
semangat tia semangat, selow kamu pasti bisa, ngapain takut sama ular sawah kamu kan gak numpang hidup sama dia, menyemangati diri sendiri.
kenapa rasanya tinggal di kampung sendiri tidak tenang sih, sudah seperti ******* saja, mending kalau aku jadi ******* sekalian biar aku bom kalian semua, biar kalian juga merasakan bagai mana rasa sakitnya hatiku sedari kecil selalu kalian hina kalian kucil kan.
haruskah aku pergi dari kampung supaya aku bisa tenang, kalau memang itu bisa membuat mereka senang, oke tunggu lah saat nya tiba aku akan pergi dari kampung kalian.
disaaat aku lagi mikirin nasib hidup ku yang kurang beruntung, tiba tiba hanfon ku berbunyi membuyar kan lamunan ku.
tring..tring..tring..
''hallo mas.!
"hallo tia kamu lagi di mana.?
"aku lagi di tempat kerja mas memang nya ada apa.?
" tia kemarin mas ardi telfon mas, dia bilang kata nya berita kamu lagi heboh di kampung apa itu benar tia.?
aduhhh..apa lagi sih ini, gak bisa apa ya gak mengganggu hidup ku sekaliiii saja, aku capek dengan semua ini aku juga ingin hidup tenang, batin ku sedih.
__ADS_1
"memang nya ada kabar apa mas.?
" kabar kalau kamu itu memakai guna guna untuk memikat para laki laki.apa itu benar.
" mas anto percaya kalau aku pake guna guna.?
" mas sih tidak percaya tia, mas cuman memastikan saja kalau kamu tidak akan salah jalan.
"dulu mas ardi juga sudah pernah bertanya langsung sama aku mas, aku sudah menjelas kan nya, tapi ya terserah mereka mau percaya atau tidak.
"katanya beberapa minggu yang lalau sella juga melihat kamu bermesraan sama laki laki di pasar.
"sebenar nya apa yang terjadi tia.?
" kejadian nya tidak seperti itu mas, iya memang beberapa minggu yang lalu aku kepasar di antar sama mas soni, dia itu keponakan nya majikan aku, aku menceritakan semua nya dari awal ke mas anto.biar tidak ada salah faham lagi.
memang benar waktu itu aku ketemu sama sella di pasar, dan aku di permalukan sama sella di pasar mas..!
"di permalukan kenapa.?
__ADS_1
"ya seperti berita di kampung saat ini mas. untung nya waktu itu ada mas soni yang membela aku, jadi orang orang di pasar tidak begitu percaya sama omongan sella.
"ya sudah kalau berita itu tidaj benar, kamu yang sabar ya tia, mas percaya kok sama kamu mas yakin kamu tidak akan senekat itu.
"iya mas aku juga tidak mungkin melakukan hal seperti itu.
jadi sella menyebar fitnah di kampung, benar benar keterlaluan kamu sella, kali ini aku tidak akan diam lagi sella karena kamu sudah mencemar kan nama baik ku di kampung,
pasti ibuk juga sudah tahu tentang berita itu, apakah ibuk juga akan percaya dengan omongan orang orang di kampung, semoga ibuk baik baik saja, aku mencemas kan ibuk.
awas kamu sella aku akan buat perhitungan sama kamu, kamu sudah membuat berita yang tidak tidak tentang aku dan kamu juga sudah membuat keluarga ku malu dengan fitnahan kamu itu,
aku berjanji aku akan mempermalukan kamu balik sella, tunggu kedatangan ku.
.
.
.
__ADS_1
.