Perjalanan Hidup Ku

Perjalanan Hidup Ku
75. nasehat mas soni


__ADS_3

mas soni pasti akan bertanya tanya tentang apa yang terjadi di pasar tadi, jangan sampai mas soni bilang sama bu tri, aku tidak mau urusan pribadi ku di bawa bawa dalam pekerjaan.batinku


setelah sampai di rumah aku turun dari motor, dan membawa belanjaan masuk ke dalam rumah di bantu sama mas soni, lalu aku menata belanjaan dan memasukan nya kedalam kulkas yang perlu di masukan.


" tia kalau sudah selesai ke ruang tamu sebentar aku mau bicara.


" iya mas"


tuh kan pasti mas soni mau membahas soal di pasar tadi ,ini semua gara gara sella si ular sawah itu.geram ku.


setelah selesai menata belanjaan aku segera ke depan menemui mas soni.


" ada apa mas.?


" duduk dulu tia.!


aku langsung duduk di sofa bersebrangan dengan mas soni.


" ada apa mas katanya mau bicara.?


" tia permpuan di pasar tadi siapa.? to the poin.


" dia tetangga saya di kampung mas.!

__ADS_1


"apa dia sering seperti itu sama kamu.?


" dia memang dari dulu tidak pernah suka sama saya mas, entah apa alasan nya setiap ketemu sama saya pasti aku di fitnah, ucap ku jujur.


berbohong juga percuma karena mas soni sudah melihat sendiri seperti apa kelakuan sella tadi sama aku.


" kenapa kamu tidak melawan tia.?


" saya tidak bisa mas dia lebih pintar berbicara, jadi lebih baik saya diam.


" tapi tidak dengan menangis tia, dia akan tambah senang kalau melihat kamu menangis, diam boleh tetapi tidak dengan cengeng tia.! semakin kamu takut semakin menjadi jadi dia membully kamu, kalau kamu tidak bisa melawan dengan kata kata biar kan saja dia capek bicara sendiri, anggap saja itu angin lalu.


satu hal yang harus kamu ingat tia, diam boleh tetapi tidak dengan cengeng, ingat itu. bicara menekan.


"saya itu peduli sama kamu karena kamu itu sudah aku anggap adik tia, karena saya tidak punya saudara perempuan apa lagi adik.


apa yang di bilang sama mas soni ada benar nya juga, aku harus kuat tidak boleh cengeng, aku baru sadar kalau selama ini aku terlalu mengalah, jadi mulai sekarang aku tidak akan mengalah lagi, aku tidak akan membiarkan orang lain menghina ku lagi, lagian aku kan tidak numpang hidup sama mereka, ngapain juga aku takut sama mereka.


saat aku lagi melamun atas apa yang terjadi di pasar dan juga nasehat mas soni, tiba tiba hanfon ku berbunyi membuyar kan lamunan ku.


tring..tring..


aku melihat yang menelfon mbak mia, aku segera mengangkat nya.

__ADS_1


" hallo mbak mia ada apa mbak.?


" ini ibuk mau bicara.!


"hallo tia.!


" iya buk ada apa buk.?


" tia kamu tidak perlu repot repot membelikan ibuk kompor sama magicom, uang nya di tabung tia, jangan di habis kan.


ternyata mbak mia sudah membelikan pesanan ku, begini lah ibuk kalau di belikan sesuatu pasti tidak mau, takut merepot kan anak anak nya,


" iya buk tia masih ada tabungan kok, tia membelikan semua itu untuk ibuk, supaya ibuk tidak capek lagi masak pake tungku.


"terimakasih tia tapi kamu tidak perlu repot repot membelikan semua itu, ibuk sudah biasa masak pake kayu bakar.


" aku tidak ingin ibuk terlalu capek buk, sekarang manfaat kan apa yang tia belikan, ibuk tidak perlu capek capek lagi masak pake kayu bakar.


" iya nanti ibu gunakan.


ibuk tidak pernah meminta apa pun dari anak anak nya, alasan nya karena tidak mau merepot kan anak anak nya, ibuk sudah merasa senang karena anak anak nya sudah bisa mencari uang sendiri, ibuk merasa tidak bisa membahagiakan anak anak nya, karena itu lah ibuk tidak mau menyusah kan anak anak nya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2