
aku sudah sampai di warung dan ibu ibu semua pada diam melihat ku, aku menyapa nya karena tidak sopan kalau ketemu sama orang tua diam saja apa lagi bertetangga.
selamat pagi bu.? ucap ku menyapa ibu ibu.
' liat tuh sok alim kan padahal asli nya bikin malu.
'iya bikin malu saja.
para ibu ibu pada berbisik bisik membicara kan aku, tapi aku masih bisa mendengar nya.
" buk beli garam sama micin ya, ucap ku
" iya mbak " ucap bu salma
" heh..bu salma kamu gak takut menerima uang haram, ucap bu darsi.
bu darsi memang kompor meleduk, suka sekali ngompori para tetangga untuk berfikir negatif.
" maaf buk uang haram atau halal itu urusan allah, saya hanya berjualan untuk mencari nafkah siapa pun yang membeli harus saya layani.ucap bu salama.
" terimakasih buk salama, ucap ku.
" sama sama tia.!
' heh..pe**ur jangan sok alim kamu, kita semua sudah tahu kok sifat asli nya kamu.ucap bu darsi.
__ADS_1
' maksud ibu ibu apa ya..?aku pura pura tidak tahu.
'alahh kamu itu kan sudah tidur sama banyak laki laki kan, dan kamu sering menginap di hotel juga,
' iya..setatus saja kamu yang masih perawan padahal dalam nya sudah rusak.
' pasti uang yang di hasil kan juga dari hasil jual diri, ucap para ibu ibu.
' jaga bicara ibuk ya, atas dasar apa ibuk menuduh ku, jangan karena selama ini aku hanya diam saja, bukan berarti aku tidak bisa melawan,
terus ibu ibu bisa seenak nya menghinaku begitu, selama ini aku hanya diam karena aku berusaha bersabar, akan tetapi sabar ku juga ada batas nya buk, ucap ku marah.
huufff menghela nafas, aku menenang kan diri supaya tidaK terbawa emosi. aku berusaha tenang.
' alahh..tidak perlu bukti saksi nya saja ada kok. ucap bu yudi.
' oh..ada saksi nya memang nya siapa saksti nya buk.? aku masih berusaha sabar.
' ada kok itu si sella, ucap bu yudi kini bu yudi juga ikutan dia ibu nya sella.
sudah aku duga pasti ular sawah itu biang kerok nya.
' menuduh orang tanpa adanya bukti itu nanti bisa di penjara lho buk memang nya ibu ibu mau masuk penjara.? tanya ku.menekankan.
'iya benar itu kemarin ada teman nya anak ku satu kantor, dia di fitnah sama teman nya tapi tidak ada buktinya, jadi nya yang memfitnah di penjara karena mencemarkan nama baik.ucap bu susi baru datang.
__ADS_1
mereka semua melihat ke bu susi, karena bu susi orang yang paling kaya di kampung jadi semua pada segan sama bu susi, bu susi tidak pernah bersosialiasi sama tetangga tapi dia sering membantu jika ada kegiatan di kampung, dan bu susi juga tidak sombong meskipun tidak pernah berbaur dengan tetangga.
'masak sih bu.?
' iya kasus nya juga baru beberapa hari, jika masuk penjara itu tidak akan bisa keluar, kecuali kalau yang melapor kan mencabut tuntutan nya, ucap bu susi memperjelas.
bu susi memang orang berpendidikan jadi bisa paham soal begituan, berbeda dengan ibu ibu yang lain bisa nya cuman memfitnah saja.
' waduh..aku tidak mau masuk penjara,' aku juga tidak mau,'aku juga, ucap ibu ibu pada takut.
' ini semua kan sella yang yang menyebar berita, iyan kan bu yudi.?
' aaa'' mmm aku juga kurang tahu, ucap bu yudi takut.
' tia kalau mau melapor kepolisi laporin saja sella dia kan yang membuat berita itu, kami hanya membicarakan apa yang sella bicarakan.
ibu ibu pada mundur alon alon setelah mendengar penjelasan dari bu susi, mungkin pada takut di penjarakan.
.
.
.
.
__ADS_1