
Tok tok tok, "Fa... Ghufaira...bangun sayang. Ada Ryan dibawah" panggil Mama membangunkan Ghufa.
"Iya Ma, sebentar" jawab Ghufa sambil memegang keningnya yang pening karena terganggu tidurnya.
"Aduh, kenapa pake acara ketiduran sih, alamat tidur malam nih" batin Ghufa sambil menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya.
"Ma, tadi siapa yang nyariin Ghufa?" tanya Ghufa kepada mama saat di dapur.
"Ryan, ni minumnya sekalian kamu bawa" jawab Mama sambil menyerahkan nampan minuman.
"Ryan?? mau ngapain lagi dia" batin Ghufa heran.
Ryan sedang memainkan ponselnya ketika Ghufa datang.
"Fa" panggil Ryan sambil memasukan ponsel kesaku celananya.
"Mau ngapain lagi lo" tanya Ghufa sinis sambil meletakan nampan di meja.
Ryan tersenyum melihat minuman yang dibawakan Ghufa, "lo yang bikin?"
"GeEr, mama lah yang buat"
"Gw kan cm nanya Fa, ga usah ketus gitu jawabnya" ucap Ryan kecewa.
"Udah, ga usah basa-basi, mau ngapain lo kesini" tanya Ghufa tanpa mau memandang Ryan. Ia memilih memandang langit yang sudah jelas keindahannya dengan bentuk awan dan kontrasnya warna yang mengiringi tenggelamnya matahari.
"Mau marah sampai kapan? jangan lama-lama ya" rayu Ryan membuat Ghufa menaikkan sebelah alisnya.
"Gw pikir lo datang buat minta maaf, ternyata ekspektasi gw terlalu tinggi, orang egois kayak lo mana mau minta maaf."
"Klo lo yang minta, gw mau kok minta maaf" ujar Ryan yang tiba-tiba berlutut di depan Ghufa, diraihnya tangan kedalam gengaman tangannya.
"Maaf sudah membuat kamu kecewa,
__ADS_1
Maaf sudah nyakitin hati kamu,
Maaf karena aku tidak mengejarmu malam itu. Aku salah, aku cemburu, aku ga suka kamu dekat dengan pria lain apalagi kamu sampai salah tingkah dan merona seperti itu,
aku..."
"wait wait wait" ucap Ghufa tiba-tiba menghentikan perkataan Ryan.
"Bisa ga ngomongnya biasa aja, ga usah pake aku kamu, gw jadi merinding dengernya" imbuhnya.
"Ah, dasar bocah" gerutu Ryan kembali duduk. Ia tak melanjutkan ucapan yang tadi sempat terpotong.
"Lo ngatain gw bocah? yang labil disini siapa ya?" sindir Ghufa.
Ryan menghembuskan nafasnya perlahan kemudian menatap Ghufa kembali,
"Selama ini lo ga pernah seserius ini suka sama cowok, kecuali sama gw" ucapnya dengan penuh rasa percaya diri.
"Stop, jangan ungkit lagi masalah itu. Itu sebuah kesalahan" kata Ghufa menginterupsi kembali.
"Gampang banget lo ngomong begitu"
"Oke oke, gw salah, gw minta maaf, lo mau kan maafin gw? pinta Ryan kembali.
"Gw akan maafin lo asal lo ga ganggu hubungan gw sama Dhika" kata Ghufa memberikan pilihan.
Ryan tersenyum senang "gw akan ngalah untuk sementara" batin Ryan.
"Deal" ucap Ryan mengulurkan tangan dan disambut juga oleh Ghufa.
"Oke Deal."
"Karena kita udah baikan, cerita ke gw, kenapa si Dhika itu bisa beda dari yang lain- lain" tanya Ryan sambil meminum minumannya.
__ADS_1
"Mulai lagi deh sifat keponya" ujar Ghufa namun tidak membantah.
"Menurut gw si karena hormon remaja gw mulai bekerja" ujar Ghufa membuat Ryan tersedak.
"Makanya baca bismillah dulu kalo mau minum" ujar Ghufa membantu membersihkan sisa air disekitar mulut Ryan dengan tisu.
"Makasih" ujar Ryan tersenyum karena diperhatikan.
"Dasar bocah" balas Ghufa senang karena bisa membalikkan perkataan Ryan sebelumnya.
"Oke serius, bahasa lo ga ada yang lebih bagus lagi apa selain hormon remaja. Dapat kosa kata dari mana coba."
"Ya kan gw sekarang emang remaja, emang elo menuju dewasa."
"Kita cuma selisih 3 tahun ya" ujar Ryan tidak terima.
"Lanjut"
"Dhika tu bikin gw pengen selalu deket sama dia, pengen memiliki dia, klo selama ini kan gw banyak suka sama cowok-cowok karena ada sesuatu, hanya sebatas kagum akan sesuatu dari diri mereka, kayak suka sama oppa oppa korea yg ganteng tapi cantik, bisa akting, nari trus suara juga oke" jelas Ghufa sambil memikirkan Cha Eun Woo dan Ji Chang Wook.
"Oppa oppa itu kenapa bisa mukanya ganteng, lucu, imut banget gitu ya" ucap Ghufa mulai melantur.
"Minta dielus tahu saking mulusnya"
Ryan hanya bisa menepuk jidatnya melihat kelakuan aneh Ghufa yang bakal memakan waktu lama klo sudah membicarakan oppa oppanya.
Hal yang selama ini selalu dihindarinya, harus ia hadapi kali ini.
Hal ini akan dianggapnya sebagai hukuman atas apa yang sudah diperbuatnya kepada Ghufa.
Satu jam kemudian, Ghufa selesai menceritakan alur dari drama korea Ji Chang Wook yang berjudul Healer. Drama yang sudah tayang dari tahun 2014, namun baru selesai ditontonnya.
Ia sangat terpesona dengan karakter yang diperankan oleh aktor kesukaannya tersebut.
__ADS_1
"Akhirnya selesai juga Ghufa cerita," batin Ryan senang.