Perjalanan Hidup Ku

Perjalanan Hidup Ku
67. mendekati hari H


__ADS_3

semua tetangga memang dari dulu tidak pernah suka sama keluarga ku, entah apa salah nya keluarga ku sampai sampai hampir semua tetangga menganggap rendah keluarga ku.


bukan hanya ibu ibu saja yang merendah kan keluarga ku, tapi juga para anak anak remaja seusia ku yang selalu memandang ku rendah, sebenar nya apa motif mereka menghina ku mengkucil kan aku, padahal aku tidak pernah berbuat salah sama mereka.


karena hari pernikahan mbak mia sudah mulai dekat, para ibu ibu' bapak bapak' dan para remaja semua berdatangan, ada yang memasak di dapur' ada yang menata meja dan kursi, kalau para remaja mereka medekorasi panggung untuk pengantin nya nanti.


ada juga yang kebagian menyiap kan makanan dan minuman.


saat aku lagi duduk sendiri entah fikiran kemana, sampai ada mbak mia datang aku tidak mendengar.


" tia...!


" apa sih mbak..? aku terlonjak kaget.


" lagi mikirin apa sih..? sampai mbak panggil berkali kali kamu gak dengar.


" gak ada mbak, hanya lagi lihatin orang orang saja, elak ku.


tidak mungkin kalau aku bilang sama mbak mia, tentang kesedihan hati ku yang di mana mana selalu di rendah kan orang, karena mbak mia sebentar lagi akan menikah, jadi aku tidak mau membebani pikiran mbak mia.

__ADS_1


"yang bener tadi mbak lihat kamu lagi melamun lho, memang nya ada apa sih tia.?


" beneran mbak aku tidak mikirin apa apa, hanya lagi mikirin mas anto saja.


" kenapa dengan mas anto.?


" aku pengen juga bisa seperti mas anto mbak, bisa beli motor kan kalau punya motor kemana mana tidak perlu naik bus lagi.!


sebenar nya bukan itu yang aku pikir kan tadi, tapi benar juga apa yang aku katakan sama mbak mia, aku memang ingin sekali bisa membeli motor.


"yang sabar tia tidak perlu terlalu di pikirkan, nanti kalau sudah saat nya pasti bisa membeli nya.


mbak mia memang selalu bisa memberikan ketenangan, aku yang selalu terbawa emosi kadang tidak bisa berfikir jernih.


perbedaan aku dan mbak mia memang sangat lah jauh, kalau aku yang selalu berfikir terburu buru, berbeda dengan mbak mia kalau mbak mia selalu berfikir santai tapi menghanyut kan.


bukan hanya itu di antara kami berlima memang aku yang paling tidak berutung, hanya aku yang di mana mana di rendah kan orang, termasuk remaja kampung pun seakan mengucil kan aku.


hanya di rumah bu tri lah aku mendapat kan ketenangan dan keadilan, karena hanya di rumah bi tri lah aku di hargai dan tidak di rendah kan.

__ADS_1


meskipun mbak mia dan mas anto selalu menasehati ku, untuk tidak mendengar kan omongan orang orang, mungkin aku bisa tersenyum di depan mereka, tapi tidak di belang mereka, mungkin aku bisa berbohong sama mereka, tapi tidak dengan hati ku.


.


.


.


sakit itu pasti, mungkin orang orang melihat ku baik baik saja, tapi sebenar nya hati ku menangis.


' lihat tuh si tia dia sok kecantikan banget deh, ucap para anak remaja yang datang kerumah.


' memang nya kenapa.?


' masa kamu gak tahu sih semua para cowok di kampung ini kan memuja dia,


' cantik juga nggak tapi sok kecantikan, yang lain menimpali.


karena aku duduk tidak jauh dari mereka jadi aku bisa mendengar ucapan mereka, aku pura pura tidak mendengar karena aku sibuk main ponsel. tadi nya aku duduk sama mbak mia tapi mbak mia sudah pergi, tinggal lah aku yang duduk sendirian sambil bermain ponsel.

__ADS_1


__ADS_2