Perjalanan Hidup Ku

Perjalanan Hidup Ku
36. majikan miskin


__ADS_3

hari hari aku lalui tanpa mengeluh, karena memang yang nama nya pekerjaan itu pasti berat, apa lagi ikut orang semua serba di atur.


ada enak nya dan juga tidak, karena selama hampir dua bulan aku di rumah mbak rina, selama 24 jam aku hanya tidur selam 3 jam saja, bayang kan sendiri lelah nya seperti apa, tapi aku mencoba sabar supaya aku mendapat kan uang, untuk membahagia kan ibuk.


saat di rumah bude ada acara aku pun cuti pulang ke rumah, ada anak bude yang bertanya nama nya mas dio.


"hai..tia kamu sekarang kerja di mana? tanya mas dio.


" hai..juga mas!" aku sekarang kerja di kota mas, jawab ku.


" kerja apa tia?


" biasa lah mas asisten rumah tangga!


karena aku dan mas dio tidak pernah bertemu, karena kesibukan masing masing, jadi kalau bertemu mas dio selalu mengajak ku ngobrol.


" sudah berapa bulan kamu kerja di kota tia?


" kurang lebih sudah dua bulan lah mas!


" betah kamu di sana?


" sebener nya aku sudah tidak betah mas tapi uang gaji aku belum di kasih!


iya..sebener nya aku sudah capek, sudah tidak betah lagi bekerja di rumah mbak rina, tapi mau keluar juga uang gaji aku belum di kasih.

__ADS_1


" memang nya kamu kerja apa di sana tia?


" kerja nya berat mas, mengurus dua anak, ngurus rumah,belum lagi masih harus membuat susu kedelai, dan aku harus bangun jam 1 malam mas, siang nya juga tidak tidur malam pun tidur jam 9-10 baru tidur.


dan gaji aku yang satu bulan juga hilang, aku sudah bilang sama majikan aku katanya mau di ganti, tapi sampai sekaran belum di ganti juga.


" kerja seberat itu tia? kenapa kamu mau bekerja sama orang yang tidak punya rasa belas kasih tia!". 24 jam kamu kerja? istirahat cuma 3 jam itu nama nya bukan istirahat tia, itu nama nya penyiksaan. geram mas dio


mas dio geram juga mendengar cerita aku, siapa pun yang mendengar pasti merasa miris, manusia di jadikan sapi perah, sehari semalam istirahat hanya tiga jam.


"tia kamu harus kelur dari pekerjaan kamu! seru mas dio.


" tapi gaji aku belum di kasih mas dan uang aku yang hilang juga belum di ganti!"


" mungkin besok mas!


" oke besok saya antar kamu kerumah majikan kamu, kita ambil semua baju baju kamu dan sekalian minta uang gaji kamu, kamu keluar dari rumah itu, kayak tidak ada pekerjaan yang lain saja, geram mas dio


mas dio orang nya memang tegas, tapi sangat perhatian sama keponakan nya, terutama sama saudara saudara aku.


setelah beberapa hari aku di rumah akhirnya aku kembali ke rumah majikan aku, dan aku di antar sama mas dio.


"permisi"""ucap mas dio.


" iya" dan pintu di buka yang keluar mbak rina.

__ADS_1


" eh..tia silah kan masuk! kamu bawa pacar kamu?


" bukan mbak dia kakak aku!


aku dan mas dio memang umur nya agak beda jauh, aku 16 tahun dan mas dio 25 tahun, tapi mas dio orang nya tegas dan bijak sana menyikapi masalah.


" maaf mbak rina saya kesini mau mengambil baju baju saya, dan saya minta uang gaji saya beserta uang saya yang hilang, karena mbak rina sudah janji mau ganti.


" kenapa kamu berhenti bekerja tia? tanya mbak rina.


" saya mau ikut kakak saya merantau mbak!


mas dio masih diam karena kondisi masih aman,


" baik lah ini saya kasih uang gaji kamu yang sebagian dulu ya? karena saya lagi tidak pegang uang! nanti kapan kapan kamu datang lagi kesini, nanti aku kasih kan yang sebagian lagi, kare untuk sekarang saya lagi tidak pegang uang.


dasar majikan miskin, bilang nya mau ganti uang aku yang hilang, ini malah gaji dua bulan saja cuma di kasih setengah, kalau tidak mampu bayar orang jangan sok sok an mempekerjakan orang, batin ku geram.


ya sudah lah aku ambil uang itu setengah juga tidak apa apa, dari pada tidak di kasih sama sekali, lalu aku dan mas dio keluar dari rumah itu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2