana es krimku.. Mana?" Oricima bersemangat.


"Eh kok ini sedikit banget ..! Pelit kamu!" Kesal Oricima.


"Bu .. Bukan gitu Tuan tapi itu sudah lebih dari cukup untuk es krim di malam hari." Jelasnya.


Oricima bangkit dari duduknya dan meletakkan video gamenya, mangkuk es krimnya di meja.


"Apa kamu gak tahu? Aku ini pencinta Es krim. Satu mangkuk kecil gini gak ada rasanya di mulut aku!" Oricima melipat tangan di dada.


"Aaaaa .. Maaf Tuan. Saya tidak tahu"

__ADS_1


"Isshh isshh issshhh.. Seorang Oricima Cathurpedi sangat menyukai es krim, simpan itu di dalam kamus hidupmu!" titah Oricima.


"Baik Tuan."


Tiba tiba dari video game yang sedang di mainkan Oricima, terndengar bunyi bunyian yang aneh.


"Aaassstaaagaaaaaaa!!! Aku kalah!" Jerit Oricima.


"Huaaaaa .. Sudah berkali kali aku main dan udah naik level kok kalah ... Haaaaahh!!!" Oricima menghentakkan kakinya kesal.


Setelahnya ia terduduk di lantai dan terus bergumam ia kesulitan menaiki level itu, tapi tiba tiba kalah begitu saja.


Tadi Oricima meninggalkan gamenya begitu saja, dan lupa kalau masih dalam mode tempur. Karena karakter game Oricima tak menyerang ataupun bergerak maka kalahlah dia.


"Ini semua gara gara Nejira. Semoga dia ketemu dan cepat cepat aku cabik cabik kulitnya dan aku ... Uuuarrrrhhhgg" Rungut Oricima.


"Eeemm permisi tuan .." Terdengar suara pelayan lain menyapa Oricima.


"Apa?" Tatapan dingin Oricima yang masih galau dengan video gamenya dan juga Nejira.


"Ular yang di kandang itu apa sudah makan?" Oricima memutar mata.


"Astaga ... Manda belum makan .." Pekik Oricima dan segera berlari kencang meninggalkan ruangan itu.


"Aaaaaaa ..." Pelayan itu melongo.


"Astaga ... Kenapa aku punya Tuan seperti itu? Baru kali ini aku melihat laki laki tampan tapi ceroboh dan heboh!" Monolognya tentang Oricima.

__ADS_1


__ADS_2