
setelah mas dio mengantar ku pulang, kini mas dio berpamitan untuk pulang.
'' ya sudah bulek dio pamit dulu!"
" iya dio terimakasih sudah mengantar tia pulang.
" sama sama bulek tia kan adik aku juga!
mas dio memang sangat menyayangi aku, mungkin karena aku adik perempuan nya yang paling kecil sendiri, sedang kan mbak mia kan sudah dewasa, apa lagi mbak mia orang nya sangat pemberani tidak seperti aku.
" tia mas dio pulang dulu ya?"
" iya mas hati hati"
" ingat tia besok besok kalau kerja lagi jangan mau di manfaat kan orang!" nasehat mas dio
" iya mas"
__ADS_1
" jangan menyesali yang sudah terjadi, jadikan itu semua sebagai pelajaran, agar kedepan nya tidak terulang lagi, besok besok kalau kerja lagi di lihat dulu tia, antara pekerjaan, gaji majikan sesuai tidak, kalau tidak tidak usah di lanjut.
nanti malah merugikan diri sendiri tia, dan ingat kejadian kemarin jangan sampai terulang lagi, jadi orang jangan terlalu lemah tia, nanti malah kita di manfaat kan orang!" nasehat mas dio panjang lebar.
" iya mas" jawab ku singkat.
kalau sudah menyangkut aku, pasti mas dio selalu cerewet, ini lah itu lah mungkin karena sayang nya mas dio sama aku, jadi mas dio tidak mau terjadi apa apa sama aku.
kalau di pikir pikir kata mas dio ada benar nya juga, jadi orang itu jangan lemah kalau tidak mau di manfaat kan orang, tapi ini lah aku tia lestari aku tidak bisa jadi orang yang kuat dan pemberani seperti mbak mia, atau orang lain seperti yang mas dio mau, batin ku sedih.
memang benar kejadian kemarin kemarin di jadikan sebagai pelajaran saja, agar besok besok tidak salah melangkah, anggap saja kalau nasib aku belum beruntung.
" memang nya ibuk bilang apa mbak?"
tiba tiba mbak mia bertanya soal apa yang di katakan ibu, pasti ibu cerita soal kemarin aku berhenti kerja, karena waktu aku pulang di antar mas dio mbak mia belum pulang.
" ibu bilang kalau kamu kerja selama dua bulan tidak di gaji, dan kamu kerja selama 24 jam istirahat hanya tiga jam.tanya mbak mia.
__ADS_1
" iya mbak itu benar!"
" jadi orang jagan bodoh bodoh banget dong tia!" kesal mbak mia. kalau sudah tahu pekerjaan nya begitu berat, kenapa kamu tidak berhenti kerja dari dulu tia?
begini lah mbak mia kalau dia sudah emosi, tapi se emosi emosi nya mbak mia dia tetap sayang sama adik nya.
" aku bertahan selama dua bulan, agar aku dapat uang mbak, aku pikir kan tanggung kalau hanya beberapa minggu berhenti kerja lagi!"
" terus apa yang kamu dapat kan sekarang, kamu bertahan selama dua bulan, selama 24 jam kamu di kasih istirahat hanya 3 jam, itu nama nya penyiksaan tia! bener bener keterlaluan majikan kamu itu, kesal mbak mia
" ya sudah lah mbak sudah terjadi juga, anggap saja kalau nasib aku belum beruntung, ucap ku.
" jadikan itu pelajaran jangan sampai besok besok terulang lagi, jadi orang jangan terlalu lemah tia, agar tidak di manfaat kan orang, nasehat mbak mia
mbak mia yang sering membantu aku keluar dari majikan yang kurang baik, makanya mbak mia kesal waktu dengar cerita ibuk, kalau aku kelur lagi dari pekerjaan, dan aku juga tidak bilang sama mbak mia, karena kemarin sudah ada mas dio yang membantu.
.
__ADS_1
.
.