
aku masih diam ketika sella mempermalukan aku lagi di tempat umum.
aku ingin melihat dulu sejauh mana sella akan berani mempermalukan aku lagi, jika sella sudah kelewat batas aku tidak akan tinggal diam, dan aku akan segera bertindak sebelum sella semakin menjadi jadi.
" ibu ibu sebaik nya kita apa kan perempuan kotor ini.? ucap sella ke ibu ibu.
" sebaik nya kita usir saja dia dari kampung ini.! " iya betul itu ,"
" saya juga setuju bikin malu saja.
"besok kita usir dia dari kampung ini. ucap sella.
" benar biar kampung kita tidak ikut tercemar.!
" iya perempuan kotor seperti dia pantas nya ya di tempat yang kotor juga.
aku diam mendengarkan mereka semua memojok kan aku, apa yang bisa aku lakukan karena sekarang lagi di tempat umum, apa lagi sekarang juga lagi puasa sayang tenaga nya kalau buat meladeni orang orang yang tidak punya ahklaq seperti mereka.
" heh..perempuan ja*** besok kamu harus pergi dari kampung ini, kalau besok kami masih melihat mu di kampung ini terpaksa kami semua akan menyeret mu pergi dari kampung ini.
" iya benar itu kamu harus segera pergi dari kampung ini, sebelum anak anak remaja di kampung ini terpengaruh sama kelakuan kamu.
__ADS_1
" terserah apa kata kalian kita buktikan saja besok siapa yang salah dan siapa yang benar.! saya permisi pulang dulu karena tenaga saya tidak di butuh kan di sini.
" gaya nya saja sok alim padahal asli nya perempuan ja***ng.
aku masih mendengar mereka membicarakan aku, tapi aku tidak peduli dengan ucapan mereka, aku terus berjalan meninggal kan tempat pembagian takjil itu, buat apa aku terus bertahan di tempat kalau aku tidak di butuh kan.
sampai nya di rumah aku langsung masuk dan duduk di ruang tamu, sambil menjernih kan pikiran aku agar aku tidak tersulut emosi, karena aku juga lagi puasa aku harus banyak banyak bersabar.
" lho tia kok sudah pulang sudah selesai bagi bagi takjil nya.? tanya ibuk tiba tiba masuk rumah entah dari mana.
" tenaga ku tidak di butuh kan di sana buk."
" ya begitu lah buk" ucap ku lesu.
bah kan lebih parah buk sekarang, bukan cuma menghina ku saja buk tapi mereka juga akan mengusir ku dari kampung ini, batin ku.tidak cerita ke ibuk takut ibuk kepikiran.
" yang sabar ya tia bulan puasa harus banyak banyak bersabar, biar dapat pahala dan tidak rugi puasa nya.
" iya buk"
" andre sama ari kemana buk kok gak kelihatan.? tanya ku.
__ADS_1
" mungkin lagi ikut kegiatan remaja masjid.
" Oohh."
mungkin hanya aku yang jadi manusia kurang beruntung,? atau aku yang terlalu terbawa perasaan,? karena sejak kecil hanya aku yang selalu di tidas sama orang, atau mungkin aku nya yang terlalu baik sehingga banyak yang memanfaat kan kebaikan ku.? pusing rasanya kepala ini mikirin masalah tidak ada habis nya.
bagai mana kalau ucapan ibu ibu tadi beneran,? bagai mana perasaan ibuk jika besok tiba tiba orang sekampung datang kerumah mengusir ku,?
pasti ibuk sangat sedih.? tapi sebelum mereka benar benar mengusir ku dari kampung ini, aku akan membuat mereka diam tanpa bisa bicara lagi,
sella tunggu kejutan dari ku, aku diam bukan berarti aku tidak berani melawan,tapi karena aku tidak suka dengan keributan.
.
.
.
.
.
__ADS_1