Perjalanan Cinta Ghufa

Perjalanan Cinta Ghufa
Shopping with friends


__ADS_3

Ceritanya nanti aja, udah mau sampai.


Pak masuk sampai lobby ya pak, nanti uang parkirnya saya ganti, ucap Resti memberikan intruksi saat mobil sudah mendekati tempat tujuan.


Iya neng, jawab sopir mobil online.


Terima kasih pak, ucap mereka berempat kepada pengemudi mobil online setelah sampai ketempat tujuan.


Sama-sama neng.


Langsung ke food court aja ya, semua pesanan kita udah dipesanin, semoga pas kita sampai makanan sudah terhidang di meja, ucap Resti memberi komando. Semua mengikuti karena rasa lapar sudah menyerang mereka. Dan benar saja ketika sudah sampai di food court bi Sri baru saja mengambil pesanan terakhir, yaitu milik Queen yang meminta mie udon untuk makan sorenya. Bi Sri sengaja memesankanya dengan urutan terakhir agar mienya tidak mekar.


Terima kasih ya bi Sri, sekarang bi Sri bebas mau ngapain aja, mau nonton juga boleh, nanti aku hubungi bibi kira-kira 3 jam lagi, ucap Resti memberitahu schedule bi Sri selanjutnya.


Baik, non.


Terima kasih ya bi, udah dipesanin makanan, maaf udah ngerepotin, ucap Jenika yang diikuti Queen dan Ghufa.


Sama-sama non, bibi pamit dulu ya.


Have fun bi, ucap Ghufa menggoda bi Sri yang mengajak kekasihnya untuk menemaninya.


Bi Sri umur berapa Res, tanya Queen disela-sela makannya. Masih muda kok, belum 25 tahun.


Klo orang desa, umur segitu belum nikah udah dibilang perawan tua kan.


Itu ma zaman dulu Queen, sekarang sudah bukan zamannya lulus sekolah langsung dinikahin. Banyak wanita karir atau pengusaha wanita hebat dari desa, ucap Jenika membantah statement Queen.


Ngomongin masalah nikah, kalian punya rencana nikah umur berapa? tanya Ghufa yang tiba-tiba tertarik urusan tentang pernikahan.

__ADS_1


Lulus kuliah, kerja dulu 2 tahun baru deh nikah, kisaran 24-25 tahun kali ya, jawab Queen.


7 tahun lagi dong, emang Kevin mau nunggu selama itu? pertanyaan Ghufa membuat Queen mengeryitkan alisnya.


Entahlah, kan belum tentu juga Kevin jodoh gw. Lo ragu sama dia? ga mau dia jadi imam lo? perasaan cinta lo selama ini ga bikin lo yakin sama dia? pertanyaan Ghufa yang bertubi-tubi membuat Queen menjadi bingung.


Ga usah bahas pernikahan ya, berat banget bahasannya, ucap Queen menyerah dengan tema pernikahan.


Lo sendiri gimana Fa, udah bisa mutusin mau sama siapa? tanya Queen yang pertanyaannya mendapat perhatian dari kedua sahabatnya yang lain.


Udah, gw mutusin mau sama Dhika, jawab Ghufa sambil menyeruput kuah sop buntutnya sampai tandas.


Yakin sama keputusan lo? ga bakal berubah lagi? jangan bilang besok lo galau lagi setelah ngabisin waktu sama Ryan. Lo kan kayak bunglon, klo lagi sama A, lo pilih A, sama halnya klo lagi sama B, lo bakal pilih B. Lo pilih siapa aja yang saat itu lagi ngabisin waktu sama lo.


Hmm, kali ini gw yakin. Kalian dukung dong, jangan bikin gw jadi galau lagi. Lagi pula kan gw ma Dhika cuma mencoba untuk lebih dekat satu sama lain, lebih memahami karakter masing-masing . Kalau ternyata ga cocok ya udah, selesai. Klo Ryan, gw udah tahu dia kayak gimana, dia pun juga begitu. Kita kan cuma mau pacaran bukan mau nikah, ucap Ghufa mengungkapkan pemikirannya.


