Perjalanan Cinta Ghufa

Perjalanan Cinta Ghufa
Kejujuran antar sahabat


__ADS_3

Kita tidur bertiga aja kali ya, sempit ga? ucap Ghufa yang sudah tiduran ditengah-tengah mereka.


Menurut lo? Sempit.


Terus kenapa masih nanya? Queen, kenapa Jen? sadis banget ngejawabnya.


Menurut lo? Paling habis berantem sama Kevin, jawab Ghufa yang menjawab pertanyaannya sendiri. Bibir lo kenapa? tanya Jenika mencoba mengorek Ghufa. Walaupun ia sudah tahu alasannya, ia hanya ingin mengetahui apakah Ghufa akan terbuka atau menutupi kejadian yang sebenarnya. Karena jawaban Ghufa akan mempengaruhi keputusan yang akan diambilnya mengenai nasib video rekaman Ghufa dan kak Bimo.


Menurut lo? ucap Ghufa mengikuti ucapan Queen dan Jenika.


Dih, ngikutin ga kreatif, ucap Queen dengan nada kesal.


Haduh bu, ngaca bu, lihat tu di samping kanan lo. Ada kaca gede banget kan! ngaca gih sampai puas. Siapa yang ngikutin potongan rambut gw? siapa yang ga kreatif disini? ujar Ghufa dengan nada yang dibuat menjengkelkan bagi yang mendengarnya.


Gw ga ngikutin, ini kan supaya kita kompakan. Apa bedanya sama gw? gw ngikutin biar kompak juga.


Ah cape ngomong sama lo Fa.


Hahahhahaha, nyerah nih! gw menang mudah dong.


Terserah lo aja deh Fa.


Fa, becandanya udahan dulu, waktunya serius, ucap Jenika menghentikan debat kata Queen dan Ghufa.


Oke oke, waktunya serius, jawab Ghufa bangun dari tidurnya dan memposisikan tubuhnya menghadap Jenika.


Rencana kita kan ada sedikit perubahan, tadi waktu Resti datang kerumah, apa kalian mendengar pembicaraan kita?


Kita ga berani keluar kamar, tahu sendiri kan Resti itu paling jeli diantara kita. Kalau mangsanya lo sih, kita berani buat nguping, jawab Jenika yang mendapat pukulan bantal. Semprul lo Jen. Emang gw secuek itu ya, sampai kalian nguping gw ga tahu.


Apa perlu kita jabarin hal-hal yang lo ga ngeh padahal mereka ada disekitar lo, tanya Jenika.


Ga perlu, gw paham, gw ngerti, jawab Ghufa menolak tawaran Jenika.

__ADS_1


Jadi Fa, bibir lo kenapa? tanya Queen menekan Ghufa untuk cerita.


Kok gw ngerasa kalian tahu sesuatu ya, kalian sadar ga!


Tumben lo peka. Kok klo yg sensitif-sensitif gini lo bisa peka sih, tanya Queen yang sudah pindah tempat duduk menghadap Ghufa. Sekarang posisi duduk mereka sudah berbentuk lingkaran kecil.


Kenapa gw seperti tikus yang sudah terpojok dengan 2 kucing yang siap menerkam ya!


Anggep aja kayak gitu. So, lo ga berfikir kita akan percaya klo bibir lo jontor gegara jatuh kesandung batu kan? tanya Queen memulai interogasinya.


Ghufa mengeleng-ngelengkan kepalanya, sebenarnya setelah kalian pergi, gw ada obrolan sama kak Bimo. Mungkin karena perbedaan sudut pandang, jadi ada kesalahpahaman. Situasinya juga, gimana ya ngejelasinnya. Pokoknya, gw ga tahu kenapa, tiba-tiba kak Bimo nyium gw, awalnya sih cuma kecupan, cuma ga tahu kena kak Bimo berubah jadi beringas gitu. Memang bener ya, kalimat yang mensuarakan jangan berduaan dengan lawan jenis nanti ada setan yang jadi orang ketiga, ujar Ghufa menjelaskan situasi yang sebenarnya.


Kok gw ngerasa kesindir gitu yah, ujar Queen.


Itulah sebabnya gw ga mau pacaran. Zaman sekarang pacaran ga ngapa-ngapain? agak sulit ditemui. Kecuali yang memang menggunakan sistem ta'aruf, ujar Jenika mengomentari cerita sahabatnya.


Lo ga pacaran bukannya karena laki-laki yang lo suka ternyata suka sama orang lain? tanya Ghufa yang memang belum mengetahui siapa laki-laki yang disukai Jenika.


