
Sore yang di tunggu Sara sudah tiba. Ia menarik Ruto bersamanya. Meski dengan sedikit malas Ruto mengikuti keinginan Sara.
Baru saja mereka selesai mengerjakan tugas di perternakan dan di tambah lagi keingian Sara di luar peternakan ini.
"Sara aku mau minum dulu haus! Aaahh" Adit meneguk air di dalam botol mineral yang di bawa Sara.
"Hah kamu ini. Baru aja kasih makan ayam gitu aja udah capek. Ingat besok lebih berat lagi pekerjaan kita!" Sergah Sara.
"Aaaaahhh aku .. Aku lelaaaaahhhhh!" Erang Ruto pasrah dan berbaring sembaragan di tanah dan debu.
"Oohh nyamannya .." gumam Ruto.
"Isshh kamu ini. Nanti ada tai ayam gimana?" Ruto langsung terperanjak seketika mendengar kata tai.
"Issshh bos ini!" Kesalnya.
"Aaah udah ayo cepetan nanti aku masakkin singkongnya enak banget buat kamu" Janji Sara.
"Haaahh? Emang enak?" Sambil melanjutkan perjalanan Ruto terus bertanya.
"Iya enak lah .. Sara yang masak .. Kayak gak tahu aja hasil masakkan aku" Pamer Sara.
"Heemm oke deh aku bantu Bos"
"Nah gitu donk" Sara memukul bahu Ruto.
"Nah itu dia!" Sara menunjuk pohon pohon singkong yang masih kokoh berdiri tertanam di tanah.
Daun duannya yang segar dan terlihat subur sangat menggoda Sara untuk mengorek isinya.
"Ayo Ruto kita cabut!" Sara bersemangat.
"Gimana caranya?" Ruto mengelilingi pohon singkong itu.
"Cari semen cair dulu, abis itu cangkul tanahnya abis itu tuang semennya!" Ucap Sara blak blakkan.
"Haahh? Serumit itu?" Polosnya Ruto ia pun mempercayainya.
"Issh Ruto, itu di cabut! Masa kamu gak tahu namanya cabut singkong? Kamu gak pernah main cabut cabutan?" Sara berkacak pinggang.
__ADS_1
"Cabut singkong?" Ruto menggaruk kepalanya.
"Gak tahu Bos!" Sahutnya lugas.
"Issshh ya lah. Sini aku yang cabut, kamu bantu juga." Imbuh Sara mengambil posisi yang bagus untuk mencabut singkong.
"Oke aku di mana?" Ruto berdiri di belakang tubuh Sara.
"Dari depan aku Ruto!" Titah Sara.
"Oh'hooooo" Ruto berputar arah dan kini berada di depan Sara.
"Dalam hitungan ketiga ya Ruto, kita tarik sama sama sampai pohon singkongnya tercabut!" Sara menatap Ruto yakin.
"Siap Bos!" Ruto ancang ancang juga.
"Satu ... Dua ... Tiga!"
Heeeeggggggggg!
Keduanya menarik pohon singkong itu hingga tercabut.
"Haaahh ringan aja kok, tapi perlu minta tolong Ruto!" Sok kuatnya.
"Ohooooo kalau gitu sekarang cabut lagi singkong yang itu!" Sara menunjuk pohon singkong yang lainnya.
"Aaahhh Daun singkong! Mudah ...!" Ucap Ruto penuh percaya diri.
"Heeeeegggggghhh!" Ruto mencoba mencabutnya sekuat tenaga.
"Huuuhhh kok berat ya?" Ruto masih berusaha mencabut pohon Singkong tersebut.
"Ayo, katanya bisa .. Katanya mudah ... Mana, masih belum bisa tercabut!?" Remeh Sara.
"Hussshh bentar .. Ruto haus. Minum dulu yaaaa .. Abis itu Ruto tunjukkan kehebatan Ruto" Sombongnya lagi.
Mungkin sudah tabiatnya Ruto adalah orang yang sombong. Sara hanya bisa memutar matanya malas sambil mengambil singkong dari pohon dan akarnya.
"Oke, Ruto udah minum, Ruto akan tunjukan kehebatan Ruto yang sebenarnya!" Semangat Ruto.
__ADS_1
"Ya lah itu!" Remeh Sara yang berada jauh dari Ruto.
"Bos, diam di situ dan lihatlah, kekuatan Ruto!"
Sedikit peregangan di tangan, leher, hingga kaki, setelahnya Ruto mengambil ancang ancang akan mencabut singkong.
"Pyuhhhhh" Ruto menghembuskan nafas.
"Heeeggggggg!" Ruto berusaha keras.
"Eeemmm tak ada habisnya sombongnya!" Gubris Sara sambil melepaskan tanah yang menempel pada singkongnya.
"Eeeeyyy Ruto? Kamu tahu gak? Ada pertanyaan kenapa pohon kelapa di depan rumah di tebang?" Teriak Sara.
"Ke ... Napa ...?" Ruto sambil berusaha mencabut singkong berteriak juga meski terputus putus.
"Hahahahahaha!" Sara malah tertawa.
"Tebak dululah To!"
"Bos ada ada aja ... Ini lagi cabut singkong malah main teka teki!" Ucap Ruto masih berusaha mencabut singkong dari segala arah.
"Jawab To!" Titah Sara.
"Iya iya ... Eeemmm pohonnya ketinggian makanya di tebang. Nanti takut kalau angin kencang tumbung kena rumau deh."sahut Ruto, lelah terus berusaha mencabut pohon singkong, Ruto memilih untuk memeluknya.
"Salah!" Teriak Sara lagi.
"Hah?" Ruto merasa jawabannya adalah jawaban yang paling logis.
"Tebak lagi donk!" Titah Sara.
"Eemmm .. Karena pohonnya udah mati, makanya di tebang!" Jawab Ruto lagi.
"Salah juga!"
Ruto ....
###
__ADS_1
Ikutan tebak donk guyssss.. Pasti ada yang tahu teka teki ini... Hihihi