Perjalanan Hidup Ku

Perjalanan Hidup Ku
46. debat sama tetangga


__ADS_3

setelah beberapa hari akhir nya mbak mia sudah mendapat kan orang yang bisa memasang listrik, dan biaya nya ternyata tidak terlalu mahal, bahkan uang yang aku siap kan masih ada sisa,


'' mbak mia kapan orang yang mau memasang listrik nya datang?"


" besok tia! kata nya hari ini belum bisa!


" ok lah aku akan tunggu!


" tapi mbak mia pulang kan?


" gak janji ya!"


"hheehhh" aku menghela nafas.


sebener nya aku berharap mbak mia bisa pulang, agar mbak mia bisa mengatur semuanya.


setelah aku sms mbak mia, aku memikir kan apa lagi yang harus aku beli dengan uang yang masih ada, "ah..iya" aku belikan ibuk megicom sama kompor gas saja, biar ibu tidak capek lagi kalau di dapur.


keesokan pagi nya mbak mia pulang, bersama orang yang akan memasang listrik.


" dia siapa mbak?


" oohh..dia orang yang mau memasang listrik tia!


" memasang listrik?" ibu kaget.memang nya kamu punya uang mia?

__ADS_1


"bukan aku yang bayar buk tapi tia!


aku memang belum cerita sama ibuk, soal aku yang mau memasang listrik.


" aku kira mbak mia tidak akan pulang mbak? tanya ku.


" ya sebenernya tidak bisa tapi aku usaha kan lah! jawab mbak mia tersenyum.


" mbak mia saja yang ngatur ya aku tidak paham.


" siap pokok nya terima beres dah! haha..


aku serah kan semua sama mbak mia, karena aku tidak paham, biar mbak mia yang mengurus semuanya, nanti aku tinggal bayar.


" mbak kita ambil dari jalur yang dekat saja ya? ,nanti juga akan menghemat biaya! ucap petugas.


" bagai mana buk? tanya mbak mia, minta saran ibuk soal nya tetangga yang paling dekat itu orang nya luar biasa.


" terserah apa kata petugas saja mia, ibuk ngikut saja, pasrah.


setelah para petugas akan memasang kabel, yang akan menghubung kan ke seluruh pusat, responya bu darsi dan pak darso sangat mengejut kan kita semua.


" permisi buk saya mau memasang kan kabel ini, lewat jalur besar ibuk, supaya bisa terhubung ke semua pusat, karena rumah ibuk kan yang paling dekat dari rumah bu sri. ucap petugas.


" maaf pak tidak bisa! kata pak darso

__ADS_1


" tapi ini jalur pusat pak? ucap petugas masih memperjelas.


" saya tidak peduli pak, mau jalur pusat atau tidak tetap saya tidak mau kabel itu di sambung lewat listrik saya, ucap pak darso bernada tinggi.


akhir nya para petugas pun balik ke rumah dan bilang sama ibuk.


" maaf buk yang punya rumah sebelah tidak mengijinkan kami menyambung kan listrik dari rumah nya! ucap petugas.


"apa""" benar benar tetangga laknat, hanya menyambung jalur pusat saja tidak boleh, apakah kita merugikan mereka kalau kita menyalur dari listrik nya, batin ku antara sedih dan marah.


sudah mau pasang listrik sendiri pun masih di benci sama tetangga, sebener nya apa salah keluarga ku, apakah jadi orang miskin itu salah? apakah jadi orang miskin itu keinginan? kadang dalam benak ku selalu bertanya tanya.


kenapa para tetangga membenci keluarga ku, padahal kami tidak pernah menyusah kan mereka, tidak pernah cari masalah sama mereka, kenapa segitu benci nya mereka sama keluarga ku.batinnku bertanya tanya.


" ya sudah pak tidak apa apa! kita coba ambil dari tetangga yang di ujung sana saja ya? ucap mbak mia.


" tapi nanti biaya nya bisa bertambah mbak kalau ambil nya dari jauh, soal nya kabel nya juga bertambah,! ucap petugas.


" tidak apa apa pak berapa pun biaya nya akan saya bayar, yang penting listrik nya terpasang, ucap ku menyahut.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2