Gw akan jujur sama kalian. Sebenarnya gw suka sama kak Bimo, kata Jenika.


Ini semua bukan salah lo Fa. Queen, lo udah tahu ya? tebak Jenika karena melihat mimik wajah Queen yang biasa saja.


Gw juga baru tahunya tadi kok, klo cowok yang lo taksir adalah kak Bimo. Dan menurut gw, Resti juga pasti udah tahu.


Liat kan Fa, dari kita bertiga lo yang ga tahu, ujar Queen.


Iya iya, maafkanlah sifat temanmu ini yang kelewat cuek dan ga perhatian, ucap Ghufa dengan muka yang dibuat semelas mungkin.


Oh ya, ucap Ghufa yang mengingat sesuatu, apa kalian ngintip waktu gw sama kak Bimo lagi begitu? tanya Ghufa dengan muka polosnya.


Jenika mengubah duduknya dan pura-pura mengambil sesuatu didalam tasnya yang ia letakkan diatas meja disamping tempat tidur. Sedangkan Queen beranjak dari duduknya menuju lemari kaca dan berpose beberapa gaya, ia memfoto dirinya sendiri.


Kenapa kalian menghindar. Sikap kalian menunjukkan klo dugaan gw bener, ujar Ghufa kepada kedua sahabatnya yang sedang berpura-pura sibuk.

__ADS_1


Kalian ga usah pura-pura lagi deh, gw ga marah kok cuma malu, ujar Ghufa menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Jenika yang merasa bersalah, langsung memeluk Ghufa. Beda dengan Queen yang semakin ingin mengerjai Ghufa. Kesempatan emas, pikirnya. Fa, gw punya sesuatu yang bisa bikin lo tambah malu.


Ghufa langsung menengadahkan mukanya kearah Queen. Queen sangat senang melihat ekspresi muka bloon Ghufa yang sangat lucu. Ia memotret momen ini untuk ia simpan sebagai koleksi muka-muka absurd. Ekspresi udah jelek aja hasilnya masih keliatan cakep. Queen mendumal ketika melihat hasil fotonya. Fa, lo ga punya foto yang jelek gitu, tanya Queen kesal. Ghufa hanya mengeleng-gelengkan wajahnya membuat Queen semakin kesal.


Udahlah, muka cakep emang ga bisa dibikin jelek, ujar Queen pasrah.


Jadi yang bikin gw malu foto muka jelek gw? tanya Ghufa.


Tentu aja bukan dong sayang. Gw ga ikutan ya, ujar Jenika mengangkat kedua tangannya.


Kalian bikin gw penasaran. Queen ga usah bertele-tele.


Queen menyerahkan ponselnya kepada Ghufa. Buka video digalery gw, perintah Queen. Ghufa pun membukanya dan terperanjat ketika melihat rekaman video tersebut.


OMG. Kalimat pertama yang keluar dari bibir Ghufa saat ia menekan tombol play. Ia pun tanpa sadar melempar ponsel Queen.


Weitss, jangan dilempar atuh sayang. Kok lo bisa ngerekam gw?


Cuma kebetulan itu, niat awalnya gw cm mau ngerekam sikap kikuk lo, kan lo suka lucu klo lagi salting. Siapa yang nyangka malah dapat rekaman panas lo.


hehehehe. Kita impas ya Fa.


Impas? tanya Ghufa bingung.


Fa, lo kan pinter, kenapa klo masalah begini lo jadi kebalikannya sih. Waktu itu kan lo pernah mergokin gw, nah gantian kemaren gw mergokin lo. Dah paham sekarang?


Ohh, jadi gini ya rasanya dipergokin.


Cape deh, nih anak lemotnya bikin kesel.


Queen, videonya hapus ya. Masalah ini, gw minta sama kalian untuk tetep keep. Gw ga mau Resti tahu masalah ini, kalian pasti tahu, gimana marahnya kak Bimo waktu Rendi ngebuat Resti nangis.


Gw masih inget, muka Rendi babak belur dihajar kak Bimo, jawab Queen dengan bulu kuduk yang sudah merinding.

__ADS_1


Kalian bisa bayanginkan gimana ngamuknya Resti klo tahu kelakuan kakaknya sama gw? ya walaupun ga sepenuhnya salah kak Bimo. Gw cuma ga mau hubungan keluarga mereka renggang gara-gara gw.


Dan yang pasti klo kak Ryan sampai tahu juga. Pecah perang kekeluargaan deh, ucap Jenika yang membuat mereka bertiga nambah bergidik.


__ADS_2