Perjalanan Cinta Ghufa

Perjalanan Cinta Ghufa
Bermain air


__ADS_3

"Sirik aja lo Fa, mentang-mentang jomblo" balas Resti.


Ghufa menoleh kebelakang dan mendekati Jenika. "Yuk Jen, kita hindari pasangan yang lagi kasmaran. Kita kan jomblo" Ghufa mengatakannya sembari melirik kearah Resti.


"Trus gw mau dikemanain woy" teriak Queen yang posisinya bukan dikedua sisi. Ia berlari menyusul Ghufa dan Jenika. Walaupun ia tidak jomblo namun kondisinya sekarang ia tidak ditemani oleh Kevin. Sedangkan Resti hanya tersenyum melihat kelakuan sahabatnya.


Saat tiba dihamparan pasir putih yang luas, mereka memutuskan untuk bermain tap jongkok. Sebelum melakukan permainan mereka melakukan pengundian untuk menentukan satu orang yang jaga. Queen menjadi yang pertama jaga setelah kalah saat melakukan alaium gambreng.


Permainan tradisional yang biasanya dilakukan anak-anak zaman dulu. Butuh tempat yang lapang untuk memainkannya agar lebih leluasa berlari dan berkelit dari kejaran yang jaga.


Queen menargetkan Ghufa untuk kejaran pertama. Ia akan mendorong Ghufa untuk lari kearah air. Ghufa tidak bisa berenang maka saat diarahkan kesana, ia akan segera jongkok untuk menghindari kejaran. Selanjutnya siapa saja yang berada didekat Ghufa. Ia tidak mau menjadi yang jaga untuk waktu yang lama. Sehingga ia akan memastikan tidak ada diantara Resti dan Jenika yang akan menyentuh Ghufa untuk membangunkannya.


Ghufa berjongkok pada posisi air yang menyapu kakinya sampai mata kaki. Alhasil celananya menjadi basah akibat sapuan air. Kakinya juga sudah mulai keram karena berjongkok terlalu lama. "Sialan si Queen, dia sengaja ngarahin gw ke air" dumal Ghufa.


Gerakan Resti yang lincah mampu membuat Queen kewalahan mengejarnya. Kelitan demi kelitan ia lakukan karena Queen berusaha untuk menyentuhnya. Ia sengaja memancing Queen agar Jenika dapat membebaskan Ghufa.


Saat berdiri kembali, tubuh Ghufa tidak seimbang karena terlalu lama berjongkok sehingga ia terjatuh. Baju dan celananya basah pada bagian belakang.


"Aduh" keluhnya sembari mengelus bagian yang sakit. Ia segera bangkit agar bajunya tidak terlalu basah.


"Lo ga papa Fa?" tanya Jenika khawatir.


"Ga papa, cuma ngilu dikit."


"Ga ganti baju dulu? nanti masuk angin loh!"


"Jen, kita lagi di pantai, wajar kalau basah" jelas Ghufa sembari menyiram tubuh Jenika dengan air.


"Fa, baju gw jadi basah nih" keluh Jenika.


"Ya biar gw ada temennya, masa gw basah sendiri"


Jenika hanya senyum kecut mendengar penjelasan Ghufa "Dasar lo ya, apa-apa selalu cari temen"


Queen berlari kearah Ghufa kembali karena kesal tidak dapat menyentuh Resti. Ia melihat Ghufa terjatuh dan malah main siram siraman dengan Jenika.


Saat tiba di depannya ia menanyakan kondisi Ghufa terlebih dahulu" Masih bisa main?" tanyanya.

__ADS_1


"Bisa, gw ga papa."


"Gw hitung sampai 5 biar lo bisa kabur dari gw" kata Queen memberi waktu bagi Ghufa untuk menjauh. Ia tak mau mengambil kesempatan saat Ghufa terluka untuk lepas dari jaga.


Ghufa sudah lari menjauh, untung tadi keramnya baru awal jadi tidak terlalu berdampak.


Saat berlari dari kejaran Queen, Jenika kesandung hamparan pasir padat hingga saat menstabilkan tubuhnya agar tidak terjatuh ia berputar dan malah menabrak Queen yang sedang mengejarnya.


Bruk


"Auu" jerik Jenika dan Queen karena beradu badan. Queen langsung menyentuh Jenika dan kabur agar tidak disentuh kembali oleh Jenika.


