Perjalanan Hidup Ku

Perjalanan Hidup Ku
101. Memberi Tahu Mas Anto


__ADS_3

Kini aku sudah kembali bekerja lagi, karena sudah beberapa hari libur, tidak enak juga sama bu Tri kalau terlalu lama libur nya.


Memperbaiki rumah sudah selesai, sekarang tinggal menabung untuk masa depan, karena aku tidak mau merepot kan ibuk saat aku menikah nanti.


Oohh..iya aku lupa belum memberi tahu mas Anto, aku telfon saja kali ya..? semoga saja mas Anto tidak sibuk.


Tring..tring..


' Halo Tia,''


' Halo mas Anto, lagi sibuk gak mas.?


' Nggak,'' ada apa Tia.?


' Ini mas aku hanya mau memberi tahu mas Anto kalau renovasi rumah nya sudah selesai.


' Alhamdulillah,'' terus uang nya kurang gak.?


' Nggak kok mas, semua sudah beres.


' Begini Tia, kamu kan sudah umur sembilan belas tahun, apa kamu belum ada niatan mau menikah.? teman teman kamu di kampung kan semua sudah menikah, bahkan yang umur nya masih di bawah kamu sudah pada nikah.

__ADS_1


' Tia belum kepikiran sampai situ mas,''


Memang sih di kampung semu teman teman ku sudah pada menikah, umur ku saja baru sembilan belas tahun sudah di katai perawan tua lah, gak laku lah, pusing kalau mikirin omongan orang.


' Kamu jangan terlalu fokus bekerja terus Tia, kamu juga harus memikirkan masa depan kamu sendiri.


' Iya mas,'' nanti kalau Tia sudah ketemu sama jodoh nya juga aku bakalan nikah kok, mas Anto tenang aja.


' Kamu nih kalau di kasih tahu, malah bercanda.


' Iya iya...jawab ku kesal.


Terserah mereka lah mau mengatakan aku perawan tua lah, gak laku lah, yang penting aku tidak merugikan mereka, orang nikah kok di paksa, nanti kalau sudah ketemu sama jodohnya juga pasti menikah, juga baru umur segitu di kota umur dua puluh lima tahun saja masih muda kok, belum menikah lagi.ucap ku ngedumel sendiri.


Aahhh..pusing kepala ku kalau memikir kan itu terus, lebih baik aku fokus bekerja masa depan lebih penting dari pada mikirin omongan orang.


'Wooee..kenapa sih teriak teriak.


''Aaa..'' teriak ku, karena kaget tiba tiba di kaget kan sama orang. aku melihat ke belakang ternyata mas Soni yang mengaget kan ku.


' Kenapa sih Tia kamu teriak teriak sendiri,? lagi kesambet ya..?

__ADS_1


' Bisa nggak sih mas kalau datang itu tidak mengaget kan orang kebiasaan, ucap ku kesal.


' Lagian teriak teriak sendiri gak jelas.


Kamu yang gak jelas, ngapain juga masuk kerumah orang gak pake salam dulu main nyelonong saja kayak maling, ucap ku dalam hati. lagian tidak mungkin aku mengucap kannya langsung di depan mas Soni yang ada nanti malah aku kena semprot.iihh bergidik ngeri.


' Wooee', malah bengong, wah beneran kesambet kayaknya nih orang.?


' Apaan sih,'' ucap ku ketus. ngapain sih mas Soni tiba tiba muncul di sini.?


' Ngapain aja boleh.,'' ucap mas Soni cengengesan.


' Terserah,', aku langsung pergi meninggal kan mas Soni yang masih di tempat.


Iiss dasar ratu drama, nggak akan ada habis nya aku bicara sama kamu, buang buang waktu saja, lebih baik aku menyelesaikan pekerjaan ku dari pada berdebat sama kamu gak akan ada ujung nya, ucap ku, ngedumel sendiri sambil berjalan ke belakang rumah untuk mengambil jemuran yang sudah kering.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2