Perjalanan Cinta Ghufa

Perjalanan Cinta Ghufa
Ciuman tak langsung


__ADS_3

"Maksud Dhika apa ya ngomong begitu?


Apa dia juga ada rasa sama gw?


tapi ga mungkin lah, gw kan bukan levelannya dia.


Apa gwnya yang kegeeran?


Ya Tuhan, kenapa kau beri rasa yang membuat hatiku tak menentu.


Tapi, ga ada yang ga mungkin kan didunia ini.


Buktinya dia pernah bilang gw sexy, trus hari ini dia bilang gw imut sama ngegombalin gw, siapa tau suatu saat dia bakal bilang, will you marry me?" khayal Ghufa yang senyum-senyum sendiri sambil gulung sana gulung sini diatas kasur. Dia langsung melihat dan menyentuh gambar dilengannya dengan lembut seakan akan yang disentuh adalah pembuat gambar itu sendiri.


Setelah perang batin memikirkan Dhika, akhirnya Ghufa pun terlelap.


Dikantin sekolah, Ghufa menceritakan apa yang terjadi kemarin kepada ketiga sahabatnya.


"Owww, akhirnya ada kemajuan" komen Resti sambil memberikan 2 jari jempolnya.


"Jangan GeEr dulu, itu hal biasa" kata Queen menimpali sedangkan Jenika hanya menyimak obrolan saja.


"Lagian lo ya Fa, kok lo mau-maunya sih di dipegang-pegang Dhika gitu? maksudnya dia apa coba gambar-gambar dilengan lo? emang dia ga punya buku? harus gitu di lengan lo?" oceh Queen yang tidak terima perlakuan Dhika kepada Ghufa.


"Gw sih seneng-seneng aja, kan gw suka ma dia, lagian cuma pegang tangan doang kan" bela Ghufa.


"Ya ga harus sentuhan fisik juga Fa" kata Queen


"Kayak lo ga pernah sentuhan fisik sama Kevin aja sih Queen" ujar Resti membela Ghufa.


"Ya beda cerita donk Res, gw kan sama Kevin pacaran, punya hubungan jelas" jawab Queen tidak terima dipojokan Resti.


"Udah-udah, kalian salah semua, mau gebetan mau pacar semua salah. Yang bener tu cuma suami kita yang boleh sentuh kita" kata Jenika menasehati.


"Kok lo bener sih" celoteh Resti


"Kalah gw deh kalau udah menurut agama" ujar Queen.


Kalimat Jenika membuat Ghufa merasa bersalah.


"Maafin gw ya guys, gw khilaf kemaren,


habis enak sih, bikin deg deg ser"


"huuuuuuu, pas enak aja diem" sorak Queen kemudian.


"Jangan diulangi lagi ya" ucap Jenika menasehati teman temannya.

__ADS_1


"Siap Bos" jawab Ghufa, Resti dan Queen serentak sambil hormat.


"Res, kok lo ikut jawab sih.


ayo, ngaku udah ngapain aja sama Rendi?" goda Ghufa membuat Resti salah tingkah.


"Apaan sih Fa, emang gw mau ngapain coba?" jawab Resti.


"Ya sapa tau ada adegan kiss kiss gitu" ujar Ghufa sambil memajukan bibirnya.


"Ea Ea Ea, Resti ketauan bandelnya" sambung Queen menggoda Resti yang hanya bisa diam tanpa sanggahan ataupun pembelaan.


"Berarti yang khilaf ga cuma gw doang kan?" Queen dan Resti hanya bisa mangut-mangut mengiyakan pernyataan Ghufa.


"Ya Tuhan lindungi teman-temanku dari setan-setan mesum yang mengelilinginya" doa Jenika yang di Aamiin kan oleh semuanya.


"Gw jadi penasaran sama kisah percintaan Jenika nantinya" ucap Ghufa mencoba mengorek kehidupan pribadi Jenika. Diantara mereka berempat, hanya Jenika yang tertutup. Ia jarang membagikan kisah hidupnya kecuali persoalan toko rotinya tempo hari. Belum pernah sekalipun ia bercerita mengenai dirinya sendiri.


"Ga ada cowok yang lo taksir Jen?" lanjut Ghufa melanjutkan aksi keponya.


"Ada" jawab Jenika singkat. Jawaban yang membuat semua tercenggang.


"Hah, serius? siapa orangnya? kok lo ga pernah cerita-cerita sih" cerca Queen yang masih kaget dengan jawaban Jenika.


"Karena dihatinya sudah ada orang lain, makanya gw ga pernah cerita."


"Dia ga tau klo gw suka sama dia Res, dia juga ga menjalin hubungan dengan orang yang dia suka" jelas Jenika membeberkan kenyataan yang ada.


