
Semua sudah bersiap dengan tugasnya masing-masing. Saat hendak mengetuk pintu kamar Resti, langkah Queen dihentikan kak Bimo. Queen tunggu, Ren balik badan lo, perintah Bimo.
Kenapa? tanya Rendi heran.
Ade gw pasti ga pake Bra, jadi untuk menjaga pandangan lebih baik lo balik badan dulu.
Trus lo sendiri?
Tugas gw kan ngerekam, mana bisa dapat momen yang bagus klo balik badan.
Lo kan cowok juga, ujar Rendi tidak terima.
Gw kakaknya, lagi pula gw tadi udah nyuruh Resti pake piyama beruang yang ada kantongnya.
Sama aja, ujar Rendi masih dengan protesnya namun mengikuti perintah Bimo.
Lo pikir gw kakak yang gila apa? gw cuma shoot mukanya bukan badannya, dumal Bimo karena dituduh mesum oleh Rendi.
Silahkan Queen, ujar Bimo mempersilahkan Queen mengetuk pintu kamar Resti yang terkunci.
tok tok tok, tak ada respon
tok tok tok, tak terdengar suara
tok tok tok, tak ada tanda pintu akan dibuka
Gimana nih, tanya Queen bingung dengan menatap semua yang hadir disana.
Serahin sama gw, ucap Ghufa penuh percaya diri. Ia memberikan kue ulang tahun yang dipegangnya kepada Queen dan mengambil string spray dan confetti popper dari Queen.
dak dak dak, suara gebrakan yang dibuat Ghufa
Res bangun Res, bangun. Rendi selingkuh Res. Dia pelukan sama Desi di Andarfa Res. Lo harus putusin dia sekarang juga, teriak Ghufa yang mendapat tatapan tajam dari Rendi.
Res lo.. Ceklek. Lo bilang apa tadi? ucap Resti ketika membuka pintu, Sedangkan Ghufa tidak jadi melanjutkan ucapannya.
Surprise..tuk tuk tuk suara confetti popper yang menerbangkan ratusan kertas glitter diudara. Sruttt srutt srutt jaring jaring keluar dari tempatnya yang menempel pada tubuh Resti. Diiringi lagu happy birthday yang dinyanyikan Ghufa, Queen, Jenika dan Rendi. Alunan lagunya juga dilengkapi dengan petikan gitar yang dimainkan oleh Rendi. Sehingga tercipta kalaborasi yang indah.
__ADS_1
Happy birthday to you. Resti masih terpaku ditempatnya dengan muka cengo karena terkejut. Jenika memakaikan jubah dibahu Resti dan mengikatnya dengan bentuk pita. Mahkota juga ia sematkan diatas rambutnya.
Happy birthday to you
Happy birthday
Happy birthday
Happy birthday to y..o..u..
Lo bohong sama gw ya Fa? tanya Resti yang melihat Rendi bermain gitar walaupun dengan posisi membelakanginya.
Lebih baik lo pakai bra dulu,bisik Ghufa ditelinga Reati. Secara reflek Resti menutupi dadanya dengan kedua tangannya. OMG, ucapnya ketika tersadar. Ia segera balik badan dan masuk kedalam kamar dan menutup pintu.
Tak lama berselang, ia kembali dan melihat kostum yang dikenakan sahabatnya. Kalian kompakan pakai baju princess? kostum gw mana? tanya Resti meminta dress yang pantas untuk jubah dan mahkotanya.
Ga ada kostum buat lo, jawab Queen.
Kok gitu? nanti hasil fotonya gw yang paling jelek dong. Ini kan acara gw. Harusnya gw yang paling cantik, protes Resti.
Jangan banyak maunya. Disini kita yang menentukan. Sekarang tiup lilinnya, tangan gw udah pegel banget, giliran Queen yang protes.
Kok gitu sih lo Res! Make a wish dulu harusnya, ujar Queen mengomentari cara Resti meniup lilinnya.
Ga perlu make a wish. Semua yang gw mau, udah gw dapetin, ujar Resti sambil memeluk sahabatnya. Alhasil kue yang dipegang Queen mengenai mereka semua karena posisi Queen yang ada ditengah-tengah.
Arghhh, lo sengaja ya Res, ujar Ghufa kesal karena dressnya kena noda kue. Resti hanya mengherdikan bahunya saja tanpa mau menjawab. Ni hukumannya, ucap Queen yang sudah melepoti muka Resti dengan kue yang sudah tidak terbentuk.
