Penyembuh Hatiku

Penyembuh Hatiku
Bab 13. Bulu Nue


__ADS_3

Selamat membaca guys..


"Oke mulai hari ini aku isolasi di rumah.. Awas kalian gak temu adik aku ya.. Kalau sampai kalian gak ketemu, gantian nanti.. Aku yang kurung kalian!" Ancam Oricima.


"Baik Tuan kami juga akan mengirim beberapa orang untuk menemani tuan di Rumah. Kami juga sudah menyiapkan beberapa koki terkenal untuk memasakkan anda makana makanan yang mungkin anda tidak akan jumpai di dalam rumah sendirian." Imbuh ketua dari orang orang ini yang lebih di kenal dengan nama Naru.


"Haaahh, aku gak pilih pilih makanan. Yang penting kalau aku mau es krim. Mereka harus bisa siapkan!" Oricima memang bukanlah seorang pemilih dalam hal makanan.


"Baiklah tuan. Mereka bisa di andalkanmu. Oh ya hiburan mungkin?" Tawar Naru lagi.


"Hiburan?" Oricima tak mengerti.


"Wanita" Singkat Naru yang sepertinya lebih paham.


"Maaf wanita bukan hiburanku.. Aku mau semau video game terbaru di negara ini.. SEMUANYA!" tekan Oricima.


"Aaahh baik tuan" Naru mengerti. "Tuan Nejira dan tuan Oricima sangat berbeda. Sangat jauh berbeda" Lirih hati Naru yang sudah bekerja sangat lama ada Nejira. Lalu sekarang ia harus bekerja sama dengan kembaran Nejira, yaitu Oricima.


***


"Ruto.. Bantu aku patroli yukk" Panggil Sara pada Ruto yang sedang memberi makan Nue dengan sangat banyak.


"Ya ya sebentar Bos Sara" Ruto berlari ke arah Sara tapi tiba tiba tersandung kakinya sendiri.


"Aaaww.." Pekik Sara yang melihat Ruto jatuh di tanah.


"Kok kamu yang 'Aww..' kan aku yang jatuh" Ucap Ruto seakan tak terjadi sesuatu padanya.


"Bohong gak sakit, orang jatuh gitu sakitlah" Sara memegangi dadanya.


"Aahh?" Ruto menatap arah tangan Sara.


"Eeehh apa!" Sara paham arti tatapan Ruto.


"Bukan apa apa.. Liat ini!" Ruto mengangkat bajunya dari bawah hingga terlihat otot otot perutnya dan hingga dada bidangnya.

__ADS_1


"Waaaahhh" Tanpa sadar Sara terkagum.


"Keren 'kan.. Ini yang buat gak sakit!" Sombong Ruto lalu menutup lagi bajunya dengan sok cool.


"Eelleeehhhh.." Pipi Sara merona, cepat cepat ia memalingkan wajahnya.


"Ayo kita patroli!" Semangat Ruto.


Ruto merangkul Sara dan mengambil senter yang di pegang Sara.


"Aku laki laki.. Biar aku yang memimpin kalau dalam gelap" Bisik Ruto.


"Aaahhh gelap?" Horor terdengar di telinga Sara.


Sara dan Ruto berkeliling peternakan bersama sama. Seperti yang di katakan Ruto tadi, dia yang memimpin dan menjaga Sara.


"Eehh To.. Di sini looo kemarin malam sebelum ada kamu, malamnya aku liat maling fiks banget itu maling.. Mereka bisik bisikkan terus lari.." Cerita Sara.


"Malik? Siapa Malik?" Ruto malah tak nyambung


"Maling Ruto, Maling.. Bukan Malik" Kesal Sara.


"Pencuri Ruto..!!" Tekan Sara.


"Oohhh pencuri.. Kok di bilang maling? Nama orangnya kah?" Sara menggaruk garuk kepalanya seperti orang kutuan.


"Pencuri itu bahasa bakunya Ruto.. Maling ya gak baku" Bingung juga Sara menjelaskannya.


"Intinya Malik dan Pencuri itu sama" Ruto berpikir keras.


"Maling!" Teriak Sara.


"Hehehehehee.." Ruto hanya tertawa lucu melihat ekspresi wajah Sara.


Selesai berpatroli, Sara dan Ruto kembali ke rumah, di rumah Nue sudah bobo cantik sambil membersihkan bulu bulunya dengan lidahnya sendiri.

__ADS_1


"Bos Sara? Kenapa Nue begitu?" Ruto memperhatikan Nue.


"Haahh dia lagi mandi" Imbuh Sara sambil menyiapkan tempat tidurnya.


"Nue.. Mandi pake air, bukan pake lidah" protes Ruto.


"Kamu ini dari planet mana sih To.. Aku kok jadi takut kamu bukan dari Bumi." Sara duduk di tepi tempat tidurnya yang tipis.


"Aku dari suaminya Bumi.." Imbuh Ruto sambil mengelus Nue.


"Hah?" Sara memiringkan kepalanya.


"Ya aku dariiiiiiiii... Pakmi hahahahahahahahahhaaa..." Tawa menggelegar Ruto.


"Njir.." Sara melempari Ruto dengan bantal.


"Eehh aku belum gosok gigi.." Sara baru teringat.


"Awas nanti Nue marah.. Udah di rapiinnya kamu ganggu bulunya" Imbuh Sara sambil meninggalkan Nue dan Ruto.


"Eeemm gak akan.. Nue baik sama aku" Sombong Ruto.


"Awwwwhh Nue..! Sakit.." Protes Ruto merasa tangannya di gigit.


"Apa itu?" Terdengar suara Sara yang khas sedang menggosok gigi.


"Nue gigit.." Adu Ruto.


"'Kan dah aku bilang tadi.. Dia marah kamu ganggu bulunya, udah di rapiin pake lidahnya" Sahut Sara lagi dari dalam kamar mandi.


"Iya iya.. Nue maaf.." Ruto meminta maaf.


"Sini aku bantu"


Saat itu juga Sara keluar dari kamar mandi. "Eeeehhh!!! Kamu ngapain Ruto!!" Sara terkejut dengan apa yang ia lihat.

__ADS_1


###


Cha..!!! Semangat!!!


__ADS_2