Perjalanan Cinta Ghufa

Perjalanan Cinta Ghufa
Obrolan Di Meja Makan


__ADS_3

Getaran ponsel membangunkan Ghufa yang tertidur dimeja belajarnya, rasa kantuk yang kuat membuatnya hanya sekilas melihat ponsel tanpa membaca pesan yang masuk. Dengan berat hati ia bangun dari duduknya untuk pindah ke tempat tidur. Ia merebahkan dirinya ditengah-tengah kasur dengan memeluk bantal panjangnya yang bergambar twilight sparkle karakter dari serial animasi My Little Pony. Walaupun sudah besar, ia menyukai serial yang kebanyakan ditontonan anak kecil tersebut. Cerita tentang persahabatan membuatnya selalu merasa tertarik, dari rasa ketertarikan yang berubah menjadi sebuah keinginan untuk mewujudkannya kedalam dunia nyata. Beruntungnya ia memiliki Resti, Queen dan Jenika. Bukannya ia tidak memiliki teman lain selain mereka, tentu ia punya teman dari sd dan smp, bahkan ada group alumni sd dan group alumni smp yang diikutinya. Namun ia baru menemukan perasaan klik, hanya pada mereka bertiga. Sebuah perasaan yang tidak bisa digambarkan karena hanya bisa dirasakannya.


Suara alarm di ponselnya, membangunkan Ghufa yang tertidur pulas, ia mulai mengeliat-liat mencari keberadaan ponsel disekelilingnya untuk mematikan alarm. Karena tak kunjung menemukannya ia pun terbangun oleh suara berisik yang terus menerus tanpa henti. "Arghh ada dimana sih ponselnya" teriak Ghufa kesal.


Pandangannya menyapu keseluruh ruangan dan berhenti dimeja belajar yang semalam ditidurinya. "Astaga disana rupanya." Ia pun beranjak menuju meja belajar untuk mematikan alarm dan membaca pesan yang semalam diabaikannya.


Group Rempong(you, queen, resti, jenika)


Queen


Guys, gw setuju kita kompakan rambut😉


Resti


😲😲😲 Serius lo?


Ga sayang sama rambut panjang lo?


Queen


Sayang sih, cuma setelah gw pikir-pikir selama ini gw selalu berambut panjang


Udah ga inget lagi kapan punya rambut pendek, jadi kenapa ga coba penampilan baru aja.


Jenika


Asyik, kita kembaran, bakal seru kayaknya.


Resti


Pastinya, o iya, gw buat kaos buat kita pakai disana cuma beda warna, nanti kita kocok pemilihan warnanya, Ghufa udah ngetake warna ungu dibagian gw, klo Jenika ga keberatan, lo bisa ngetake juga Queen.


Queen


Jen, 🥺🥺🥺 Please🥺🥺🥺


Jenika


Dasar ya lo bedua, ga boleh liat barang warna ungu, btw mana si Ghufa, ga nongol


Resti


Palingan udah molor dia


Queen


Jen, kau mengabaikan permintaanku😭😭😭


Jenika


O iya, maaf Queen🙏, kita tukeran aja nanti klo gw dapat warna ungu


Queen

__ADS_1


😘😘😘 lo emang the best Jen


Resti


Besok pulang sekolah, kita belanja keperluan yang kurang sama nyalon bareng yaa


Queen


Ok 👍


Jenika


👍


"Setuju juga Queen potong rambut" gumamnya mengomentari keputusan Queen. Ia pun mengetik permintaan maaf di Group.


You


Sorry guys, semalem ketiduran


tak lama kemudian balasan dari mereka pun datang


Resti


Klo gw sih ga heran, liat bantal juga bawaan lo molor terus Fa


Queen


Fa, lo ga papa senjata makan tuan?


Jenika


You


Kali ini tebakan lo salah Res 😝, the winner is Jenika😘😘


gw kan suka berekspresi Queen, jadi ga masalah klo senjata makan tuan


Resti


@ Ghufa : 😭😭


@ all : Kita bahas lebih lanjut di sekolah ya guys, see you


Ghufa segera pergi ke kamar mandi setelah meletakkan ponselnya kedalam tas. Ia bercermin berulang kali untuk memastikan penampilannya sudah oke. Setelah puas dengan hasilnya, ia pun turun untuk sarapan bersama.


"Pagi ma, yah" sapa Ghufa ketika sudah dimeja makan. "Kak Nanda sama Adinata belum turun Ma?" tanya Ghufa yang belum melihat kakak dan adiknya dimeja makan.


"Belum sayang, mungkin sebentar lagi. Tumben rambut kamu dikepang?" tanya mama heran melihat putrinya tampil beda pagi ini.


"Ghufa mau tampil beda aja ma, emang keliatan aneh ya ma?" tanya Ghufa menjadi tidak percaya diri.


