Perjalanan Hidup Ku

Perjalanan Hidup Ku
72. di sidang majikan


__ADS_3

setelah cuti untuk menghadiri pernikahan nya mbak mia, kini aku sudah kembali bekerja lagi, aku harus semangat.


ternyata sebentar lagi sudah mau puasa, sudah dua kali puasa aku di rumah bu tri, tanpa terasa alu sudah dua tahun bekerja di rumah bu tri.


perasaan belum lama aku di sini ternyata sudah dua tahun saja.


seperti biasa kalau pagi hari aku harus bangun pagi, untuk menyiap kan sarapan. bu tri pun ikut membantu memasak juga, hal seperti ini memang sudah biasa kalau pagi hari di dapur bersama majikan, kata bu tri biar pekerjaan nya cepat selesai, yang penting aku menjaga anak anak itu yang utama.


seperti pagi ini aku sudah di dapur bersama bu tri.


" tia apa kamu menyukai soni.?


deg..deg..perasaan ku gak enak tiba tiba bu tri bertanya soal mas soni ada apa lagi ini.?


" maaf buk saya hanya mengaggap mas soni seperti kakak, maaf kan saya buk kalau saya terlalu akrab sama mas soni.!


" tidak apa apa tia ibu memperboleh kan kamu dekat dengan siapa pun, tapi ingat pesan ibu kamu harus menjaga diri sendiri.


"iya buk saya paham"

__ADS_1


" soni itu seperti nya suka sama kamu tia.!


waduuhh..mas soni salah tanggap ini, aku musti gimana ya..? kalau aku menjauhi mas soni di kira nya aku sombong, dekat sama mas soni nanti jadi masalah aahhh....ingin rasanya aku tenggelam di laut saja, tidak..tidak..aku kan belum nikah.


" tia..kok malah bengong.?


" ah..iya buk ada apa.? aku jadi lupa bu tri bertanya apa.


" soni itu seperti nya suka sama kamu.!


" mmm maaf buk mungkin mas soni salah mengartikan kedekatan kami, saya belum memikir kan terlalu jauh buk, saya masih ingin bekerja dulu.


" baik buk terimakasih"


untung punya majikan yang baik, bisa mengerti keinginan ku kalau aku belum ingin menjalin hubungan yang serius, aku harus semangat bekerja karena aku belum membahagia kan ibuk.


aku harus bisa membahagiakan ibuk sebelum aku menikah nanti.


setelah beberapa bulan aku bekerja, aku sudah punya tabungan yang cukup untuk membelikan ibuk kompor gas, supaya bulan puasa nanti ibuk tidak capek capek memasak pakai tungku.

__ADS_1


aku sudah bertekad akan membahagiakan ibuk, aku tidak mau ibuk di hina hina terus, bagi ku ibuk adalah pahlawan ku, ibuk sudah membesar kan ke lima anak anak nya seorang diri, ibuk memang benar benar perempuan hebat.


bapak pun sampai sekarang tidak ada kabar nya sama sekali, dan keluarga bapak juga membenci ibuk sampai sekarang, entah apa alasan nya padahal ibuk tidak pernah meminta belas kasihan dari mereka.


'sudah dari kecil tidak mendapat kasih sayang seorang bapak, beranjak besar mulai sekolah di hina sama teman teman sekolah karena aku orang miskin, di hina sama tetangga karena miskin,


sudah dewasa mulai bekerja pun di manfaat kan sama orang, keluarga bapak juga ikut ikutan membenci kami, lengkap sudah penderitaan ku. batin ku sedih meratapi nasib.


kapan penderitaan ini akan berakhir.?


karena alasan itu lah aku harus bekerja keras supaya aku bisa mengangkat derajat ibuk, tunggu saat nya tiba aku akan membuktikan kepada kalian semua.


kalau suatu saat kalian akan membutuh kan bantuan dari orang miskin yang selalu kalian hina ini.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2