
Sara dan Ruto melakukan semuanya bersama sama. Ruto tak pernah meninggalkan Nara dengan masakkannya sendiri.
Kali ini ia begitu ingin menemani Sara dari awal memasak hingga makan.
"To ... Kamu gak mau mandi duluan gitu? Nanti kalau udah masak, kamu juga udah selesai mandi, 'kan enak makannya ... " Ucap Sara.
"Aaahhh gak mau! Aku mau temani kamu ... Apa salahnya temani gadis tercintaku" Ruto tiba tiba memeluk Sara dari belakang.
"Issshh To aaahhh ... Malu iihhh!"
"Malu sama siapa? Kita sendiri kok" Cicit Ruto.
"Aku suka temani kamu masak. Jangan tolak aku ... " Bisik Ruto.
"Heeemmm iyalah. Kayak apa masaknya gini?" Sara merentangkan tangannya yang masih termasuk pelukkan Ruto.
"Hehehe iya iya ... Silahkan, aku di sini aja yaa ... " Ruto dengan mata berbinar menngoda Sara.
"Sstt diam di sana!" Titah Sara dengan senyum merekah juga.
***
Selesai makan, hari pun mulai malam. Bintang bintang bersinar indah di langit biru malam.
Ruto menemani Sara duduk di teras rumah.
"Aaahhh nikmatnya yaa .. Aku baru tahu rasanya begitu nikmat."
"Hah? Emang apanya yang nikmat?" Beo Sara.
"Perasaan ini Sara. Meski aku gak ingat siapa aku, aku yakin ... Aku yang sekarang lebih baik dari pada yang sebenarnya. Sekarang aku bisa menikmati hari hari seperti ini. Aku juga bisa melihat dunia luar yang besar. Aku juga punya teman baru, aku juga belajar banyak hal. Aku yakin, diri aku yang sebelumnya gak punya yang begini" Jelas Ruto.
__ADS_1
"Heemmm iya yaaa ... Kira kira kalau kamu ingat diri kamu yang sebenarnya apa ... Apa kamu akan tetap ingat aku?" Cicit Sara.
"Mana mungkin aku melupakan gadis yang aku cintai" Ruto menggenggam tangan Sara.
"Kamu yakin? Aku rasa gak" Sara ingin menarik tangannya lagi.
"Gak dari mana?" Ruto menarik tangan Sara lagi hingga tubuh mungil Sara jatuh di dada Ruto.
"G ... Ga ... Gak" Sara grogi seketika.
"Aku gak akan lupakan kamu, meski sebaik apa pun kehidupan asli aku. Aku akan kembali dan cintai kamu aja ... " Janji Ruto.
Suranga begitu magnetis di telinga Sara. Sara pun tak bisa melepaskan pandangannya yang sudah terkunci dengan pandangan Ruto.
"Janji?" Spontan Sara.
"Janji cintaiku" Ruto memajukan wajahnya.
Kini tinggal beberapa centi lagi, semakin dekat dan semakin mendekat. Sara memilih memejamkan matanya saja.
"Eeemmphhh" Sara menepuk nepuk punggung Ruto.
"Apa Sayang?" Sahut Ruto.
"Aahh, aku susah nafas ... " Cicit Sara.
"Maaf, tapi kamu menyukainya 'kan?" Ruto menyelipkan rambut nakal Sara di balik daun telinganya.
"Eeemmmmm" Sara mengangguk malu malu.
Ruto tersenyum senang, "Kamu milikku Sara. Hanya milikku" Ruto menarik Sara dakam pelukkannya. Sara tak sungkan berada di sana.
__ADS_1
"Tolong balas pelukkanku!" Titah Ruto manja.
"Oke oke" Sara melingkari pinggang Ruto dengan tangannya.
Sara mendongak melirik Ruto. Satu kecupan pun di bubuhkan Ruto lagi di puncak kepala Sara.
"Makasih" Sara spontan lagi.
Akankah cinta mereka tetap bertahan? Meski saat ini Oricima sudah memasuki kita yang sama dengan tempat di mana kembarannya berada saat ini.
"Aaahh kenapa aku harus mengenakan baju seperti ini. Aku rasa sesak, ini terlalu ketat, aku gak biasa pake baju gini ... Aku suka kaos biasa!" Bacot Oricima sambil menarik narik lengan bajunya.
"Maaf Tuan anda harus mengenakan baju itu kalau mau terlihat seperti Tuan Nejira" Ucap Asisten Lee.
"Haaahh!" Oricima menghela nafas lesu.
Oricima memutar matanya, ia melihat foto yang di tempelkan di salah satu tiang dan juga dinding.
Foto Nejira dengan jelas terpampang di sana.
"Jadi belum ada kabar laporan baru lagi tentang Nejira?" Tanya Oricima.
"Gak ada Tuan, meski ini adalah kota ketiga yang kita mintai tempel foto Tuan Nejira. Tapi ... Masih belum ada laporan. Mungkin banyak orang yang juga tak terlalu peduli dengan semua itu" Cicit Asisten Lee.
"Apa mereka harus di bayar dengan uang seperkian gitu, baru mereka mau bagi informasi?" Jengkel Oricima juga.
"Mungkin begitu Tuan"
"Kita selesaikan dulu pertemuan ini! Baru kita cari Nejira!" Sungut sungut Oricima.
"Tapi entah kenapa jantung aku berdetak kencang. Gak kayak biasanya ... Ada apa ini? Pertanda apa? Apa yang akan terjadi? Aahh mungkin ... Mungkin aku cuma grogi mau ketemu rekan kerja Nejira" Batin Oricima.
__ADS_1
###
Sebentar lagi ketemu ya Oricima dan Nejira ... Pantengin terus yaaa ...