"Kamu diapain aja juga cantik sayang" jawab mama yang membuat Ghufa kembali percaya diri.

__ADS_1


"Mau tampil cantik buat siapa nih!" tanya kak Nanda yang sudah bergabung dimeja makan, "pagi ma, yah" sapa kak Nanda yang kemudian duduk ditempatnya.


"Pagi sayang, anak perempuan mama pagi ini tampil beda semua ya, apa sekarang sedang musim kasmaran?" kata mama setelah melihat penampilan Ananda Azahra, putri pertamanya yang juga berpenampilan beda. Perkataan mama membuat ayah yang sedari tadi fokus dengan koran yang dibacanya mengalihkan pandangannya kepada kedua putrinya. "Ajak laki-laki itu main kerumah" kata Ayah yang sudah mulai ikut campur kedalam urusan pribadi kedua putrinya.


"Ayah apa-apaan sih! Nanda cuma temenan aja sama dia" ujar kak Nanda yang menolak permintaan ayah.


"Memangnya klo teman ga boleh main kerumah? ayah cuma mau kenalan dengan teman anak ayah" ucap ayah yang tidak mau dibantah.


Kak Nanda memandang kearah mama, meminta pertolongan. "Sudahlah yah, biarin mereka dekat dulu, jangan perlakukan mereka seperti anak kecil, mereka juga tahu mana yang baik dan mana yang buruk" ucap mama membela putrinya.


"Mama terlalu memanjakan mereka, apa salahnya ayah kenal dengan teman-teman anak ayah, apalagi teman yang bisa membuat anak ayah yang cuek jadi dandan begini."


"Iya-iya, nanti Nanda ajak dia main kerumah lusa" ucap kak Nanda pasrah.


"Ya, Ghufa ga bisa kenalan dong klo lusa."


"Siapa juga yang mau ngenalin ke kamu" jawab kak Nanda dengan nada kesal.


"Kenapa Ghufa yang kena semprot, kesel sama siapa yang kena siapa" protes Ghufa kepada kakaknya.


"Wanita memang membingungkan" komen Adinata yang sudah duduk manis dan menyantap sarapannya.


"Anak kecil ga usah ikutan" ucap kak Nanda yang gantian melampiaskan kekesalannya kepada adik laki-lakinya.


"Selalu saja bilang, Adi anak kecil."


"Ghufa, nanti kamu juga ajak Dhika main kerumah" kata ayah yang membuat Ghufa memutar bola matanya pasrah.


"Iya yah" jawab Ghufa singkat.


"Ma, nanti Ghufa pulang telat ya, Ghufa sama temen-temen mau beli perlengkapan yang kurang buat besok. Ghufa juga mau kesalon, mau potong rambut" ucap Ghufa meminta izin.


"Iya, tapi inget waktu, jangan kemalaman pulangnya, kata mama mengingatkan."


"Siap Bu Bos" jawab Ghufa dengan gaya hormat.


tin tin tin,


"Resti dah jemput, Ma, Ayah, Kak, Ghufa berangkat dulu ya" pamitnya sembari mencium tangan mereka, tak lupa ia mengusili adiknya terlebih dahulu, diacak acaknya rambut Adinata yang sudah disisir rapi itu.


"Ka..kak" teriak Adinata kesal. Ghufa hanya menjulurkan lidah meledek adiknya.


Pemandangan yang sudah biasa terjadi. Walaupun laki-laki, anak bungsu dari pasangan Ayah Iyan dan Mama Vina selalu menjadi korban kejahilan kakak-kakaknya, terutama Ghufa yang tidak pernah absen menjahili adiknya.


Ghufa diantar mama sampai ke depan. "Hati-hati sayang" ucap mama sebelum Ghufa naik mobil.


"Iya ma, Ghufa jalan dulu."


"Berangkat dulu ya tante" suara Resti dari dalam mobil. Kaca mobil masih terbuka, Ghufa melampaikan tangan ke mamanya sebelum mobil meninggalkan tempat dan melaju.


"Tumben rambut lo dikepang, mau jadi anak desa?" ucap Resti yang mengomentari penampilan Ghufa yang berbeda dari biasanya. Kak Bimo tak lepas memandang Ghufa sejak ia keluar dari rumahnya, ia terlihat sangat cantik dengan rambut yang dikepang samping ala side dutch braid.


"Sirik aja lo, takut kesaing ya?" ucap Ghufa yang dibalas masa bodoh oleh Resti.

__ADS_1


"Pagi kak Bimo" sapa Ghufa singkat yang langsung memandang keluar jendela. Ia dari tadi mengalihkan pandangannya agar tak bertatap muka dengan kak Bimo, andai saja ia berani, maka ia akan tahu jika tatapan mata kak Bimo tak lepas darinya. Namun tentu saja pemandangan tersebut tak luput dari penglihatan Resti. Ternyata perasaan kakak masih sama seperti dulu.


__ADS_2