"Ya klo dia single, dideketin aja, kasih kode, ga mungkin dia nolak orang kayak lo, cantik, pinter masak, bijak lagi klo mengambil keputusan" kata Resti yang menyebutkan kelebihan Jenika.


"Gw jadi penasaran siapa orangnya?"imbuh Resti.


"Siapa orangnya?" tanya Queen yang dibuat penasaran juga oleh Jenika.


"Pokoknya untuk sekarang gw belum bisa cerita lebih lanjut. Suatu saat klo waktunya tepat, gw akan cerita semuanya," kata Jenika meminta pengertian sahabatnya untuk memahaminya.


"Yaudah klo lo belum mau cerita. Maaf udah maksa tadi" kata Resti yang mengerti keinginan Jenika. Bukan hal mudah untuk menceritakan suatu hal yang bersifat pribadi.


Jenika lega karena sahabatnya mau mengerti dirinya. Ia memeluk Resti sebagai ungkapan terima kasih.


Ghufa yang melihat momen tersebut ikutan nimbrung dan disusul Queen yang sudah masuk dalam pelukan.


***


Resti dan Ghufa sedang berjalan menuju kelas mereka setelah berpisah dengan Queen dan Jenika. Fa, lo bisa nebak ga kira-kira siapa yang ditaksir Jenika?"


"Emang kita kenal?"

__ADS_1


"Ga tau juga sih! Clue nya cuma orang yang disuka ternyata suka sama orang lain tapi mereka ga pacaran."


"Ga kepikiran gw siapa orangnya" jawab Ghufa yang memang tidak tahu pria mana yang sudah berhasil merebut hati Jenika.


"Teka-teki Jenika bikin gw penasaran banget. Bikin pusing tapi puas kalau bisa nebak," oceh Resti yang belum bisa move on dari pernyataan Jenika.


"Ya lo pikirin aja jawabannya nanti kalau udah ketemu tinggal bilang ke gw" kata Ghufa mau enaknya aja, padahal dia sendiri juga penasaran.


"Enak banget lo" omel Resti kesal dengan ucapan Ghufa.


"Dari pada mikirin teka-teki Jenika mending lo cerita pengalaman first kiss lo?" kata Ghufa sambil menyedot jus naga mix jeruk favoritnya yang belum habis diminumnya.


"Gak mau, itu konsumsi pribadi, malu gw. Nanti aja klo lo dah pernah first kiss, kita baru deh tuker pengalaman" tolak Resti.


"Ahh ga asyik lo Res, lo kan tau gw jomblo, kapan gw dapat pengalaman itu."


"Ya lo ikutin nasehat Jenika aja, tunggu sampai lo nikah, baru deh lo kasih semua serba pertama ke suami lo nanti."


"Bisa ga ya gw menjaga itu semua" kata Ghufa dengan ragu. Mereka sekarang sudah duduk dibangku kelas.


"Ya harus bisa donk, asal lo pegang prinsip dengan tegas" ujar Resti memberi semangat ke Ghufa


"Tapi kenapa lo kasih first kiss lo ke Rendi?" tanya Ghufa heran karena barusan Resti menasehatinya sedangkan dia tidak melakukannya.


"Siapa yang ngasih? orang dia nyosor gitu aja" ucap Resti tanpa sadar menceritakan kronologinya.


"Lo nya aja kali yang ngasih kode" ucap Ghufa santai sambil menyedot jusnya.


"Enak aja kalo ngomong lo ya, dianya tahu yang langsung nyii..um" sadar Resti merasa diperdaya Ghufa.


"Ahhhhh, curang lo Fa" sambil berusaha memukul Ghufa namun tidak kena karena Ghufa sudah berlari keluar kelas.


Karena tidak fokus pada jalan dia hampir saja menabrak Dhika.


"Eeiittss, hampir aja" ujar Ghufa karena terkejut.


"Kenapa lo Fa lari-lari kayak dikejar setan" tanya Dhika.


"Ehh, ga papa cuma pengen lari aja" sanggah Ghufa yang bingung harus menjawab apa.


"Udah mau bel, ayuk" ajak Dhika sambil melirik jus Ghufa yang sedang di sedotnya dan kemudian mengambilnya.


Ghufa hanya menoleh dan menatap Dhika.


"Buat gw ya" pinta Dhika langsung menyedot habis Jus Ghufa tanpa menunggu jawaban.


"Ciuman gak langsung dong gw sama lo" gumam Ghufa pelan yang tanpa sadar menyentuh bibirnya.

__ADS_1


"Pantes rasanya manis" ucap Dhika dengan senyum seringai mendengar gumaman Ghufa.


__ADS_2