Sekarang giliran Jenika yang jaga. Ia berlari mengejar Ghufa yang jaraknya lebih dekat dengannya.


"Arhhh dia ngejar gw" teriak Ghufa yang langsung kabur menjauh. Namun karena langkah Jenika yang lebih lebar ia mampu mengejar Ghufa.


"Kena" ujar Jenika ketika berhasil menyentuh bahu Ghufa.


"Yahh jaga deh gw"


Ghufa memberikan senyum sunggingnya hingga yang melihatnya dapat menyimpulkan bahwa ada rencana di kepala Ghufa.


"Apa lagi yang direncanain Ghufa? pasti bukan sesuatu yang bagus" pikir Resti yang hapal dengan arti senyumannya.


Ghufa berjalan lurus sambil terus memamerkan lesung pipit di kedua pipinya. Arah jalannya tidak mengarah kesalah satu dari mereka bertiga. Membuat yang lain bertanya-tanya apa yang akan dilakukannya.


Yang lain saling mendekat dan berdiskusi. "Mau ngapain dia?" tanya Queen. "Kalau gw tahu ngapain gw bingung" jawab Resti sekenanya. "Kita samperin yuk" ajak Jenika.


"Siapa tahu ini jebakan" kata Queen sangsi.


"Kalau bener jebakan, kan kita semua yang kena. Ga ada ruginya kan! dibanding kita penasaran, pilih mana?" kata Jenika.


"Yaudah yuk" ajak Queen akhirnya.


Mereka bertiga mendekati Ghufa. "Fa" panggil Resti saat mereka sudah dekat.


Ghufa menoleh tanpa berencana mendekati mereka. Karena jika hal itu dilakukannya, yang lain sudah pasti akan segera membubarkan diri.

__ADS_1


"Sini deh" ajak Ghufa menyuruh mereka mendekatinya. Ghufa berjongkok di tepian pantai yang tersapu ombak kecil. Gulungan air hanya mampu membasahinya hingga betis. Ia membiarkan celana dan sebagian bajunya basah.


"Yang sudah basah biarkanlah tetap basah" pikirnya.


"Lo ngapain jongkok disini" tanya Resti yang sudah berdiri didepannya.


Ghufa segera berdiri yang membuat yang lain secara spontan memundurkan langkahnya.


"Kalian kenapa? takut sama gw?" tanya Ghufa tertawa melihat reaksi para sahabatnya.


"Ya kan kita lagi main tap jongkok, kalau kesentuh lo kan jadi kita yang gantian jaga" jawab Queen yang mengira permainannya masih berlanjut.


"Kalau gitu kenapa kalian malah nyamperin gw bukannya lari menjauh?" tanya Ghufa kepada mereka bertiga.


"Kenapa lo ga ngejar kita malah asik main air sendirian" jawab Queen lagi.


"Siapa bilang sendirian?" balas Ghufa yang menendang air dengan kuat kearah mereka.


"Arghhh, rese banget lo Fa" teriak Resti yang palibg banyak kesiram air. Ghufa memberikan kode mata kepada Jenika.


Jenika pun mengerti arti kode tersebut. Ia dan Ghufa memegang lengan Resti dan menyeretnya lebih jauh ke air. Setelah dikira cukup mereka melepaskan pegangannya dan membiarkan Resti terjebur.


Queen baru mengerti setelah melihat Resti mencak-mencak.


"Gw kan ga mau basah sendirian Res" ujar Ghufa yang mengiram muka Resti.


"Wah bener-bener curang ya lo Fa"


Queen yang belum basah menjadi incaran mereka bertiga.


"Oh tidak" teriaknya sebelum kabur. Namun usahanya sia-sia karena sebelum keluar dari air ia sudah tertangkap.


Mereka akhirnya bermain siram-siraman. Gelak tawa mewarnai pemandangan empat orang remaja yang sedang berkelut di bibir pantai. Setelah merasa lelah mereka kembali dimana Kevin, Ryan dan Bimo sudah menanti. Handuk sudah disiapkan bi Sri, begitu juga minuman hangat dan kudapan. Mereka menanti sunset di gazebo sembari menikmati hidangan yang sudah di sajikan.


Ghufa bersandar pada bahu Ryan saat menikmati indahnya pemandangan sunset.


"Kenapa yang habis nolak lamaran malah lengket ya Jen" bisik Queen di telinga Jenika.

__ADS_1


__ADS_2