Yakhhhhhhh, Queen, lo tega banget sih, teriak Resti karena mukanya sudah cemong dengan olesan kue dan buah.
Kalian ga mau ngucapin apa-apa ke gw? ga mau cupika cupiki ke gw?, ujar Resti yang ingin membalas perlakuan sahabatnya. Ia ingin semua kena getahnya.
Next time aja Res, atau gak, laki lo aja dulu, ucap Jenika mundur mewakili sahabatnya yang pasti tidak mau mencium Resti.
Enak aja laki gw, ini untuk kalian.
Wakkkk No Res, teriak Queen yang sudah berada dipelukan Resti. Ia langsung mencium pipi Queen. Jenika dan Ghufa sudah berhasil kabur.
__ADS_1
Resti langsung mengejar mereka yang lari ke taman belakang tanpa mempedulikan kehadiran Rendi disana.
Sedangkan Queen yang kondisinya sudah ikut berantakan tak mau membersihkan diri duluan. Ia mengikuti kemana perginya Resti.
Bimo yang dari tadi merekam hanya bisa menahan tawanya melihat tingkah para remaja yang sedang saling mempermainkan satu sama lain.
Sedangkan Rendi mukanya sudah ditekuk menjadi beberapa guratan. Ia sangat kesal karena diabaikan kekasihnya. Namun ia tetap mengikuti Resti yang sekarang sedang main kejar-kejaran.
Ia bersender di pintu belakang sembari melihat kelakuan kekasihnya yang tampak sangat bahagia saat bersama sahabatnya. Perang kata yang diiringi gelak tawa sering ia saksikan, namun hal itu tak cukup untuk membuatnya yakin tentang kepercayaannya kepada Resti. Sifat Ghufa yang mudah jatuh hati membuatnya takut jika Resti akan mengikuti jejaknya. Bukankah jika kita terlalu dekat dengan seseorang, maka sedikit banyak kita akan mengikuti kebiasaan orang tersebut. Hal itulah yang menjadi alasan utama kenapa ia sering bertengkar jika Resti terlalu sering bersama sahabatnya. Dengan paras yang menarik dan sifat yang humble, pasti akan banyak mengundang kaum adam untuk datang mendekat. Ia sangat takut jika Resti akan mengenal banyak laki-laki diluar sana dan akan tertarik pada salah satu diantaranya. Dan akhirnya berujung meninggalkannya begitu saja.
Lamunannya pecah begitu saja saat ia melihat Resti sudah didepannya. Hilang sudah guratan-guratan kecewa yang tadi tampak sekali terlihat. Berganti menjadi garis senyum yang lebar dan menawan.
Happy birthday sayang, ucapnya lembut dengan memberi kecupan dipipinya. Bibirnya menjadi lengket karena krim yang masih menempel pada wajah Resti.
Manis, ucapnya dengan bibir yang dirasakan dengan lidahnya sendiri.
Makasih ya beib, kejutannya. Terima kasih juga karena kamu sudah nurutin ucapan kak Bimo, ucap Resti memeluk Rendi.
Kamu beneran meluk aku atau mau meper? ucapnya namun malah mempererat pelukan Resti.
Dua duanya, jawab Resti dengan suara manja.
Maaf ya beib, tadi kamu aku abaikan, ucap Resti yang masih dalam pelukan Rendi. Aku hanya ingin kamu sebagai penutup kebahagianku malam ini sebelum aku beranjak tidur.
Bukan malam lagi sayang, tapi pagi. Sekarang kamu cuci muka, ganti baju terus tidur. Ingat, beberapa jam lagi kita akan berangkat ke acara kamu yang sesungguhnya.
I love you Ren
I love you too my sweetheart
Maaf ya Ren, sempat terlintas dipikiranku untuk mengakhiri hubungan kita, ucap Resti didalam hatinya.
Boleh aku cium kamu, ucap Rendi meminta izin.
Hmm, Resti berpikir menimbang-nimbang permintaan Rendi.
Boleh, ucap Resti memberi jawaban.
__ADS_1
Ahhhhh,, tayangan live lagi, ujar Jenika. Ghufa dan Queen melihat kearah yang dimaksud Jenika dan menontonnya.