Kita kan masih muda, gw juga ga ada rencana nikah muda. Ikutin alurnya aja. Mudahkan.


Terserah lo aja deh Fa, dibanding lo galau terus malah ga dapat dua-duanya, ucap Resti yang dari tadi menyimak. Yuk mulai kita berburu.


Mereka sudah memasuki toko yang menyediakan produk-produk kecantikan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Yang awalnya hanya ingin memberi produk untuk perlindungan dan perawatan dari sinar matahari, bertambahlah belanjaan mereka dengan cat kuku, lip gloss, lipstik, maskara, eyeliner dan produk khusus wajah lainnya. Gw mau sekalian beli buat stok dirumah, ucap Ghufa yang memasukkan masker wajah, masker rambut, body scrub, face scrub, lotion, pelembab pada keranjang belanjaanya. Emangnya kebutuhan lo habisnya bareng-bareng ya? sampe lo beli semua barang, tanya Jenika heran melihat keranjang belanjaan Ghufa.


Ya enggaklah, kan tadi gw bilang buat stok, lo ga liat papan di depan, belanja nominal x.000.000 dapat hadiah pouch make up cantik.


Dasar ga bisa lihat barang gratisan, ujar Queen meledek.


Kayak lo ga aja, tunjuk Ghufa dengan dagunya pada keranjang belanja Queen.


Gw kan ga terang-terangan kayak lo.

__ADS_1


Intinya kan sama aja, ucap Ghufa tidak mau kalah.


Sudahlah sesama pencinta gratisan, ga usah saling berdebat, jadwal kita masih padat, ucapan Resti yang menghentikan pertikaian Queen dan Ghufa, namun melalui mata mereka masih saling mengejek.


Uang jajan lo gede juga ya Fa? tanya Jenika yang tidak mengira Ghufa dapat belanja dengan nominal sebesar itu. Selama ini jika kebetulan belanja bersama, paling Ghufa hanya membeli 1 atau 2 item saja.


Uang jajan gw ma standar Jen, cuma selama ini gw klo belanja kebutuhan pribadi gw selalu ngajak mama. Biar gratis ucap Ghufa dengan alis yang ia naik turunkan.


Bagus juga ide lo, jadi uangnya bisa lo tabungin, ucap Queen. Apa gw coba juga ya.


Buat apa lo nyoba, lo kan dikasihnya kartu kredit bukan transferan kayak gw.


Iya juga ya, kenapa gw mendadak jadi oneng begini, ucap Queen sembari menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal.


Di kasir Ghufa memilih hadiah pouch berwarna ungu dengan gambar unicorn sedangkan Queen memilih gambar buah chery berwarna dasar ungu. Resti memberikan hadiah pouchnya kepada Jenika, Jen pouchnya buat lo aja, gw ada banyak dirumah.


Makasih ya Res, ucap Jenika yang menerima pouch dengan motif bunga sakura.


Setelah selesai dengan urusan kosmetik mereka berpindah tempat ke department store. Di area sandal, mereka mencoba berbagai model dan pilihan jatuh pada sandal bergaya pompom bohemian karena memiliki warna yang cerah dan berbahan kulit asli. Sedangkan untuk kain pantainya, Resti memilih kain pantai bali dengan motif merak mandala bali yang berbahan rayon, sangat halus dan lembut ditangan. Pasti adem klo nanti dipakai.


Akhirnya selesai juga kita belanjanya, kaki gw pegel banget, sekalian refleksi aja kali ya nanti di salon, ujar Ghufa meminta pendapat.


Ide bagus, tapi kita beli minuman sama cemilan dulu yuk, gimana klo dibuat dua kelompok biar cepet, gw sama Resti urusan minuman, Ghufa sama Jenika urusan cemilan, gimana? ujar Queen memberi ide.


Oke, urusan cemilan kalian ga akan kecewa, yuk Jen kita berburu.


Tadi ngeluh capek, sekarang semangat banget berburu cemilannya, ucap Resti mengomentari perubahan sikap Ghufa.


Semangat dia klo udah berhubungan sama makanan enak. Kita juga harus semangat, jangan mau kalah, yuk ajak Queen.

__ADS_1


__ADS_2