Penyembuh Hatiku

Penyembuh Hatiku
Bab 22. Olahan Singkong Ala Sara


__ADS_3

Ruto semakin bingung dengan teka teki Sara. Baru kali ini ada teka teki seperti itu. Ruto tak ayal sampai menggaruk kepalanya yang terasa di sengat matahari sore ini.


Keringat yang bercucuran hasil mencabut singkong meski singkongnya tak tercabut cabut juga.


"Kenapa?"tanya balik Ruto.


"Ah masa nyerah gitu aja, gak seru Ruto mah" Rajuk Sara.


"Eeemm bentar!"  Ruto memilih untuk kembali dulu bersama Sara yang sedang duduk di tempat yang sudah tak tergapai sinar matahari.


"Haaahh capek .. Bos, minta air minumnya." Rengek Ruto.


"Eh udah aku minum tadi sisa dikit nih, lagian udah bekas aku lhooo" Sara memperlihatkan botolnya yang sudah hampir tak berisi.


"Itu masih ada sisanya dikit. Boleh tuh! Mau" Pinta Ruto lagi.


"Ihhh tapi bekas aku To" cicit Sara.


"Gak apa apa" Ruto langsung merampas botol itu dari tangan Sara dan menimumnya hingga tandas.


"Astaga, mau kamu bekas aku?" Cicit Sara lagi.


"Bekas bibir cewe cantik ya maulah" Ruto merasa lega setelah meneguk beberapa sisa air itu.


"Isswshhh" Sara kesal.


"Eh kalau udah selesai minum, sekarang bantu aku bawa pulang ke rumah di dalam. Aku mau masak untuk makan malam dan cemilan" Ajak Sara.


"Hah? Lalu pohon yang itu tadi gimana?" Ruto menunjuk pohon yang sempat ia coba cabut tadi.


"Gak usah ini aja udah cukup" Imbuh Sara. Ia membawa beberapa umbi singkong di tangannya.

__ADS_1


"Aaahh Bos ini memang aneh" Gumam Ruto.


"Bos tunggu" Teriak Ruto mengejar Sara juga dengan beberapa umbi singkong di tangannya juga.


"Apa tadi jawabannya?" Ruto menyelaraskan langkahnya dengan Sara.


"Jawaban yang mana?" Sara lupa.


"Haisss yang pohon kelapa?" Tambah Ruto.


"Oohhh mau tahu jawabannya?"


"Iyalah" Kesal Ruto.


"Hahahahahahaa .. Oke oke .. Kenapa pohon kelapa di depan rumah salalu di tebang?" Sara mengulangi pertanyaannya.


"Iya?" Ruto fokus dengan ucapan Sara.


"Apaaaaaa!" Sudah penasarannya Ruto.


"Karena, kalau di cabut gak bisaaaaaaaa ... Hahahahaha" tawa Sara pecah.


"Haaaahh? Bos Saraaaaaa!!!!" pekik Ruto.


"Apa?" Sara biasa saja.


"Heh ... Aku susah susah pikir ternyataaaaa ...?" Ruto tercengang.


"Lhoooo 'kan memang gitu. Kalau gak  isa di cabut ya udah di tebang aja, kelar deh" Kelakar Sara.


"Astaga" Ruto menepuk keningnya. "Aku lupa kalau Bosku ini luar biasa ... Profesor pun kalah sama kamu Bos" cicit Ruto.

__ADS_1


"Oooo ... Terimakasihlah" Sara malah besar kepala.


"Haaaaahhh!"


*****


Sara mulai mengolah singkongnya. Sedangkan Ruto di mintanya mandi dan membersihkan diri.


Sara ingin membuat singkong goreng, Sara juga membuat kuah dengan bumbu kuning dengan isian Singkong pula. Untuk nasi, Sara menambahkan singkong di dalam nasinya agar tekstur nasi tersebut jadi lebih halus. Untuk lauknya Sara hanya memilih ikan peda dan sambal tomat.


Aahh Sara juga membuat cemilan dari singkong juga, yaitu singkong yang di rebus dan setelahnya di masak di gula merah yang di masak hingga meletus meletus. Hingga manisnya gula meras meresap ke dalam singkong rebus itu.


"Eeeeeemmm enaknya" Gumam Sara mencoba masakan masakannya.


"Huaaaahh apa itu? Kok kayaknya enak banget?" Ruto tiba tiba muncul di belakang Sara.


"Eeehh Ruto, ini coba. Kamu baru aja selesai mandi, coba makan ini aku gak tahu namanya aku cuma sedang berkreasi. Tapi di jamin enak lhoooo" Pamer Sara. Ruto tentu percaya padanya.


Dengan satu potong kecil, Ruto memasukkannya ke dalam mulut setelah meniup niupnya pelan.


Di nikmatinya rasa manis dan hangat di dalam mulutnya.


"Huaaaaahhh ini ... Ini enak banget ..!" Ruto tak bisa mengatakan apa apa lagi. Matanya tertutup sambil menikmati ulahan singkong buatan Sara.


"Hahaha, aku sudah bilang 'kan ini tuh enaaaaakk" Sara mengambil lagi satu untuk Ruto.


"Udah sana pake baju dulu, aku siapin di sini. Abis pake bajumu baru kita makan ya!" Imbuh Sara.


"Siap Bos!" Ruto bergegas.


###

__ADS_1


Siapa yang suka singkong ayoooo!??? Wajib coba tuh resep sederhana Sara.


__ADS_2